Judul Cerpen Teguran Itu Cahaya Masa Depan
Namanya Tanika, ia sangat malas pergi ke sekolah. Sering ia ditegur Guru BP agar tidak terlambat. Tapi Tanika menghiraukan perkataan Guru BP. Tanika berubah semenjak orangtuanya sering bertengkar pada larut malam. Pernah Tanika mengintip pertengkaran Ibu dan Ayahnya
“kamu ini seorang Ibu, Mikha! Kalo kamu melakukan ini, Nanti Tanika dan Fika bisa mengikuti kamu Mikha!” bentak ayah, Plaak! Satu tamparan mengenai pipi Ibunya. Tanika hanya bisa menangis dan kembali ke kamarnya.
Sebelumnya, Tanika sangat senang dengan yang namanya ke sekolah. Ia juara kelas dan salah satu murid teladan. Ia sangat disenangi guru BP. Ia tak pernah ditegur dulu oleh guru BP. Kini sebaliknya, ia terus-terusan ditegur Oleh Guru BP. Untungnya, Guru BP masih memberinya kesempatan agar bisa masuk sekolah tepat waktu karena Guru BP masih yakin kalau Tanika bisa masuk sekolah seperti dulu.
Suatu hari, Rika menjemput Tanika seperti biasa. Saat Rika datang, Tanika masih tertidur di kasurnya. Rika sudah memanggilnya berkali-kali yang membuat Tanika terbangun
“Aduhh… Rika! Nyebelin deh pagi-pagi gini dibangunin. Aku mandi dulu aja deh. Semoga gak diomelin sama Guru Cerewet itu” gerutu Tanika lalu mengambil handuk dan segera mandi.
Setelah berpakaian seragam, ia mengambil tas dan segera berangkat ke sekolah bersama Rika
“Tanika! Kamu gak sarapan?!” teriak Ibu Tanika
“Enggak Ma, aku berangkat Langsung” jawab Tanika sambil mengayuh sepedanya menuju Sekolah. Tanika sempat tertegun karena ia tak pernah sepagi ini berangkatnya. Biasanya, Rika menunggu Tanika selama 30 Menit karena Tanika susah dibangunin. Rika adalah sahabat Tanika yang selalu menunggu Tanika sampai bangun. Tapi ia tak pernah meninggalkan Tanika berangkat sendirian. Rika pernah ikut ditegur Guru BP karena terlambat 15 menit bersama Tanika, tapi ia terus menunggu Tanika.
Di sekolah, Tanika dan Rika menaruh sepeda di parkiran lalu masuk ke kelas. Tapi Guru BP sudah tepat di hadapan Mereka
“Hmmm… kalian sepertinya tidak terlambat. Baiklah, kalian boleh masuk” kata Guru BP dan kembali berpatroli ke kelas yang lain. Tanika berpikir kenapa ia sangat senang tidak terlambat. Biasanya, Tanika senang sekali terlambat karena ia mendapat pelajaran yang lebih berharga dari pelajaran yang lain. Ia masih ingat pesan Almarhum Kakeknya “Tanika, kamu jangan sedih ya kalau ditegur ataupun dimarahi. Asal kamu tahu kita itu harus bersyukur atas teguran tersebut. Sebab teguran tersebut pasti banyak hikmahnya. Coba kamu bayangkan, Guru kelasmu memarahimu dan berkata ‘Tanika, kamu saya tegur karena kamu terlambat!’ kamu harus tersenyum karena ada makna terkandung di perkataan itu. Tanika harus bisa disiplin dan tanggung jawab karena kita yang salah. Jangan marah ditegur, teguran itu adalah Cahaya Masa Depan. Ingat pesan ini Tanika, Kakek sangat menyayangimu” pesan tersebut masih ada di benak Tanika.
Setelah kesadaran tersebut, Tanika mulai berusaha untuk disiplin dan Tanggung jawab karena pesan Almarhum kakeknya tersebut.
