Move On With You (Part 1)

Baca Juga :
    Judul Cerpen Move On With You (Part 1)

    Pagi ini aku terbangun dengan mercon sebagai alarmnya. Aku langsung menutup kedua telingaku dengan bantal. Duar! Diar! Hanya itu yang aku dengar.
    “uuuhhhh… berisik banget sih…” keluhku sambil mempererat bantal yang menutup telingaku.
    “duuarr!!!” sebuah suara mercon mengagetkanku
    “apaan tuhh?!!” seruku kaget. (Eits, aku gak latah lho..)

    Eits, aku sudah ngobrol banyak tapi kalian belum kenal aku. Kenalin namaku Naura Sekar Rosaline, alias Alin. Aku bersekolah di SMA Nusantara, dan sekarang duduk di kelas XI. Kita lanjutin ceritaku ya…

    Setelah mendengar itu aku turun dari tempat tidurku dan menuju balkon kamar untuk melihat anak-anak yang bermain mercon. Baru saja membuka pintu balkon, sebuah suara mercon mengagetkanku.
    “sh**tt.. kurang kerjaan banget” ucapku pelan walau sebenarnya aku sangat geram.
    Sambil berdiri di salah satu sisi balkon, aku yang masih baby doll pun langsung celingak-celinguk, ke kanan-ke kiri. Dan aku melihat sesosok anak laki-laki yang kutaksir berusia sama denganku. laki-laki itu tampak sedang menahan tawanya. Lalu aku melihat ke arah pohon apel yang berada di sebelah kamarku sekedar hanya untuk membuang muka.

    “duaar..!!!” terdengar suara mercon lagi. Aku sedikit terkejut tapi, aku hanya diam dan kulihat laki-laki itu tampak tengah menahan tawanya. Lalu dia tampak berbisik pada anak kecil di sebelahnya sambil menunjuk balkon kamarku dan anak kecil itu mengangguk. Tak lama kemudian, aku dikejutkan oleh suara mercon. Aku sudah sangat marah. Aku pun langsung turun menuju halaman rumah. Aku menuruni anak tangga dengan sedikit berlari.

    Sesampainya di halaman rumah, aku langsung memakai sandal dan mengambil sapu. Tapi bukan untuk menyapu melainkan…
    “oii!! Berisik! Ngganggu orang tidur aja!!” bentakku sambil berkacak pinggang di luar pagarku lihat anak-anak tadi langsung bersembunyi di belakang laki-laki tadi
    “santai aja kali” ucap laki-laki yang tadi menahan tawanya dengan santai
    “santai? Santai kamu bilang?! Dengar ya! Aku keganggu sama sauara mercon yang kalian mainin! Kalian emang gak bisa apa main di lapangan?!” ocehku
    “ok-ok, sorry udah ngganggu ketenangan kamu” ucap laki-laki itu dengan sopan.
    “gak usah sok ya..” ucapku. tiba-tiba terdengar ringtone dari hpku dan aku membuka flipcore hpku.

    “hallo Ay” ucapku lesu
    “oi! Napa pagi-pagi udah lemes gitu?” tanya Aya sahabatku yang meneleponku pagi-pagi gini. Aduuhh.. ngganggu deh…
    “tau ah Ay” ucapku ketus lalu berjalan menuju rumah
    “belom dikasih sajen? Hahaha” jawab Aya
    “kamu kira aku hantu apa!” jawabku ketus. Baru saja berjalan beberapa langkah.. duuarr!! Suara itu mengagetkanku. aku pun spontan langsung menoleh ke belakang tanpa mempedulikan Aya yang mengoceh di telepon.
    “maksudmu apa sih??!!! Hah!! Ngajak ribut nih anak!!” kataku sambil melotot pada anak laki-laki yang tengah menahan tawanya.
    “ok-ok, sorry gak lagi” ucapnya sambil terkekeh
    “awass kamu!!” ucapku sambil mengacungkan sapu di depan mukanya lalu berjalan cepat menuju rumah.

    “hallo Ay, tadi kamu ngomong apa?” tanyaku pada Aya di telepon
    “inget gak sih kita harus ke sekolah hari ini!!!” teriak Aya dari seberang.
    “heh! Itu mulut, apa toa?! Sumpah telingaku pecah bisa-bisa” ucapku kesal pada Aya
    “ya maaf, intinya sekarang kamu harus ke sekolah karena kita harus rapat bahas study banding ke SMA BAKTI besok” kata Aya
    “iya-iya aku berangkat sekarang” jawabku malas. Lalu sambungan telepon aku matikan. Aku pun langsung berjalan malas menuju kamar mandi.

