It’s Ok

Baca Juga :
    Judul Cerpen It’s Ok

    “Temenin aku ke toko buku, yuk!” Ajakku terhadap Anton, pacarku.
    “Ayo! Yang deket aja, ya!” Jawab Anton. Kemudian kami langsung masuk ke mobil Anton dan melesat ke toko buku.

    Sesampainya di sana, aku langsung mencari buku yang ingin aku beli.
    “Nia, lihat deh! Kayaknya bukunya keren deh!” Seru Anton sambil menyerahkan buku itu kepadaku. Aku melihat buku itu. Judulnya Wedding. Kayaknya seru!
    “Hmm… kayaknya seru. Ya sudah aku beli yang ini juga deh!” Kataku. Karena menurutku sudah cukup, aku segera menuju kasir untuk membayar semua buku yang aku beli ini.
    “Semuanya jadi 157.000,” kata kasir tersebut. Segera aku menyerahkan uang dan mengambil belanjaanku.
    “Nanti aku langsung pulang, ya! Ada meeting jam 5,” kata Anton.
    “Kan masih lama. Sekarang aja masih jam 4,” keluhku.
    “Aku ada yang masih belum beres. Lagipula juga aku kan belum mandi dan siapin semuanya,” jawab Anton.
    “Yah. Ya sudahlah. Gak apa-apa,” kataku.
    Sesampainya di rumahku, aku langsung turun dari mobil Anton dan melambaikan tangan kepada Anton.

    Beberapa bulan kemudian…
    “Anton, mau gak temenin aku belanja bulanan?” Ajakku.
    “Bukannya gak mau, tapi aku ada kerjaan. Next time, ya!” Jawab Anton.
    “Ya sudah, deh. Aku minta temenin sama Kayla aja,” kataku sambil mengambil handphoneku dan menelepon Kayla.
    “Ya sudah, aku berangkat, ya! Kalau mau pergi kunci pintunya, ya!” Seruku.
    “Iya!” Sahut Anton. Kemudian aku menunggu di luar rumah.
    “Yuk berangkat!” Seruku ketika Kayla sudah sampai di rumahku.
    “Lo kok gak bareng sama Anton?” Tanya Kayla.
    “Sibuk. Setiap gue tanyain, dia selalu bilang sibuklah, apalah. Kayak menghindar dari gue,” jawabku.
    “Udahlah, percaya aja. Gimana mau langgeng kalau saling curiga,” kata Kayla.
    “Iya deh yang lebih berpengalaman,” godaku.

    Sesampainya di supermarket, aku dan Kayla memilih barang yang ingin di beli. Setelah selesai, kami memutuskan untuk pergi ke taman kota dulu.
    “Bagus ya! Kayak hutan,” gumam Kayla.
    “Norak lo! Kayak gak pernah aja!” Candaku. Kayla hanya cengengesan.
    “Duduk, yuk!” Ajakku. Kami lansung duduk di bangku-bangku. Kami pun membuka bungkusan cemilan yang tadi dibeli di supermarket.

    “Lho, itu kok kayak Anton, ya?” Kataku dalam hati. Dia bersama seorang perempuan. Bukan adiknya dan juga bukan kakaknya. Siapa itu?
    Karena penasaran, aku langsung mengambil hape dan memfotonya. Supaya aku bisa tanya ke Anton.
    “Pulang yuk!” Ajakku.
    “Yuk!” Seru Kayla. Kami segera menuju tempat mobil Kayla parkir dan melesat menuju rumahku. Aku menaruh belanjaanku. Setelah itu aku langsung masuk dan mengecek. Anton tidak ada.
    “Siapa itu?” Tanyaku dalam hati. Aku segera mengambil hapeku dan melihat foto yang tadi. Aku seperti pernah lihat.
    “Ya! Ini pasti Nina! Pasti!” Seruku. Nina adalah mantan pacar Anton dan juga sahabatku ketika kuliah.
    “Mereka kan sudah putus. Terus ngapain dia?” Tanyaku dalam hati. Aku mulai curiga. Kemudian aku teringat perkataan Kayla tadi.
    “Udahlah, percaya aja. Gimana mau langgeng kalau saling curiga,”
    “Ok, aku akan berpikir positif! Mungkin mereka hanya saling bertemu.

    “Nia, kamu udah pulang?” Seru Anton di daun pintu. Aku segera mematikan handphoneku.
    “Iya, sudah pulang!” Jawabku. Kemudian Anton masuk ke ruang keluarga. Ia menaruh hapenya di meja dan masuk ke kamar mandi. Aku segera mengambil hapenya dan membaca semua pesan sms-nya.

    “Sayang ke taman kota yuk!”
    “Iya sayang! Aku otw ya!”

    Apa ini?! Dia… selingkuh.

    “Kamu ngapain?” Tanya Anton. Mukanya langsung pucat.
    “Ini apa?!” Seruku. Mataku sudah sembab.
    “Jelaskan cepat!” Seruku lagi. Ia hanya terdiam.
    “Jadi selama ini kamu bilang sibuk karena Nina! Tadi aku juga lihat kamu sama Nina di taman kota!” Seruku.
    “Sa… sayang,” kata Anton.
    “Aku mau kamu pergi dan jangan kembali lagi!” Seruku.
    “Sayang…” kata Anton.
    “Kita putus!” Seruku.
    “Sayang, jangan sayang!”
    “Diam!” Seruku. “Pergi dari rumah gue!”
    Anton segera pergi dari rumahku.

    “It’s ok! Emangnya lo doang cowok di dunia ini!”

    Cerpen Karangan: Nabila
    Blog: Nabilaissmart.blogspot.com

    Artikel Terkait

    It’s Ok
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email