Judul Cerpen Rebutan Buku
Hari senin minggu lalu cukup membuat Yunna bahagia, karena ia mendapatkan sebuah hadiah berupa tulisan sederhana atau sebuah karya yang terlahir dari seorang laki-laki kreatif yang baru-baru ini ia kenal di sekolahnya..
“Hari ini sepertinya saat yang tepat untuk mengembalikan dan membalas isi tulisan itu” Pikir yunna, kebetulan kemarin ia sengaja meminjam bukunya dan menyalin tulisannya. sengaja, agar menjadi kenang-kenangan..
Sudah menunjukan pukul 11.00 WIB Yunna sudah siap untuk berangkat ke sekolah.. Bremm.. bremm.. bremm!!! suara motor yang akan mengantarkannya menuju ke sekolah, Sepanjang jalan hatinya bergerutu “Aku sudah tidak sabar ingin segera sampai ke sekolah, apa jadinya yah kalau aku kasih langsung buku ini ke pemiliknya?” Pikirnya
Syuttt.. cekiiittt.. cekittt…
Suara rem motor yang mengantarkan yunna ke sekolah, ia sudah sampai di sekolah seperti biasa ditemani Santi sahabat dekatnya Tanpa perasaan ragu ia mengambil langkah pertamanya berjalan masuk melalui pintu utama.. Fokus tanpa lirik kanan lirik kiri. Sepanjang berjalan di koridor sekolah yunna tak juga melihatnya, cukup lama yunna berkeliling sekolah mencari Dannis tapi tak juga membuahkan hasil. “Duuhh, dimana sih dia?” Tanya yunna bergerutu kesal. “Siapa sih yang kamu cari yun, dari tadi bulak-balik keliling sekolah?!” sambung santi sambil menatap yunna yang kebingungan. “Aku lagi nyari seseorang, buat balikin buku ini” sambil menunjukan buku yang dipegangnya kepada santi..
“What? Buku apaan tuh yun?” Tanya santi
“Yaahh, masih nanya aja.. ya buku tulislah ti masa buku utang” Jawab yunna sambil bercanda
“Oooh gitu, maksud aku isinya apa sih yun, sampai sesibuk itu kamu pengen balikin buku itu!” Tanya santi semakin penasaran. Belum juga pertanyaan santi terjawab yunna berteriak “Itu dia orangnya!” sambil bergegas lari ke arah dannis. “Heyy!” teriak yunna memanggil dannis. “Heyy!” balasnya sambil memberikan senyuman manis ke arah yunna.. Dia hanya senyum-senyum gak jelas menatap yunna dari kejauhan.
Seketika dannis dan yunna bertatapan lama, santi menghampiri yunna sambil berkata, “Oh, itu orangnya yun?” Ciee.. sambil menggoda yunna yang tatapannya sedang fokus ke arah dannis. Dari arah lain datang seorang laki-laki yaitu sahabat dannis, sebut saja namanya Adit? “Hey yunna!” sambil berlari menghampiri yunna dan mendahului dannis.. Dannis terdiam sejenak saat melihat adit sahabatnya menghampiri yunna duluan.
“Eeh, kak adit? ini aku mau balikin buku yang aku pinjam” Jawab yunna sambil memberikan buku. Adit tersenyum dan langsung mengambil buku lalu perlahan membuka buku tersebut, “Oh ya kak di buku itu ada balasan dari aku buat kakak, dannis sama teman-teman kakak yang lainnya” Sahut yunna sebelum adit membuka lebar buku tersebut.
Melihat adit menghampiri yunna lebih dulu, Dannis berlari kencang ke arah mereka lalu menyambar buku yang dipegang oleh adit.
Draaakkk…
“Siniin dit itu buku gue, orang gue yang nulisnya kok!” kata dannis sambil mengambil buku dari tangan adit. “Enak aja loe! Ini buku gue, baca dong sampulnya” Jawab adit dengan suara keras. “Dia tuh ngasihnya juga mau ke gue, bukan ke loe!”. “Tapi yang duluan ngambil tuh gue” jawab adit sambil tertawa bercanda menatap wajah dannis.. Seperti layaknya anak kecil yang berebut mainan di depan seorang ade perempuan, mereka bertengkar sampai saling kejar-kejaran dan bercanda di koridor sekolah depan yunna dan santi.. Tiba-tiba terdengar suara, “Bruuuggggh”… Mereka jatuh terpeleset, Cuma gara-gara rebutan buku.. Yunna hanya tertawa geli sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah mereka.
