Teori Vs Praktek

Baca Juga :
    Judul Cerpen Teori Vs Praktek

    Hai namaku Cattleya Sezu, aku anak paling suka sama pelajaran IPA, tapi aku lebih suka bagian praktek, kataku aku lebih suka sama IPA bagian praktek karena menurut aku itu lebih mengasyikkan daripada teori hanya diam mendengarkan, lebih seru juga praktek jalan mondar mandir ngambil ramuan, bereksperimen.
    Huh aku tuh paling malas kalau ada guru bilang “kali ini kita belajar IPA di kelas alias teori” kesel banget kalau udah ngedenger kata kata itu.

    Aku juga punya sahabat loh namanya Starletta Loudius, sangat susah ya membaca namanya, Letta sangat berbeda denganku dia lebih suka dengan teori, huh menyebalkan, sampai suatu hari Letta bilang begini “heh Leya kamu itu kan pencinta IPA kamu harus suka dong sama teori tanpa teori kamu gak akan bisa praktek denger tuh kata kataku ley”
    “huh udah gak usah mikirin itu lagi mending ke kantin dulu cacing cacing udah pada siap siap di meja makan tuh”
    “yuk…”

    Kami pun pergi ke kantin, sampai di sana aku langsung membeli bubur ayam spesial dan es teh manis “nih dek makanannya” kata mbak yulia, koki di sekolah ku
    “jadi berapa?”
    “jadi Rp6.500”
    “nih uangnya mbak yulia” Aku pun makan sampai habis.

    Kali ini IPA kata pak Hendra praktek huray… Aku dan teman teman pun menuju laboratorium tapi terlebih dahulu Pak Hendra menjelaskan sedikit cara untuk membuat eksperimen ini lalu baru kita ke lab.

    Pada saat aku berjalan ada yang menarikku dari samping, ternyata itu Letta, “aduh Letta ngapain sih tarik tarik”
    “eh kamu ya yang maksa maksa Pak Hendra buat praktek sekarang?”
    “enggak kok ngapain aku maksa maksa Pak Hendra”
    “awas kalau bohong huh sana!!!”
    Ternyata dia sudah dendam dari kemarin, aku pun langsung lari ke lab, disana aku disuruh membuat gunung merapi, pada saat mau mengambil cairan aku tidak sengaja menumpahkannya pada Letta “aduh Let maaf aku gak sengaja”
    “Leya kamu bilang aja kali kamu mau balas dendam kan???”
    “enggak kok Let” dia pun menangis sambil lari menuju toilet, aku mengejarnya sampai di toilet, dia menangis tersedu sedu “Let sudahlah maafkan aku, aku tidak bermaksud menumpahkan cairan itu dan aku menyesal aku sudah mengerti maksudmu apa kok Let, aku juga tanpa teori praktek tidak sempurna, tapi tanpa praktek teori pun tidak sempurna” tiba tiba dia mengerlingkan mata lalu kami berteriak “Teori VS Praktek yes… yes… yes…”

    Cerpen Karangan: Ismi Emili Faiza

    Artikel Terkait

    Teori Vs Praktek
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email