Judul Cerpen Tuhan Memang Baik
Hari pertama sekolah, memang menyenangkan bagiku. Aku sangat suka lingkungan baru. Tetapi, aku tidak yakin bisa mendapat teman baru secepat petir menyambar. Aku termasuk anak yang pendiam, tak banyak omong kalau dengan orang yang tak kukenal atau orang yang tak terlalu akrab denganku. Aku juga termasuk orang yang cerewet kalau dengan sahabat dekat atau orang terdekat
Perkenalkan, Namaku Muthia Adhilla Khairunnisa. Sejak dini, aku dipanggil Muthia. Kalau sahabat dekatku, biasa memanggilku Thia. Aku sangat rindu panggilan itu. Kini, aku sendiri tanpa sahabatku disini.
Cinta, aku berkenalan dengannya pagi ini. Aku satu kelompok dengannya.
“Mut.. Nanti kalau masuk kelas. Kita duduk bareng yuk!” Ajak Cinta. Aku mengangguk pelan dan mengikuti langkahnya dari belakang. Kami pun masuk ke kelas F yang sementara menjadi kelas kami
“Assalamu’alaikum” ucapku di depan pintu kelas F. Rupanya, kegiatan sudah di mulai. Aku melirik semua bangku yang sudah ditempati banyak anak. Ada satu bangku lagi yang kosong. Aku melangkah berjalan duduk di samping anak manis berambut pendek
“Mut.. Duduk bertiga yah! Aku gak ada duduknya nih!” Pinta Cinta. Aku pun menurutinya tanpa berkata sepatah kata pun “Aku duduk di tengah ya Mut! Jadi, kau di samping kiri” Lanjut Cinta. Aku segera berdiri dan mendempetkan bangku supaya Cinta bisa duduk di tengah
Hari selasa, Hari kedua masuk sekolah.
Aku pergi duduk ke bangkuku, Cinta, dan Devi. Iya, Devi adalah anak manis berambut pendek itu.
Tak lama kemudian, Cinta datang. Dia berdiri di depan pintu dan melihat sekeliling kelas. Matanya mendapatiku sudah duduk di bangku. Dia tersenyum padaku. Aku pun membalas senyumannya yang manis itu
“Perhatian untuk kelas 7-A sampai dengan 7-F harap berkumpul di lapangan” suara itu mengagetkanku dan Cinta ketika asyik mengobrol tentang SD kita.
“Lho Cin? Devi mana? Masa dia gak masuk?” Tanyaku pada Cinta dengan nada khawatir
“Aku nggak tau mut.. Mungkin, dia sakit karena kecapekan kemarin” Jawab Cinta. Aku tak mengerti apa yang dikatakan Cinta. Karena, aku hanya tau, kemarin kegiatan tidak terlalu capek. Hanya upacara pembukaan dan latihan PBB saja
Aku dan Cinta menuju lapangan dan berbaris.
Usai 1 jam berbaris, aku dan Cinta langsung masuk ke dalam kelas. Huftthh.. Sangat melelahkan! Aku melihat tas Devi sudah ada di bangkuku. Aku dan Cinta tak tau, kapan Devi datang.
“Devi dateng Cin?” tanyaku
“Entah.. Tapi kulihat tadi gak ada” jawab Cinta
Tak lama kemudian, Devi datang
“Ku kira kamu gak masuk Dev?” Kataku
“Nggak. Aku pasti masuk mut! Ya udah duduk yuk” Kata Devi.
Kami bertiga pun duduk menunggu kakak osis pendamping kelas 7-F datang. Hari ini, waktunya Placement Test. Placement Test adalah Test penentuan kelas untuk tempat kami belajar selama 3 Tahun.
“Assalamualaikum” Kata Lima kakak osis pendamping kami.