“Ya ampuuun, mereka kaya anak kecil banget!” Sahut santi bercanda tapi sinis. “Tapi lucu juga sih” Sambung yunna senyum-senyum sambil fokus menatap mereka yang jatuh terpeleset? “What? Yunna.. yunna.. pandangan sama tatapan kamu fokus banget sih!” kata santi sambil menertawakan yunna.
Mereka penasaran kayanya sama isi buku itu, Tingkah laku mereka yang bikin geger satu sekolah sampai siswa-siswi yang lain lewat aja mendadak berhenti dan senyum-senyum aneh. mereka jadi pusat perhatian dan bahan tertawaan bahkan teman-temannya sampai bengong melihat mereka kaya gitu. Konyol bangetkaaan!? persis anak kecil…
Yunna benar-benar gak bisa tahan tawa saat melihat tingkah mereka, santi juga.
“Hahahahaha…” yunna sempat berusaha buat hentiin mereka tapi gak berhasil yang ada malah ketawa terus? Akhirnya buku itu pun didapatkan dannis dengan susah payah meskipun harus berjuang terlebih dahulu dengan cara merebutnya dari tangan adit tanpa ragu dia langsung membuka buku dan membaca isi balasan dari yunna, yang isinya:
“Dannis, cerpennya bagus.. apalagi judulnya dibuat dari namaku sendiri, makasih ya buat semuanya? aku bahagia bisa kenal sama kamu, kak Adit dan yang lainnya juga.. aku gak akan lupain kamu”
Selesai membaca isi balasan dari yunna, wajah dannis terlihat tidak senang seperti tidak menerima isi dari balasan yang ditulis yunna. Mungkin saja dia berpikir isi balasan itu biasa saja atau mungkin saja isi balasannya tidak seperti yang dia harapkan. Dannis terdiam, lalu memberikan bukunya kembali ke tangan adit “Nih buku loe!” Sambil memberikan buku ke tangan adit dan menatap ke arah yunna, lalu perlahan dia pergi melangkahkan kaki.. Adit mengambil buku itu sambil tersenyum, “Apa sih loe dan? Coba gue lihat isinya!” Ujar adit. Adit pun membuka buku tersebut dan menatap ke arah yunna sebelum membaca isinya…
Yunna terdiam melihat wajah dannis yang pergi dengan wajah yang lusuh. Lalu dia mengalihkan pandangannya ketika adit kembali menyapanya, “Oh.. ini balasannya kirain apa!” Ujar adit sambil tersenyum. “Iya kak, maaf ya singkat jawabannya” Jawab yunna merasa bersalah dan malu. “Ya udahlah gak apa-apa yunn” Jawab adit tersenyum. “Sekali lagi makasih yah kak bukunya, ya udah aku masuk kelas dulu yah” Ujar yunna, sambil perlahan pergi dan melambaikan tangan ke arah adit lalu tersenyum.. Adit membalas melambaikan tangan dengan senyuman kecil yang menyinggung di bibirnya.
Mereka pun bubar? yunna dan santi lalu berjalan menuju kelas mereka yang cukup jauh dari koridor yang sebelumnya.. yunna berjalan dengan wajah kebingungan yang penuh tanda tanya seperti sedang memikirkan sesuatu, kemudian santi memulai pembicaraan..
“Yunn, kamu kenapa? Jalannya jangan sambil ngelamun dong ntar jatuh!” Ujar santi
“Nggak.. aku gak apa-apa” jawab yunna sambil tersenyum
“Aku gak percaya kamu gak apa-apa, kamu kaya lagi mikirin sesuatu!” ujar santi kembali penuh tanya
“Ti.. sebenarnya aku lagi mikirin sesuatu nih soal tadi, kayanya dannis gak suka deh sama balasan yang aku tulis di buku itu.. Menurut kamu aku salah gak sih nulis kaya gitu?” jawab yunna curhat
“Emangnya apa yang kamu tulis di buku itu?” Tanya santi. “Yaa, intinya aku Cuma ngucapin makasih aja ti” jawab yunna cemberut. “Kalau menurut aku sih wajar-wajar aja tuh balasannya gak ada yang aneh dan gak harus dipikirin yunn” ujar santi menenangkan yunna. “Tapi aku ngerasa ada yang aneh ti pas tadi lihat ekspresi wajahnya!” jawab yunna meyakinkan santi. “Aduuh, udah deh yunn.. mungkin itu Cuma perasaan kamu aja, udah ah buruan jalannya entar kita telat masuk kelas lagi!” Jawab santi sambil menarik tangan yunna.