Cerpen Karangan: Hanania
Namanya Tanika, ia sangat malas pergi ke sekolah. Sering ia ditegur Guru BP agar tidak terlambat. Tapi Tanika menghiraukan perkataan Guru BP. Tanika berubah semenjak orangtuanya sering bertengkar pada larut malam. Pernah Tanika mengintip pertengkaran Ibu dan Ayahnya
“kamu ini seorang Ibu, Mikha! Kalo kamu melakukan ini, Nanti Tanika dan Fika bisa mengikuti kamu Mikha!” bentak ayah, Plaak! Satu tamparan mengenai pipi Ibunya. Tanika hanya bisa menangis dan kembali ke kamarnya.
Sebelumnya, Tanika sangat senang dengan yang namanya ke sekolah. Ia juara kelas dan salah satu murid teladan. Ia sangat disenangi guru BP. Ia tak pernah ditegur dulu oleh guru BP. Kini sebaliknya, ia terus-terusan ditegur Oleh Guru BP. Untungnya, Guru BP masih memberinya kesempatan agar bisa masuk sekolah tepat waktu karena Guru BP masih yakin kalau Tanika bisa masuk sekolah seperti dulu.
Suatu hari, Rika menjemput Tanika seperti biasa. Saat Rika datang, Tanika masih tertidur di kasurnya. Rika sudah memanggilnya berkali-kali yang membuat Tanika terbangun
“Aduhh… Rika! Nyebelin deh pagi-pagi gini dibangunin. Aku mandi dulu aja deh. Semoga gak diomelin sama Guru Cerewet itu” gerutu Tanika lalu mengambil handuk dan segera mandi.
Setelah berpakaian seragam, ia mengambil tas dan segera berangkat ke sekolah bersama Rika
“Tanika! Kamu gak sarapan?!” teriak Ibu Tanika
“Enggak Ma, aku berangkat Langsung” jawab Tanika sambil mengayuh sepedanya menuju Sekolah. Tanika sempat tertegun karena ia tak pernah sepagi ini berangkatnya. Biasanya, Rika menunggu Tanika selama 30 Menit karena Tanika susah dibangunin. Rika adalah sahabat Tanika yang selalu menunggu Tanika sampai bangun. Tapi ia tak pernah meninggalkan Tanika berangkat sendirian. Rika pernah ikut ditegur Guru BP karena terlambat 15 menit bersama Tanika, tapi ia terus menunggu Tanika.
Di sekolah, Tanika dan Rika menaruh sepeda di parkiran lalu masuk ke kelas. Tapi Guru BP sudah tepat di hadapan Mereka
“Hmmm… kalian sepertinya tidak terlambat. Baiklah, kalian boleh masuk” kata Guru BP dan kembali berpatroli ke kelas yang lain. Tanika berpikir kenapa ia sangat senang tidak terlambat. Biasanya, Tanika senang sekali terlambat karena ia mendapat pelajaran yang lebih berharga dari pelajaran yang lain. Ia masih ingat pesan Almarhum Kakeknya “Tanika, kamu jangan sedih ya kalau ditegur ataupun dimarahi. Asal kamu tahu kita itu harus bersyukur atas teguran tersebut. Sebab teguran tersebut pasti banyak hikmahnya. Coba kamu bayangkan, Guru kelasmu memarahimu dan berkata ‘Tanika, kamu saya tegur karena kamu terlambat!’ kamu harus tersenyum karena ada makna terkandung di perkataan itu. Tanika harus bisa disiplin dan tanggung jawab karena kita yang salah. Jangan marah ditegur, teguran itu adalah Cahaya Masa Depan. Ingat pesan ini Tanika, Kakek sangat menyayangimu” pesan tersebut masih ada di benak Tanika.
Setelah kesadaran tersebut, Tanika mulai berusaha untuk disiplin dan Tanggung jawab karena pesan Almarhum kakeknya tersebut.
Cerpen Karangan: Hanania
Teguran Itu Cahaya Masa Depan
4/
5
Oleh
Unknown