Kami pun menjawabnya dengan serempak juga “Waalaikumsalam”
“Dek.. Kelas F mendapat tempat Placement Test di kelas atas. Nanti, setiap kelas, diisi 19 anak. Kalian lihat dahulu, nomor kalian berapa. Nanti kalau nomor kalian, ada di salah satu jendela di ruang kelas. Kalian masuk di kelas itu” Kata kak Bahar menjelaskan
“Apakah kalian mengerti?” Tanya kak Fifi pada kami
“Mengerti kak!” Jawab kami serempak
“Ya sekarang boleh ke luar semua!” kata kak Agha mempersilahkan
Jam menunjukkan tepat pukul 10.00
Tandanya, Placement Test sudah berakhir. Aku keluar kelas. Menghampiri Cinta dan Devi
“Gimana Cin? Dev? Tesnya gampang?” tanyaku pada mereka yang sedang membeli Teh di kantin. Mereka tak menjawabnya dan langsung pergi begitu saja. Apa salahku pada mereka? Aku tidak melakukan apapun
“Dev! Ikut aku ambil kerudung pramuka di Perpustakaan yuk!” Ajak Cinta.
“Udah bisa di ambil cin kerudungnya?” tanyaku
“Apa sih? Kamu tanya sendiri sana lho di Perpustakaan” bentak cinta padaku. Mereka berdua meninggalkanku sendiri di kelas.
“Aku kangen Velly. Aku kangen Sylfia. Kangen Lia dan temen temen” Kataku Lirih sambil menitikkan air mata. Aku merindukan teman-temanku
Aku mengusap air mataku ketika teman sekelasku datang.
“Kamu sudah istirahat mut?” Tanya Afi yang duduk di depan bangkuku
“Sudah tadi fi..” jawab ku pelan. Afi melihati wajahku dengan seksama
“Kamu kenapa mut?” tanya nya pelan. Sebelumnya, aku belum terlalu akrab pada Afi. Tapi mengapa? Afi memperhatikanku? Tapi tidak dengan Cinta dan Devi. Dia selalu mengabaikan aku.
“Gak apa apa fi. Lagi suntuk aja” kataku
Hari ketiga, hari terakhir MOS
Upacara penutupan telah selesai. Jadi, MOS sudah resmi di tutup oleh kepala sekolah.
Dan hari ini, hari pengumuman placement test. Aku berdo’a supaya tidak sekelas dengan Devi dan Cinta lagi. Karena apa? Pagi tadi, Cinta menyuruhku pindah duduk dengan anak laki laki. Dia menyuruhku dengan nada membentak. Aku sangat tidak mau lagi berteman dengan Devi dan Cinta.
Aku melihat di papan pengumuman, namaku ada di kelas 7-F. Itu tandanya, kelasku tetap. Aku melihat ke bawah. Tak ada anak yang bernama Devi Febriyanti dan Cinta Zahra. Aku bersyukur sekali karena tuhan telah mengabulkan do’aku hari ini
Aku masuk ke kelas. Teman teman baruku ada disana. Aku memilih tempat duduk di kelompok 3. Iya, kelas 7-F sudah ditata bangkunya dengan cara berkelompok
Hari ini, aku sudah berkenalan dengan anak bernama Nur dan Martha. Aku paling dekat dengan Martha. Aku sudah meminta ID LINE nya, Pin BB nya, Nomor hape nya dan nomor whatsapp nya
Hari Kamis, Hari pertama belajar efektif
Wali kelas kami, meminta kami pindah tempat duduk. Aku di pindah di kelompok 5. Sedangkan Nur dan Martha duduk di kelompok 2.
Martha memanggilku Thia. Aku tau, Martha pasti akan menjadi sahabat baikku seperti Velly, Lia dan Sylfia dulu.
Dan hari ini, aku juga berkenalan dengan Salbila dan Mutti. Mereka juga memanggilku Thia.
Aku bersyukur, sudah mendapat teman baru. Ketiga temanku itu sangat baik padaku. Aku sangat suka dengan ini.
Tuhan memang baik padaku. Mereka menjauhkanku pada sesuatu yang buruk dan mendekatkanku pada sesuatu yang baik.
Terimakasih tuhan..