Sesampainya di kelas, yunna segera duduk dan menaruh tas di atas mejanya.. kemudian dia masih dengan wajah bingung yang bertanya-tanya.. dia merasa ada yang aneh dengan sikap dannis tadi, “Apa mungkin yah sikapnya tadi karena mengharapkan jawaban yang spesial dari aku?” atau “apa dia ingin aku membalasnya kembali dengan cerpen yang memakai nama dia sebagai judulnya?” atau “Apa siihhh ya tuhaaaan!” Yunna tiba-tiba berteriak. “Uuh pusiiinggg!”
“Yunna, apa sih kamu teriak-teriak!” ujar santi sambil duduk di samping yunna. “Aku masih mikirin yang tadi ti, penasaran nih sama sikap dia yang tadi” jawab yunna terheran-heran. “Ahhh.. aku tau! Kamu pasti suka kan sama cowok yang tadi?” tanya santi sambil menggoda yunna. “WHAT? Apa sih kamu asal jeplak aja deh!” jawab yunna kesal. “Abisnya kamu dari tadi yang dipikirin dia terus sih (Hahaha)!” jawab santi tertawa. “Ahh ngawur kamu ti!” ujar yunna.
Yunna kembali terdiam dan senyum-senyum sendiri gak jelas, sepertinya dia sedang membayangkan sesuatu atau dia memang benar sedang berkhayal.. “Woyy.. yunn kamu kesambet yah?” tanya santi. “Nggak ih!” jawab yunna tertawa.. yunna pun kembali bercerita kepada santi maklumlah remaja yang lagi kasmaran berat
“Eeeh ti, tapi tadi tuh lucu juga yah.. Aku benar-benar gak nyangka mereka sampai segitunya rebutan buku yang dikasih dari aku, Apalagi saat mereka jatuh terpeleset barengan yang akhirnya bukunya didapetin dannis” Ujar yunna curhat sambil senyum-senyum. “Ah.. kamu yunn? iya aku juga sampai ketawa melihat tingkah mereka!” jawab santi. “Terus.. terus ti apalagi yang pas dannis buka dan baca isi buku itu dia langsung bengong dan ekspresi wajahnya kacau banget!” Hahahahaha! Ujar yunna melanjutkan ceritanya sambil tertawa geli. “Hahaha, iya yunn.. eh aku tau kenapa dia kaya gitu yunn!” kata santi. “Kenapa emang ti?” tanya yunna penasaran. “Dia tuh maunya kamu balasnya dengan kata-kata cinta gituuu yang alay-alay tapi semuanya tidak seperti yang dia harapkan makanya pas beres baca balasan itu dia langsung pergi dan ekspresi wajahnya itu lho yang kusut kaya kertas yang abis dilecek-lecek!” Jawab santi sambil tertawa terbahak-bahak bercanda. “Hahaha.. mungkin juga sih ti? atau mungkin dia merasa perjuangannya sia-sia kali yah!” ujar yunna. “Maksud kamu yunn?” tanya santi bingung. “Iya sia-sia, dia kan udah susah payah rebut buku itu dari tangan kak adit tapi sampai harus jatuh terpeleset segala, tapi pas bukunya udah dia dapetin terus dia baca isinya malah biasa aja.. dia merasa tertipu!” Jawab yunna menjelaskan.
“Yaaa, bisa aja kaya gitu yunn!?” jawab santi simple. “Ya udahlah ti, kita belajar yuk cape aku dari tadi ketawa-ketawa gak jelas Cuma gara-gara dua laki-laki yang kekanak-kanakan” Ajak yunna. “Yuk yunn!” jawab santi.
Hari itu yunna merasa bahagia, meskipun sebelumnya dia dibingungkan dengan sikap dannis yang penuh tanda tanya.. Tapi walaupun seperti itu, kejadian siang tadi telah membuatnya tersenyum lepas ceria karena melihat tingkah laku dua anak laki-laki yang cukup menghiburnya dan memberikan kenangan tersendiri bagi yunna yang tidak akan pernah dia lupakan sampai kapanpun?
“Thanks for you Dannis and Adit..”