    Sekarang aku sedang berjalan menuju ruang rapat OSIS dengan lemas.
    “Alin! Kamu telat banget sih!!” ucap Anji teman OSIS ku begitu aku sampai di ruang rapat
    “uhh.. sorry-sorry tadi aku kesiangan..” ucapku dengan wajah kusut
    “kamu kenapa telat?” tanya Andi ketua OSIS dengan menatapku dengan tatapan aneh.
    “ngapain sih ngeliatin aku sampe segitunya? Biasa aja kali” ucapku ketus
    “ya bukan gitu, kan aku pingin tau” jawab Andi
    “semalam aku sibuk ngetik jadwal MOS” jawabku lemes
    “ya cukup untuk rapat hari ini. Kita bisa pulang sekarang” ucap Andi dengan lantang. Aku langsung terkejut begitu mendengar ucapan Andi. Semua anak OSIS pun langsung meninggalkan ruang OSIS yang terkenal angker itu. tiba-tiba ada yang menepuk pundakku sontak aku langsung menengadahkan kepalaku yang sedari tadi kuletakan di atas meja sambil berharap bukan valak yang menepuk pundakku.
    “Andi? Ada apa?” tanyaku
    “nggak mau pulang?” tanya Andi
    “males ah” jawabku asal
    “mau ditemenin?” tanya Andi
    “gak usah” jawabku
    “ya udah lah, aku mau puang biar kamu ditemenin sama valak” kata Andi yang berhasil membuat aku menahannya sambil memgang lengannya
    “ya udah aku mau pulang” kataku. Andi cuma diam mematung. Aduh gimana kalau dia kerasukan valak? batinku. jujur, aku itu orangnya parnoan.
    “Andi, kamu gak pa-pa kan?” tanyaku dengan nada takut
    “iya, aku gak pa-pa. Tapi ini…” jawab Andi sambil menunjuk lengannya yang kupegang. Aku pun langsung sadar dan melepaskan tanganku dari lengannya.
    “ups, maaf Ndi. Gak sengaja.” Jawabku malu
    “gak pa-pa santai aja” jawab Andi
    “ya udah, jadi gak ngajak pulang bareng?” tanyaku
    “iya jadi dong. tapi, ntar mampir dulu ya. aku belum sarapan. Laper” jawab Andi sambil nyengir
    “iya” jawabku smabil beranjak dari kursiku, dan berjalan bersama Andi menuju parkiran sekolah.

    15 menit kemudian…
    “Ay, disini ya” kata Andi
    “ya, terserah kamu aja” jawabku acuh. Andi pun memarkikan motornya di dekat warung makan tersebut. Aku pun langsung turun, dan mengikuti Andi yang berjalan menuju warung makan tersebut.
    Sampai di dalam, kami langsung memilih tempat duduk. Kami pun memilih bangku yang hanya memiliki 2 kursi.

    “kamu mau makan sama apa?” tanya Andi padaku
    “ehm, hati kecap aja deh” jawab ku
    “minumnya?” tanya Andi lagi
    “es jeruk aja” jawab aku lagi
    “ok” jawab Andi singkat lalu langsung memesan makanan dan minuman untuk kami berdua.

    Aku pun menunggu sambil main hp. Ya, hanya sekedar untuk mengecek bbm, instagram dan facebook. Saat sedang asik main hp, tiba-tiba..
    “eh, kamu ada disini juga?” tanya sebuah suara. Aku pun langsung mengangkat wajahku,
    “kamu?” tanyaku tak percaya
    “iya” jawabnya. Tiba-tiba Andi datang
    “ada apa Ay?” tanya Andi
    “ehm, gak papa kok. Udah pesennya?” tanyaku
    “udah” jawabnya
    “ya udah ya, aku pergi dulu” kata cowok itu
    “iya” jawabku. setelah itu, aku dan Andi pun langsung mengobrol sambil menunggu pesanan kami datang.

    “Ay, udah siap buat studybanding ke SMA BAKTI besok?” tanya Andi
    “udah” jawabku singkat. lalu pesanan kami pun datang.
    “makan yuk” ajak Andi
    “ehm, iya” jawabku

    Kini aku telah sampai di rumah dan sedang berjalan menuju rumah, namun tiba-tiba..
    “tadi pacar kamu ya?” tanya sebuah suara
    “kamu? Kok? Pliiss ya, jangan ganggu aku” jawabku sambil membuka pagar
    “ok” jawab cowok itu sambil mengedipkan mata kanannya lalu pergi.
    “uuhh… rese…” ucapku pelan sambil berjalan menuju pintu rumah.

    Pagi ini, jam menunjuk kan pukul 04.00. Hari ini adalah hari studybanding ke SMA BAKTI. Aku sudah megemasi barang-barang yang akan kubawa ke Bandung. Setelah itu aku pamit mama-papaku dan berjalan ke luar rumah, kulihat di depan rumah sudah terparkir mobil silver yang pastinya punya Aya. Aku pun segera menuju yang empunya mobil.

    “dah lama?” tanyaku sambil memasukan koper abu-abuku ke dalam bagasi
    “gak, baru aja dateng 5 menit” jawab Aya santai
    “ok, daah. Gak ada yang ketinggalan lagi. Berangkat yuk” ajak ku
    “iya yuk” jawab Aya. Kami pun masuk ke dalam mobil.

    “Lin, kamu pacaran ya sama Andi?” tanya Aya membuka pembicaraan
    “enggak, kenapa?” tanyaku
    “ya, kemarin Andi buat pm (status di bbm) yang initinya tentang kejadian kemarin antara dia dan kamu” jawab Aya sambil terus menyetir

    Bersambung

    Cerpen Karangan: Elizabeth Valerina Agatha
    Facebook: Elizabeth Valerina Agatha

    Artikel Terkait

    Move On With You (Part 1)
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email