Cerpen Karangan: Atha Nur Azaria
Facebook: Atha Nur Azaria
IG: dulu @Atha_naz
Hari pertama sekolah, memang menyenangkan bagiku. Aku sangat suka lingkungan baru. Tetapi, aku tidak yakin bisa mendapat teman baru secepat petir menyambar. Aku termasuk anak yang pendiam, tak banyak omong kalau dengan orang yang tak kukenal atau orang yang tak terlalu akrab denganku. Aku juga termasuk orang yang cerewet kalau dengan sahabat dekat atau orang terdekat
Perkenalkan, Namaku Muthia Adhilla Khairunnisa. Sejak dini, aku dipanggil Muthia. Kalau sahabat dekatku, biasa memanggilku Thia. Aku sangat rindu panggilan itu. Kini, aku sendiri tanpa sahabatku disini.
Cinta, aku berkenalan dengannya pagi ini. Aku satu kelompok dengannya.
“Mut.. Nanti kalau masuk kelas. Kita duduk bareng yuk!” Ajak Cinta. Aku mengangguk pelan dan mengikuti langkahnya dari belakang. Kami pun masuk ke kelas F yang sementara menjadi kelas kami
“Assalamu’alaikum” ucapku di depan pintu kelas F. Rupanya, kegiatan sudah di mulai. Aku melirik semua bangku yang sudah ditempati banyak anak. Ada satu bangku lagi yang kosong. Aku melangkah berjalan duduk di samping anak manis berambut pendek
“Mut.. Duduk bertiga yah! Aku gak ada duduknya nih!” Pinta Cinta. Aku pun menurutinya tanpa berkata sepatah kata pun “Aku duduk di tengah ya Mut! Jadi, kau di samping kiri” Lanjut Cinta. Aku segera berdiri dan mendempetkan bangku supaya Cinta bisa duduk di tengah
Hari selasa, Hari kedua masuk sekolah.
Aku pergi duduk ke bangkuku, Cinta, dan Devi. Iya, Devi adalah anak manis berambut pendek itu.
Tak lama kemudian, Cinta datang. Dia berdiri di depan pintu dan melihat sekeliling kelas. Matanya mendapatiku sudah duduk di bangku. Dia tersenyum padaku. Aku pun membalas senyumannya yang manis itu
“Perhatian untuk kelas 7-A sampai dengan 7-F harap berkumpul di lapangan” suara itu mengagetkanku dan Cinta ketika asyik mengobrol tentang SD kita.
“Lho Cin? Devi mana? Masa dia gak masuk?” Tanyaku pada Cinta dengan nada khawatir
“Aku nggak tau mut.. Mungkin, dia sakit karena kecapekan kemarin” Jawab Cinta. Aku tak mengerti apa yang dikatakan Cinta. Karena, aku hanya tau, kemarin kegiatan tidak terlalu capek. Hanya upacara pembukaan dan latihan PBB saja
Aku dan Cinta menuju lapangan dan berbaris.
Usai 1 jam berbaris, aku dan Cinta langsung masuk ke dalam kelas. Huftthh.. Sangat melelahkan! Aku melihat tas Devi sudah ada di bangkuku. Aku dan Cinta tak tau, kapan Devi datang.
“Devi dateng Cin?” tanyaku
“Entah.. Tapi kulihat tadi gak ada” jawab Cinta
Tak lama kemudian, Devi datang
“Ku kira kamu gak masuk Dev?” Kataku
“Nggak. Aku pasti masuk mut! Ya udah duduk yuk” Kata Devi.
Kami bertiga pun duduk menunggu kakak osis pendamping kelas 7-F datang. Hari ini, waktunya Placement Test. Placement Test adalah Test penentuan kelas untuk tempat kami belajar selama 3 Tahun.
“Assalamualaikum” Kata Lima kakak osis pendamping kami.
