Judul Cerpen Forgive Your Stupid Detective
12 Oktober 2016
Ia hanya bisa menangis. Menangis. Dan menangis. Menangis di pundak sang pujaan hati, seorang detektif terkenal, detektif terhebat dari timur. Ia bekerja sama dengan detektif Osaka yang sering datang mengunjungi. Hattori Heiji.
‘Kudo Shinichi’ demikianlah namanya.
Siapa gadis yang menangis? Ia bernama Mouri Ran.
Mereka bisa dikatakan TTM alias teman tapi mesra. Mereka memang saling mencintai, tapi… rasa malu menyelimuti hati mereka. Dan kata “Tidak”, “Jangan” yang selalu muncul saat itu.
Setelah seorang, yaa.. bisa dikatakan Ilmuwan berbakat berhasil menciptakan antidote, atau ramuan penyembuh dari ramuan penyusut tubuh yang dibuat oleh dirinya sendiri. Ia bernama Miyano Shiho, nama aslinya. “Haibara Ai” namanya saat menyusut.
“Kau darimana saja? Shinichi.. aku selalu mengkhawatirkanmu, menangis Shinichi, menangis…” ucap Ran, lemah. Walaupun juara karate setokyo, ia kuat, tegar. Tetapi, kalau sampai ada Shinichi, semua berbeda. Everything is different with you.
“Tenanglah. Ayo tenangkan dirimu, Ran.” hanya itu yang bisa diucapkan.
“Apa yang kau lakukan selama kepergianmu? Detektif Bodoh!” Kata Ran masih menangis.
“Aku mungkin tidak memikirkan perasaanmu, Ran. Tapi kau salah, aku… aku menyukaimu Ran, mencintainu dengan sepenuh hatiku, maafkan detektif bodoh ini, Ran.” Jelasnya.
“Shinichi..” “Aishiteru”
Apa yang barusan Shinichi dapat? Apakah… penerimaan perasaan? Apakah Ran menerimanya? Apakah Ran mencintainya balik? Apakah Ran masih marah? Apakah Ran masih sedih? Apakah Ran masih menangis? Apakah Ran masih terluka?
‘Ah pusing sekali” batin Shinichi
14 Februari 2016
“Sayang, kamu membuat cokelat?” Tanya Shinichi manis, saat di taman.
“T-tidak. A-a.. aku t-tidak membuatnya. Sungguh” jawab Ran terbata bata. Ia hanya malu, cokelat Valentine pertama.
Shinichi tersenyum dengan senyum khasnya. Membuat semprotan merah di pipi Ran muncul.
“Oh-ya? Ran? Aku mau pinjam Smartphone, ya.” Tanya Shinichi.
“Yaa. Ambil di tasku.” Jawab Ran “Eeh tunggu, jangan!”
Terlambat, bukannya Smartphone, Shinichi menemukan cokelat dengan kartu “Semoga Hubungan Kita Langgeng, ya. Shinichi! My beloved Detective”
Wajah Ran dipenuhi warna merah.
“Makasih, ya.” “Aku boleh tahu tokonya?”
“Aku membuatnya sendiri.”
“Manis, ya.”
“Tapi, kurasa bibir mungil itu lebih manis untuk Valentine pertama ini.”
Pertama, Ran masih takut, rasa malu menyelimuti hatinya.
‘Aku, harus melalukannya.’ Batin Ran.
Cup
“Arigato-nee, Ran.”
17 April, 2016.
Sebuah pernikahan mewah dilaksanakan. Dihadiri oleh para penegak hukum, pemerintah, dan keluarga.
Mouri Ran & Kudo Shinichi
Demikianlah tulisan di pintu depan gedung itu.
“Apakah anda, Kudo Shinichi, menerima Mouri Ran sebagai istri anda, dan tetap saling menyayangi dalam suka maupun duka?”
“Ya.”
“Apakah anda, Mouri Ran, menerima Kudo Shinichi sebagai suami anda, dan tetap saling menyayangi dalam suka maupun duka?”
“Ya.”
“Saya katakan, Mouri Ran dan Kudo Shinichi, suami istri.”
Kudo Yukiko menangis haru. Begitu juga dengan Kisaki Eri.
16 September 2018
“Edogawa Conan.” Sebut Ran
“Eh apa?”
“Aku merindukanmu dalam sosok imut itu, Shinichi. Aku sudah tahu.”
Lagi lagi, para Ibu menangis. Yaelah
“Conan, jadi anak yang baik yaaa! Lalu usahakan wajahmu mirip Conan yang pertama ya, Conan! Hihihi!”
Seisi ruangan tertawa atas doa Ran untuk anak itu.
