Aku Tak Pantas

Baca Juga :
    Judul Cerpen Aku Tak Pantas

    Senandung lagu Sheila On 7 dan Iwan Fals menghiburku malam ini, hampir lima kali lagu itu terus diputar di playlist musikku. Sebab, setiap liriknya tak lepas dari apa yang sekarang menjadi kondisiku.

    Kita bertemu dan saling bicara untuk pertama kalinya ialah anugrah terindah dari jalannya waktuku di hidup ini, kamu yang satu kelompok denganku saat pentas perdana di SMA baru kita, walau yang kita pentaskan tak sebaik yang kolompok lain, namun pentas ini menjadi awal ku bisa mengetahui suaramu, senyummu dan pandanganmu.

    Tak tahu pada Tuhankah aku harus bersyukur, yang mungkin aku sudah tak diakuinya. Entah kenapa ku merasa terlalu diberi keajaiban indah ini, atas keatheisan yang aku jadikan landasan pikirku. tapi masa bodoh dengan itu, dia begitu baik padaku sehingga ku melupakan siapa diriku.

    Sehingga cermin menyedarkanku, Saat itulah aku merasa Tuhan bukannya memberiku sebuah keajaiban tapi ialah Kutukan. Kutukan dimana aku tersadar bahwa aku tak berhak memiliki ciptaan nya itu, memiliki kisah cinta dengan ciptaanya itu, memiliki rasa dicintai dan mencintai dengan ciptaan nya itu.

    Tuhan takkan membiarkanku untuk tersenyum, menimbulkan dendam atas hidup ini yang akan semakin kelam, air mata sudah terlalu kental hingga hanya sebuah senyuman menyeringai. Tapi Tuhan juga adil, dia tetap memberikanku kesempatan melihat senyumnya itu dan memberikan kesempatan mendengar suaranya itu. Ini membuatku reda dari emosiku, tapi aku tau ini menyiksaku.

    Tringgg… trriingg… alarmku berbunyi!! ku harus ke sekolah, SMA ku sudah menunggu. Dan dia… selalu ada untuk kupandang di sana…
    Hooaaamm wah hapeku mati ini pasti malam tadi kubawa tidur hingga kelupaan charge. yah… sudahlah.

    Cerpen Karangan: Rahman
    Facebook: Ion Yapan di

    Artikel Terkait

    Aku Tak Pantas
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email