Coklat Untuk Adikku

Baca Juga :
    Judul Cerpen Coklat Untuk Adikku

    Dua hari yang lalu, aku dan adikku sedang bertengkar. Kami memang sering sekali bertengkar akhir-akhir ini. Entah karena masalah cemilan dan masalah lainnya yang sangat sepele. Oh ya, kenalkan! Namaku Aisya Junia. Atau panggil saja Aisya.

    “Sya, jangan bertengkar terus sama Adikmu! Kata Pak Ustad, kalau kita bertengkar selama 3 hari itu dosa loh!” ucap Fitri saat berpapasan denganku. “Aku juga tau, fit! Tapi, mau gimana lagi.. adikku nakal banget!” sahutku kesal. Fitri hanya geleng-geleng kepala.

    Saat tiba di rumah, aku dikagetkan dengan berserakannya mainan mobil-mobilan di dalam kamarku. Aku kesal lalu memanggil Adikku yang sedang menonton TV.
    “Adri! Kamu ini..! Kenapa main di kamarku! Barang-barangmu berserakan tuh! Cepat bersihkan! Dasar menyebalkan!” ucapku marah. Adikku melongo. “Kak! Tapi bukan aku yang berantakin semuanya.. Itu kan…” ucapan Adikku terpotong karena disela olehku. “Alah! Kamu memang cuma bisa bohong! Mulai sekarang, kamu gak boleh masuk kamarku! Ingat itu!” celotehku lalu masuk ke kamarku kembali.

    Keesokan harinya, aku kembali mendapati kamarku yang berantakan oleh mainan yang sama. Kali ini aku sangat kesal. Aku mendobrak pintu kamar adikku, lalu menumpahkan semua mainannya ke lantai kamarnya. Rasakan!
    “Kak! Kakak ini kenapa sih? Bukan aku kak.. tapi…” lagi-lagi ucapannya terpotong olehku. “Tapi apa? Kucing yang berantakin? Atau kamu mau bilang mama sama papa yang berantakin? Aneh!” selaku sambil menendang mobil-mobilan itu. Adikku diam, pelan-pelan air matanya ke luar. “Nangis? Gak banget!” ucapku lagi dengan cuek.

    Mama yang mendengar tangisan Adikku lalu berlari menuju kamar Adikku.
    “Ada apa ini? Kok adikmu nangis, Sya?” tanya mama menggebu-gebu. “Udah 2 hari ini dia terus berantakin kamarku, Ma! Aku udah larang dia.. tapi dia gak mau dengar!” belaku. “Astagfirlah… yang selama ini berantakin kamar kamu itu Chipo. Chipo sepupu kamu! Kamu kok jadi tuduh-tuduh adikmu kayak gitu sih..” ucap Mama sambil menatapku jengkel. Aku terpaku. Kulihat mata Adikku sudah sembap oleh air matanya sendiri. Aku pun berlari membuat Mamaku kebingungan dan juga kesal.

    Menjelang malam, aku baru kembali. Kulihat Papa yang sudah menatapku kesal. Mama juga begitu. Kualihkan pandangan itu, lalu mencari Adikku.
    Kulihat dia ada di kamarnya, lalu aku menuju Adikku yang masih sedih.
    “Hei, maafin aku ya, Dri! Aku memang salah. Aku memang bukan kakak yang baik. Aku hanya tukang tuduh orang..! Maafin aku ya.. ini coklat kesukaan kamu!” ucapku pelan sambil memberi coklat kesukaan Adikku. “Kakak dapat uang darimana?” tanya Adikku curiga. “Umm… dari uang tabungan kakak selama seminggu ini! Besok kakak mulai nabung lagi deh, tenang aja!” jawabku sambil tersenyum. Adikku tersenyum. Ia memelukku sambil berkata, “Makasih ya kak.. Kita makan sama-sama coklatnya ya!”
    Aku tertawa. Oh… Miss you my brother

    Cerpen Karangan: Baiq Aisya Junia Padma
    Facebook: Ichaisya

    Artikel Terkait

    Coklat Untuk Adikku
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email