END
Cerpen Karangan: Yenni R
Blog: yennirahmawatii.blogspot.com
Hari senin minggu lalu cukup membuat Yunna bahagia, karena ia mendapatkan sebuah hadiah berupa tulisan sederhana atau sebuah karya yang terlahir dari seorang laki-laki kreatif yang baru-baru ini ia kenal di sekolahnya..
“Hari ini sepertinya saat yang tepat untuk mengembalikan dan membalas isi tulisan itu” Pikir yunna, kebetulan kemarin ia sengaja meminjam bukunya dan menyalin tulisannya. sengaja, agar menjadi kenang-kenangan..
Sudah menunjukan pukul 11.00 WIB Yunna sudah siap untuk berangkat ke sekolah.. Bremm.. bremm.. bremm!!! suara motor yang akan mengantarkannya menuju ke sekolah, Sepanjang jalan hatinya bergerutu “Aku sudah tidak sabar ingin segera sampai ke sekolah, apa jadinya yah kalau aku kasih langsung buku ini ke pemiliknya?” Pikirnya
Syuttt.. cekiiittt.. cekittt…
Suara rem motor yang mengantarkan yunna ke sekolah, ia sudah sampai di sekolah seperti biasa ditemani Santi sahabat dekatnya Tanpa perasaan ragu ia mengambil langkah pertamanya berjalan masuk melalui pintu utama.. Fokus tanpa lirik kanan lirik kiri. Sepanjang berjalan di koridor sekolah yunna tak juga melihatnya, cukup lama yunna berkeliling sekolah mencari Dannis tapi tak juga membuahkan hasil. “Duuhh, dimana sih dia?” Tanya yunna bergerutu kesal. “Siapa sih yang kamu cari yun, dari tadi bulak-balik keliling sekolah?!” sambung santi sambil menatap yunna yang kebingungan. “Aku lagi nyari seseorang, buat balikin buku ini” sambil menunjukan buku yang dipegangnya kepada santi..
“What? Buku apaan tuh yun?” Tanya santi
“Yaahh, masih nanya aja.. ya buku tulislah ti masa buku utang” Jawab yunna sambil bercanda
“Oooh gitu, maksud aku isinya apa sih yun, sampai sesibuk itu kamu pengen balikin buku itu!” Tanya santi semakin penasaran. Belum juga pertanyaan santi terjawab yunna berteriak “Itu dia orangnya!” sambil bergegas lari ke arah dannis. “Heyy!” teriak yunna memanggil dannis. “Heyy!” balasnya sambil memberikan senyuman manis ke arah yunna.. Dia hanya senyum-senyum gak jelas menatap yunna dari kejauhan.
Seketika dannis dan yunna bertatapan lama, santi menghampiri yunna sambil berkata, “Oh, itu orangnya yun?” Ciee.. sambil menggoda yunna yang tatapannya sedang fokus ke arah dannis. Dari arah lain datang seorang laki-laki yaitu sahabat dannis, sebut saja namanya Adit? “Hey yunna!” sambil berlari menghampiri yunna dan mendahului dannis.. Dannis terdiam sejenak saat melihat adit sahabatnya menghampiri yunna duluan.
“Eeh, kak adit? ini aku mau balikin buku yang aku pinjam” Jawab yunna sambil memberikan buku. Adit tersenyum dan langsung mengambil buku lalu perlahan membuka buku tersebut, “Oh ya kak di buku itu ada balasan dari aku buat kakak, dannis sama teman-teman kakak yang lainnya” Sahut yunna sebelum adit membuka lebar buku tersebut.
Melihat adit menghampiri yunna lebih dulu, Dannis berlari kencang ke arah mereka lalu menyambar buku yang dipegang oleh adit.
Draaakkk…
“Siniin dit itu buku gue, orang gue yang nulisnya kok!” kata dannis sambil mengambil buku dari tangan adit. “Enak aja loe! Ini buku gue, baca dong sampulnya” Jawab adit dengan suara keras. “Dia tuh ngasihnya juga mau ke gue, bukan ke loe!”. “Tapi yang duluan ngambil tuh gue” jawab adit sambil tertawa bercanda menatap wajah dannis.. Seperti layaknya anak kecil yang berebut mainan di depan seorang ade perempuan, mereka bertengkar sampai saling kejar-kejaran dan bercanda di koridor sekolah depan yunna dan santi.. Tiba-tiba terdengar suara, “Bruuuggggh”… Mereka jatuh terpeleset, Cuma gara-gara rebutan buku.. Yunna hanya tertawa geli sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah mereka.