Kami pun menjawabnya dengan serempak juga “Waalaikumsalam”
“Dek.. Kelas F mendapat tempat Placement Test di kelas atas. Nanti, setiap kelas, diisi 19 anak. Kalian lihat dahulu, nomor kalian berapa. Nanti kalau nomor kalian, ada di salah satu jendela di ruang kelas. Kalian masuk di kelas itu” Kata kak Bahar menjelaskan
“Apakah kalian mengerti?” Tanya kak Fifi pada kami
“Mengerti kak!” Jawab kami serempak
“Ya sekarang boleh ke luar semua!” kata kak Agha mempersilahkan
Jam menunjukkan tepat pukul 10.00
Tandanya, Placement Test sudah berakhir. Aku keluar kelas. Menghampiri Cinta dan Devi
“Gimana Cin? Dev? Tesnya gampang?” tanyaku pada mereka yang sedang membeli Teh di kantin. Mereka tak menjawabnya dan langsung pergi begitu saja. Apa salahku pada mereka? Aku tidak melakukan apapun
“Dev! Ikut aku ambil kerudung pramuka di Perpustakaan yuk!” Ajak Cinta.
“Udah bisa di ambil cin kerudungnya?” tanyaku
“Apa sih? Kamu tanya sendiri sana lho di Perpustakaan” bentak cinta padaku. Mereka berdua meninggalkanku sendiri di kelas.
“Aku kangen Velly. Aku kangen Sylfia. Kangen Lia dan temen temen” Kataku Lirih sambil menitikkan air mata. Aku merindukan teman-temanku
Aku mengusap air mataku ketika teman sekelasku datang.
“Kamu sudah istirahat mut?” Tanya Afi yang duduk di depan bangkuku
“Sudah tadi fi..” jawab ku pelan. Afi melihati wajahku dengan seksama
“Kamu kenapa mut?” tanya nya pelan. Sebelumnya, aku belum terlalu akrab pada Afi. Tapi mengapa? Afi memperhatikanku? Tapi tidak dengan Cinta dan Devi. Dia selalu mengabaikan aku.
“Gak apa apa fi. Lagi suntuk aja” kataku
Hari ketiga, hari terakhir MOS
Upacara penutupan telah selesai. Jadi, MOS sudah resmi di tutup oleh kepala sekolah.
Dan hari ini, hari pengumuman placement test. Aku berdo’a supaya tidak sekelas dengan Devi dan Cinta lagi. Karena apa? Pagi tadi, Cinta menyuruhku pindah duduk dengan anak laki laki. Dia menyuruhku dengan nada membentak. Aku sangat tidak mau lagi berteman dengan Devi dan Cinta.
Aku melihat di papan pengumuman, namaku ada di kelas 7-F. Itu tandanya, kelasku tetap. Aku melihat ke bawah. Tak ada anak yang bernama Devi Febriyanti dan Cinta Zahra. Aku bersyukur sekali karena tuhan telah mengabulkan do’aku hari ini
Aku masuk ke kelas. Teman teman baruku ada disana. Aku memilih tempat duduk di kelompok 3. Iya, kelas 7-F sudah ditata bangkunya dengan cara berkelompok
Hari ini, aku sudah berkenalan dengan anak bernama Nur dan Martha. Aku paling dekat dengan Martha. Aku sudah meminta ID LINE nya, Pin BB nya, Nomor hape nya dan nomor whatsapp nya
Hari Kamis, Hari pertama belajar efektif
Wali kelas kami, meminta kami pindah tempat duduk. Aku di pindah di kelompok 5. Sedangkan Nur dan Martha duduk di kelompok 2.
Martha memanggilku Thia. Aku tau, Martha pasti akan menjadi sahabat baikku seperti Velly, Lia dan Sylfia dulu.
Dan hari ini, aku juga berkenalan dengan Salbila dan Mutti. Mereka juga memanggilku Thia.
Aku bersyukur, sudah mendapat teman baru. Ketiga temanku itu sangat baik padaku. Aku sangat suka dengan ini.
Tuhan memang baik padaku. Mereka menjauhkanku pada sesuatu yang buruk dan mendekatkanku pada sesuatu yang baik.
Terimakasih tuhan..
Cerpen Karangan: Atha Nur Azaria
Facebook: Atha Nur Azaria
IG: dulu @Atha_naz
Tuhan Memang Baik
4/
5
Oleh
Unknown
