I Need You

Baca Juga :
    Judul Cerpen I Need You

    Namaku Kennie, seorang gadis remaja yang bersekolah di SMPN XX-1, sekolah favorit di sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur. Kata teman-temanku, hidupku yang bergelimang harta dan uang ini sangat menyenangkan. Saat mereka bilang begitu aku selalu menjawab “Iya, makasih!” walau dalam hati kecilku tak demikian, di dalamnya malah terucap sebaliknya, “Hidupmu lebih enak tauuu!!!” setidaknya begitulah teriakan hatiku.

    Guys, dalam ceritaku ini aku akan bilang ke kamu, “Hidup ini gak penting tentang harta dan uang. Tapi kita juga butuh kasih sayang orangtua.”

    Terlahir dalam keluarga workaholic, hidupku bisa dibilang sangat berkecukupan. Papaku adalah pensiunan PNS sedangkan mamaku adalah seorang PNS. Kalo dihitung-hitung, penghasilan per bulan sekitar 9 juta ke atas. Aku adalah anak terakhir dari 3 bersaudara. Kedua kakak laki-lakiku sudah bekerja dengan mapan.

    Aku termasuk gadis yang penuh obsesi. Obsesiku tak akan berhenti kecuali telah terpenuhi. Cukup gawat bukan? Apalagi aku K-Popers. Banyak barang-barang gak penting yang aku beli hanya untuk memenuhi obsesiku. Kadang aku nyesel, “Kenapa aku beli barang-barang gak penting gini?” tapi ya… mau gimana lagi? Itu obsesiku.

    Guys, mau nanya nih! Pilih hidup bergelimang uang ato hidup dengan kasih sayang orangtua? Pasti ada aja deh beberapa anak yang memilih hidup bergelimang uang (ato bisa jadi kamu salah satunya? Ooppss…) jujur saja, gak enak lo hidup tanpa kasih sayang orangtua! Sumpah! Gak enak. Jadi jika orangtuamu banyak omong sabar turuti aja! ingin bukti gimana rasanya gak disayang orangtua?

    Bukti PERTAMA:
    Sejak kecil, aku selalu ditinggal orangtuaku kerja, mereka selalu berangkat subuh-pulang malem. Rasanya gak sehari pun mereka punya waktu buat ngurus aku. Aku besar di tangan Baby Sitter.

    Bukti KEDUA:
    Setiap aku mau beli sesuatu pasti dikasih uang, tapi saat aku minta kasih sayang, mama dan papa selalu punya bertriliun milyar juta alasan untuk menolak permintaanku.
    Misal gini, “Ma, ayo jalan-jalan minggu ini!” mama bakal jawab, “Sana kalo mau pergi kemana-mana minta antar sopir. Kalo enggak, jalan-jalan sana sama kakakmu! Tapi kalo kakakmu kerja kamu tetep di rumah!” Tuh kan! Lihat kan? Mintaku cuma JALAN-JALAN, mama ceramahnya kayak ustadzah!

    Bukti KETIGA:
    Pas aku sakit. Biasanya orangtuamu bilang apa kalo kamu sakit? Pembukaannya pasti agak marah, kesel dan jengkel. Gitu kah? Trus habis itu dinasihati, “Makanya, jangan gini… gini… gini… tau sendiri kan akibatnya?” Hey bro! Kalian harus bersyukur orangtua kalian kasih perhatian. Lha aku? Pembukaannya sih sama, orangtuaku bakal marah-marah, bahkan sampai over. Lalu mereka bakal bilang, “Makanya nurut!” dan bye bye! Mereka bakal pergi gitu aja. Aku kadang mikir, “Nurut? Aku aja gak dikasih pengertian cuma dituntut, dituntut dan dituntut! Gimana aku bisa nurut coba?”

    Bukti KEEMPAT:
    Suatu hari, aku minta peluk dan cium dari MAMAKU dan kau tau apa yang dikatakannya? “Udah besar minta begituan! Gak pantes! Gak malu apa sama temen-temen?” ingin aku menjawab, “Ma, jangan bilang gitu. Sakit ma! Sakit hatiku! Kata-kata itu lebih sakit daripada diputusin cowok, ma!”

    orangtuaku merasa, “Dengan uang semua beres” bahkan, mereka pernah bilang ke aku (saat aku minta kasih sayang dan perhatian) “Mama dan papa bisa beliin semua yang kamu mau, pokoknya kamu urus dirimu sendiri. Kurangkah uang yang diberikan? Kalau kurang silahkan minta berapapun! Pokoknya kamu urus dirimu sendiri!” saat orangtuaku bilang kayak gitu, ingin aku teriak, “Aku gak butuh semua uang ini! Aku gak butuh! Bakar aja semua ini! Yang aku mau adalah kasih sayang kalian! Kasih sayang kalian! Kedua orangtuaku!”

    Aku berpikir, hidupku mirip cerita “New Police Story”. Tapi aku beruntung aku tak mirip tokoh utama dalam cerita itu.
    Ada suatu saat. Saat-saat yang tak terlupakan dalam hidupku, yaitu, saat pertama kalinya aku melihat mamaku menangis dan berada sangaaat… dekat denganku. Yaitu saat aku mengalami kecelakaan. Walaupun hal indah itu hanya terjadi 3 hari, namun aku sangat bahagia sekali saat itu. Saat dimana aku dan mama sangat dekat. Hingga aku berpikir, “AKU INGIN KECELAKAAN SETIAP HARI” karena aku ingin selalu bersama mamaku tersayang.

    I LOVE U MOM
    I NEED U MOM
    I NEED YOUR LOVE

    Cerpen Karangan: Agustina Dwi Ilmi
    Facebook: Agustina Dwi Ilmi

    Artikel Terkait

    I Need You
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email