“Ya ampuuun, mereka kaya anak kecil banget!” Sahut santi bercanda tapi sinis. “Tapi lucu juga sih” Sambung yunna senyum-senyum sambil fokus menatap mereka yang jatuh terpeleset? “What? Yunna.. yunna.. pandangan sama tatapan kamu fokus banget sih!” kata santi sambil menertawakan yunna.
Mereka penasaran kayanya sama isi buku itu, Tingkah laku mereka yang bikin geger satu sekolah sampai siswa-siswi yang lain lewat aja mendadak berhenti dan senyum-senyum aneh. mereka jadi pusat perhatian dan bahan tertawaan bahkan teman-temannya sampai bengong melihat mereka kaya gitu. Konyol bangetkaaan!? persis anak kecil…
Yunna benar-benar gak bisa tahan tawa saat melihat tingkah mereka, santi juga.
“Hahahahaha…” yunna sempat berusaha buat hentiin mereka tapi gak berhasil yang ada malah ketawa terus? Akhirnya buku itu pun didapatkan dannis dengan susah payah meskipun harus berjuang terlebih dahulu dengan cara merebutnya dari tangan adit tanpa ragu dia langsung membuka buku dan membaca isi balasan dari yunna, yang isinya:
“Dannis, cerpennya bagus.. apalagi judulnya dibuat dari namaku sendiri, makasih ya buat semuanya? aku bahagia bisa kenal sama kamu, kak Adit dan yang lainnya juga.. aku gak akan lupain kamu”
Selesai membaca isi balasan dari yunna, wajah dannis terlihat tidak senang seperti tidak menerima isi dari balasan yang ditulis yunna. Mungkin saja dia berpikir isi balasan itu biasa saja atau mungkin saja isi balasannya tidak seperti yang dia harapkan. Dannis terdiam, lalu memberikan bukunya kembali ke tangan adit “Nih buku loe!” Sambil memberikan buku ke tangan adit dan menatap ke arah yunna, lalu perlahan dia pergi melangkahkan kaki.. Adit mengambil buku itu sambil tersenyum, “Apa sih loe dan? Coba gue lihat isinya!” Ujar adit. Adit pun membuka buku tersebut dan menatap ke arah yunna sebelum membaca isinya…
Yunna terdiam melihat wajah dannis yang pergi dengan wajah yang lusuh. Lalu dia mengalihkan pandangannya ketika adit kembali menyapanya, “Oh.. ini balasannya kirain apa!” Ujar adit sambil tersenyum. “Iya kak, maaf ya singkat jawabannya” Jawab yunna merasa bersalah dan malu. “Ya udahlah gak apa-apa yunn” Jawab adit tersenyum. “Sekali lagi makasih yah kak bukunya, ya udah aku masuk kelas dulu yah” Ujar yunna, sambil perlahan pergi dan melambaikan tangan ke arah adit lalu tersenyum.. Adit membalas melambaikan tangan dengan senyuman kecil yang menyinggung di bibirnya.
Mereka pun bubar? yunna dan santi lalu berjalan menuju kelas mereka yang cukup jauh dari koridor yang sebelumnya.. yunna berjalan dengan wajah kebingungan yang penuh tanda tanya seperti sedang memikirkan sesuatu, kemudian santi memulai pembicaraan..
“Yunn, kamu kenapa? Jalannya jangan sambil ngelamun dong ntar jatuh!” Ujar santi
“Nggak.. aku gak apa-apa” jawab yunna sambil tersenyum
“Aku gak percaya kamu gak apa-apa, kamu kaya lagi mikirin sesuatu!” ujar santi kembali penuh tanya
“Ti.. sebenarnya aku lagi mikirin sesuatu nih soal tadi, kayanya dannis gak suka deh sama balasan yang aku tulis di buku itu.. Menurut kamu aku salah gak sih nulis kaya gitu?” jawab yunna curhat
“Emangnya apa yang kamu tulis di buku itu?” Tanya santi. “Yaa, intinya aku Cuma ngucapin makasih aja ti” jawab yunna cemberut. “Kalau menurut aku sih wajar-wajar aja tuh balasannya gak ada yang aneh dan gak harus dipikirin yunn” ujar santi menenangkan yunna. “Tapi aku ngerasa ada yang aneh ti pas tadi lihat ekspresi wajahnya!” jawab yunna meyakinkan santi. “Aduuh, udah deh yunn.. mungkin itu Cuma perasaan kamu aja, udah ah buruan jalannya entar kita telat masuk kelas lagi!” Jawab santi sambil menarik tangan yunna.
