Mimpiku Untuk Indonesia

Baca Juga :
    Judul Cerpen Mimpiku Untuk Indonesia

    Namaku siti nurfaiza, biasanya dipanggil faiz. Aku salah satu murid di smk cendika bangsa dan menggambil jurusan administrasi perkantoran (apk). Sebenernya sih ini bukan pertama kalinya aku nulis jadi gak terlalu susahlah buat bikin cerita. Awalnya sih aku gak terlalu suka sama nulis soalnya ngebosenin, tapi karena ditantang sama temen waktu smp jadi seneng nulis sampai sekarang. Dan sekarang aku mulai nyoba buat ngirim cerpen buatan aku ke salah satu media tulis di internet. Mungkin untuk sekarang cuma satu yang diterima dan sudah banyak banget cerpenku yang gak diterima. Hal itu sebenernya bikin aku pesimis untuk kembali nulis, tapi kalau gak terus dilatih gimana bisa jadi penulis yang hebat. Heeheehee…

    Aku berasal dari keluarga sederhana, dari mana orangtuaku membiayaiku untuk melanjutkan sekolah ke smk?, sungguh, itu pemikiran klasik. Pikiranku masih pendek sekali waktu itu. Tapi, niat dan pikiran itu terbantahkan oleh semangat orangtuaku untuk terus melanjutkan sekolah. Di sela waktu belajar, saat itu masih kelas ix. Ibu pernah berkata
    “kalian itu harus melanjutkan seolah, jangan sampai tidak melanjutkan sekolah. Kalian jangan memikirkan masalah biaya terlebih dahulu, sekarang itu yang terpenting adalah masa depan kalian, jangan pernah memikirkn masalah biaya karena itu urusan bapak sama ibu.” kata ibuku kepadaku dan adikku

    “kak, kenapa sih kita harus sekolah padahal kan enakan juga main daripada belajar?” tanya adikku saat ibuku pergi
    “sekolah itu penting dan kita ini lebih beruntung daripada anak yang ada di luar sana mereka tidak bisa sekolah karena orangtua mereka gak bisa biayai mereka untuk sekolah sedangakan kita masih bisa sekolah” jawabku
    “terus kenapa orangtua mereka gak marahin mereka kalau mereka gak sekolah, kenapa gak kayak ibu yang marahin kita untuk terus bersekolah?”
    “bukanya gak marahin dek, tapi orangtua mereka gak punya uang untuk biayai anaknya sokolah”
    “merajut impian, menepis rintangan, menggapai cita-cita, ilmu bagaikan api yang harus dinyalakan bukan bejana yang menunggu untuk diisi” ini kata kata yang selalu memotivasi diriku untuk terus bersekolah. Setiap hari kita pasti mempunyai impian, cita-cita dan harapan. Harapan yang tersembunyi dari relung hati dan jiwa kita akan menimbulkan dorongan untuk melakukan sesuatu perubahan apa yang kita pikirkan, apa yang kita inginkan dan apa yang akan kita putuskan hari ini lakukanlah sekarang juga. Jangan menunggu esok hari karena apa yang ada dipikiran kita besok akan berbeda. Karena sebuah pemikiran, kemauan dan keputusan akan menentukan hasil maksimal hari ini juga. Siapapun anda bisa sukses sekarang juga! Karena kalau tidak sekarang, kapan lagi?. Heheheee belajar bijak buat motifasi diri sendiri karena kalau bukan kita sendiri siapa lagi.

    Semua orang pasti punya mimpi dan cita cita kelak kalau besok akan jadi apa?. Aku sendiri belum bisa menentukan kelak akan jadi apa karena yang ada di fikiranku sekarang adalah sekolah menuntut ilmu, mencari pelajaran dan terus memotivasi diriku sendiri “aku yakin kalau aku pasti akan sukses dan membuat orangtuaku bangga” itu sih yang selalu aku lakukan.

    “kak, bantuin aku buat ngerjain pr?” kata adikku saat masuk kamarku
    “pr apa?” tanyaku
    “cita cita”
    “kok tanya kakak kan itu cita cita kamu bukan kakak”
    “aku gak tau apa cita citaku?. Emang cita cita kakak apa?”
    “emmmm… kakak pengen banggain ibu sama bapak dan kalau kakak udah jadi orang sukses nanti kakak akan bantuin anak yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolah. karena menurut kakak pendidikan itu penting banget. Alam indonesia ini kaya banget kalau gak ada yang bisa manfaatin kita bakal terus diperbudak sama bangsa lain. Kalau kita terus diperbudak kapan negara kita bisa maju” jawabku
    “emang cita cita itu apa sih kak?” tanya adikku polos karena masih kecil
    “cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka.” jawabku “tapi kita gak boleh menganggap kalau cita cita itu hanya sebuah mimpi karena cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan langakah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri namun bagi yang menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju.” lanjutku
    “oooo… kalau gitu aku pengen jadi guru biar anak anak gak mampu bisa sekolah geratis” kata adikku semangat
    “pinter… tapi kamu harus belajar yang semangat biar cita cita kamu tercapai. Oke!!!” kataku sambil mengacak ngacak rambut adikku
    “oke… siap kak!!!” jawab adikku dengan semangat

    Semua orang yang hidup pastinya punya keinginan, impian dan juga harapan, dan salah satunya adalah bahagia di masa depan. Melalui impian dan harapan inilah kemudian mereka membangun tujuan hidup mereka, dari mulai bekerja keras, menuntut ilmu melalui pendidikan yang tinggi, mencari pekerjaan dengan penghasilan cukup serta melakoni berbagai jenis usaha dan kegiatan yang dianggap memiliki impian adalah keharusan, sebab impian merupakan jalan penentu kemana kita akan melangkah. Ibarat berjalan atau mengendarai kendaraan, maka terlebih dulu kita harus tahu kemana arah tujuan kita. Begitu pula dengan hidup, kita harus memiliki tujuan yang jelas agar semua upaya dan jerih payah kerja keras kita selama ini tidak sia-sia. Selain harus memiliki impian, kita harus berani mewujudkan impian tersebut melalui tindakan, kerja keras, berusaha dan gigih serta sabar dalam menghadapi apapun yang menjadi cobaan impian kita. Namun, jika kita hanya bermimpi saja, maka tetap saja impian kita hanya akan sebatas mimpi dan tidak akan benar-benar terjadi. Selain itu, dengan memiliki impian, harapan, tujuan yang jelas, maka hal tersebut bisa menjadi pacuan kita dalam menjalani hidup memiliki impian adalah keharusan, sebab impian merupakan jalan penentu kemana kita akan melangkah. Ibarat berjalan atau mengendarai kendaraan, maka terlebih dulu kita harus tahu kemana arah tujuan kita. Begitu pula dengan hidup, kita harus memiliki tujuan yang jelas agar semua upaya dan jerih payah kerja keras kita selama ini tidak sia-sia.

    Cerpen Karangan: Siti Nurfaiza
    Facebook: Faiza

    Artikel Terkait

    Mimpiku Untuk Indonesia
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email