Judul Cerpen Cemburu
Pagi ini Gusti menemani April ke kampus untuk menyaksikan ujian seminarnya. Sebenarnya April gugup sekali karena nanti akan berhadapan dengan dosen-dosen untuk mepresentasikan proposal yang telah ia tulis. Tetapi Gusti terus menyemangati dan menenangkannya agar tidak gugup. Setidak-tidaknya Gusti sudah pernah melewati fase ini jadi dia tahu yang sedang April rasakan sekarang.
Detik yang ditunggu akhirnya datang juga, April memasuki ruangan dengan perasaan berdebar-debar tetapi April mencoba mengendalikan kegugupanku dengan terus berdoa.
Tanpa terasa 90 menit berlalu, ujian seminar selesai. sementara menunggu keputusan dari para dosen April ke luar dari ruangan seminar menemui teman-teman dan menemui Gusti. Gusti terus menyemangatinya dan mengacungkan jari jempolnya dengan melemparkan senyuman. April pun membalas senyuman Gusti.
Leganya, ujian seminar sudah selesai dan sekarang akan menuju tahap yang jauh lebih sulit yaitu menulis skripsi. April dan Gusti meninggalkan ruangan seminar, tengah asyik kami berbincang-bincang tanpa sengaja bertemu dengan seseorang yang tidak asing bagi April apalagi Gusti. Iya mereka berpapasan dengan mantan pacar Gusti, dia semakin cantik. Gusti dan mantan pacarnya saling berpandang-pandangan cukup lama, tanpa mempedulikan April yang berada di sampingnya. Entah mengapa, tanpa terasa bulir-bulir bening jatuh di pipi April. Ketika Gusti menoleh ke arah April, cepat-cepat ia menundukkan pandangan sambil berusaha menghapus air mata. April menghela nafas panjang, mengendalikan perasaan yang tidak menentu.
Di perjalanan menuju tempat parkiran, Gusti terus berbicara sementara April hanya menunduk dan diam, pikirannya melayang ke suatu arah apakah mungkin Gusti masih mencintai mantan kekasihnya dan masih mengharapkan dia untuk kembali bersamanya. Tetapi mengapa hati ini merasa sakit, saat Gusti menatap gadis itu. April bertanya di dalam hati, “apakah aku cemburu?, tapi apa hakku untuk cemburu? Karena aku bukanlah siapa-siapa bagi Gusti, aku hanya seoerang sahabat yang hanya diperlukan sebagai tempatnya berbagi cerita.”
Cerpen Karangan: Ummi Khairunnisa
Facebook: Ummi Khairunnisa
Pagi ini Gusti menemani April ke kampus untuk menyaksikan ujian seminarnya. Sebenarnya April gugup sekali karena nanti akan berhadapan dengan dosen-dosen untuk mepresentasikan proposal yang telah ia tulis. Tetapi Gusti terus menyemangati dan menenangkannya agar tidak gugup. Setidak-tidaknya Gusti sudah pernah melewati fase ini jadi dia tahu yang sedang April rasakan sekarang.
Detik yang ditunggu akhirnya datang juga, April memasuki ruangan dengan perasaan berdebar-debar tetapi April mencoba mengendalikan kegugupanku dengan terus berdoa.
Tanpa terasa 90 menit berlalu, ujian seminar selesai. sementara menunggu keputusan dari para dosen April ke luar dari ruangan seminar menemui teman-teman dan menemui Gusti. Gusti terus menyemangatinya dan mengacungkan jari jempolnya dengan melemparkan senyuman. April pun membalas senyuman Gusti.
Leganya, ujian seminar sudah selesai dan sekarang akan menuju tahap yang jauh lebih sulit yaitu menulis skripsi. April dan Gusti meninggalkan ruangan seminar, tengah asyik kami berbincang-bincang tanpa sengaja bertemu dengan seseorang yang tidak asing bagi April apalagi Gusti. Iya mereka berpapasan dengan mantan pacar Gusti, dia semakin cantik. Gusti dan mantan pacarnya saling berpandang-pandangan cukup lama, tanpa mempedulikan April yang berada di sampingnya. Entah mengapa, tanpa terasa bulir-bulir bening jatuh di pipi April. Ketika Gusti menoleh ke arah April, cepat-cepat ia menundukkan pandangan sambil berusaha menghapus air mata. April menghela nafas panjang, mengendalikan perasaan yang tidak menentu.
Di perjalanan menuju tempat parkiran, Gusti terus berbicara sementara April hanya menunduk dan diam, pikirannya melayang ke suatu arah apakah mungkin Gusti masih mencintai mantan kekasihnya dan masih mengharapkan dia untuk kembali bersamanya. Tetapi mengapa hati ini merasa sakit, saat Gusti menatap gadis itu. April bertanya di dalam hati, “apakah aku cemburu?, tapi apa hakku untuk cemburu? Karena aku bukanlah siapa-siapa bagi Gusti, aku hanya seoerang sahabat yang hanya diperlukan sebagai tempatnya berbagi cerita.”
Cerpen Karangan: Ummi Khairunnisa
Facebook: Ummi Khairunnisa
Cemburu
4/
5
Oleh
Unknown