Sesampainya di kelas, yunna segera duduk dan menaruh tas di atas mejanya.. kemudian dia masih dengan wajah bingung yang bertanya-tanya.. dia merasa ada yang aneh dengan sikap dannis tadi, “Apa mungkin yah sikapnya tadi karena mengharapkan jawaban yang spesial dari aku?” atau “apa dia ingin aku membalasnya kembali dengan cerpen yang memakai nama dia sebagai judulnya?” atau “Apa siihhh ya tuhaaaan!” Yunna tiba-tiba berteriak. “Uuh pusiiinggg!”
“Yunna, apa sih kamu teriak-teriak!” ujar santi sambil duduk di samping yunna. “Aku masih mikirin yang tadi ti, penasaran nih sama sikap dia yang tadi” jawab yunna terheran-heran. “Ahhh.. aku tau! Kamu pasti suka kan sama cowok yang tadi?” tanya santi sambil menggoda yunna. “WHAT? Apa sih kamu asal jeplak aja deh!” jawab yunna kesal. “Abisnya kamu dari tadi yang dipikirin dia terus sih (Hahaha)!” jawab santi tertawa. “Ahh ngawur kamu ti!” ujar yunna.
Yunna kembali terdiam dan senyum-senyum sendiri gak jelas, sepertinya dia sedang membayangkan sesuatu atau dia memang benar sedang berkhayal.. “Woyy.. yunn kamu kesambet yah?” tanya santi. “Nggak ih!” jawab yunna tertawa.. yunna pun kembali bercerita kepada santi maklumlah remaja yang lagi kasmaran berat
“Eeeh ti, tapi tadi tuh lucu juga yah.. Aku benar-benar gak nyangka mereka sampai segitunya rebutan buku yang dikasih dari aku, Apalagi saat mereka jatuh terpeleset barengan yang akhirnya bukunya didapetin dannis” Ujar yunna curhat sambil senyum-senyum. “Ah.. kamu yunn? iya aku juga sampai ketawa melihat tingkah mereka!” jawab santi. “Terus.. terus ti apalagi yang pas dannis buka dan baca isi buku itu dia langsung bengong dan ekspresi wajahnya kacau banget!” Hahahahaha! Ujar yunna melanjutkan ceritanya sambil tertawa geli. “Hahaha, iya yunn.. eh aku tau kenapa dia kaya gitu yunn!” kata santi. “Kenapa emang ti?” tanya yunna penasaran. “Dia tuh maunya kamu balasnya dengan kata-kata cinta gituuu yang alay-alay tapi semuanya tidak seperti yang dia harapkan makanya pas beres baca balasan itu dia langsung pergi dan ekspresi wajahnya itu lho yang kusut kaya kertas yang abis dilecek-lecek!” Jawab santi sambil tertawa terbahak-bahak bercanda. “Hahaha.. mungkin juga sih ti? atau mungkin dia merasa perjuangannya sia-sia kali yah!” ujar yunna. “Maksud kamu yunn?” tanya santi bingung. “Iya sia-sia, dia kan udah susah payah rebut buku itu dari tangan kak adit tapi sampai harus jatuh terpeleset segala, tapi pas bukunya udah dia dapetin terus dia baca isinya malah biasa aja.. dia merasa tertipu!” Jawab yunna menjelaskan.
“Yaaa, bisa aja kaya gitu yunn!?” jawab santi simple. “Ya udahlah ti, kita belajar yuk cape aku dari tadi ketawa-ketawa gak jelas Cuma gara-gara dua laki-laki yang kekanak-kanakan” Ajak yunna. “Yuk yunn!” jawab santi.
Hari itu yunna merasa bahagia, meskipun sebelumnya dia dibingungkan dengan sikap dannis yang penuh tanda tanya.. Tapi walaupun seperti itu, kejadian siang tadi telah membuatnya tersenyum lepas ceria karena melihat tingkah laku dua anak laki-laki yang cukup menghiburnya dan memberikan kenangan tersendiri bagi yunna yang tidak akan pernah dia lupakan sampai kapanpun?
“Thanks for you Dannis and Adit..”
END
Cerpen Karangan: Yenni R
Blog: yennirahmawatii.blogspot.com
Rebutan Buku
4/
5
Oleh
Unknown