“Nah, kamu juga harus jadi detektif, atau setidaknya pintar menyelidiki sesuatu. Ya kan? Inspektur Megure?”
Lagi lagi, seisi ruangan tertawa.
Anak dari sepasang pasangan. Diharapkan hidup bahagia. Selamanya.
Fin
Cerpen Karangan: Pearl Nafeesa
Facebook: Pearl Nafeesa
12 Oktober 2016
Ia hanya bisa menangis. Menangis. Dan menangis. Menangis di pundak sang pujaan hati, seorang detektif terkenal, detektif terhebat dari timur. Ia bekerja sama dengan detektif Osaka yang sering datang mengunjungi. Hattori Heiji.
‘Kudo Shinichi’ demikianlah namanya.
Siapa gadis yang menangis? Ia bernama Mouri Ran.
Mereka bisa dikatakan TTM alias teman tapi mesra. Mereka memang saling mencintai, tapi… rasa malu menyelimuti hati mereka. Dan kata “Tidak”, “Jangan” yang selalu muncul saat itu.
Setelah seorang, yaa.. bisa dikatakan Ilmuwan berbakat berhasil menciptakan antidote, atau ramuan penyembuh dari ramuan penyusut tubuh yang dibuat oleh dirinya sendiri. Ia bernama Miyano Shiho, nama aslinya. “Haibara Ai” namanya saat menyusut.
“Kau darimana saja? Shinichi.. aku selalu mengkhawatirkanmu, menangis Shinichi, menangis…” ucap Ran, lemah. Walaupun juara karate setokyo, ia kuat, tegar. Tetapi, kalau sampai ada Shinichi, semua berbeda. Everything is different with you.
“Tenanglah. Ayo tenangkan dirimu, Ran.” hanya itu yang bisa diucapkan.
“Apa yang kau lakukan selama kepergianmu? Detektif Bodoh!” Kata Ran masih menangis.
“Aku mungkin tidak memikirkan perasaanmu, Ran. Tapi kau salah, aku… aku menyukaimu Ran, mencintainu dengan sepenuh hatiku, maafkan detektif bodoh ini, Ran.” Jelasnya.
“Shinichi..” “Aishiteru”
Apa yang barusan Shinichi dapat? Apakah… penerimaan perasaan? Apakah Ran menerimanya? Apakah Ran mencintainya balik? Apakah Ran masih marah? Apakah Ran masih sedih? Apakah Ran masih menangis? Apakah Ran masih terluka?
‘Ah pusing sekali” batin Shinichi
14 Februari 2016
“Sayang, kamu membuat cokelat?” Tanya Shinichi manis, saat di taman.
“T-tidak. A-a.. aku t-tidak membuatnya. Sungguh” jawab Ran terbata bata. Ia hanya malu, cokelat Valentine pertama.
Shinichi tersenyum dengan senyum khasnya. Membuat semprotan merah di pipi Ran muncul.
“Oh-ya? Ran? Aku mau pinjam Smartphone, ya.” Tanya Shinichi.
“Yaa. Ambil di tasku.” Jawab Ran “Eeh tunggu, jangan!”
Terlambat, bukannya Smartphone, Shinichi menemukan cokelat dengan kartu “Semoga Hubungan Kita Langgeng, ya. Shinichi! My beloved Detective”
Wajah Ran dipenuhi warna merah.
“Makasih, ya.” “Aku boleh tahu tokonya?”
“Aku membuatnya sendiri.”
“Manis, ya.”
“Tapi, kurasa bibir mungil itu lebih manis untuk Valentine pertama ini.”
Pertama, Ran masih takut, rasa malu menyelimuti hatinya.
‘Aku, harus melalukannya.’ Batin Ran.
Cup
“Arigato-nee, Ran.”
17 April, 2016.
Sebuah pernikahan mewah dilaksanakan. Dihadiri oleh para penegak hukum, pemerintah, dan keluarga.
Mouri Ran & Kudo Shinichi
Demikianlah tulisan di pintu depan gedung itu.
“Apakah anda, Kudo Shinichi, menerima Mouri Ran sebagai istri anda, dan tetap saling menyayangi dalam suka maupun duka?”
“Ya.”
“Apakah anda, Mouri Ran, menerima Kudo Shinichi sebagai suami anda, dan tetap saling menyayangi dalam suka maupun duka?”
“Ya.”
“Saya katakan, Mouri Ran dan Kudo Shinichi, suami istri.”
Kudo Yukiko menangis haru. Begitu juga dengan Kisaki Eri.
16 September 2018
“Edogawa Conan.” Sebut Ran
“Eh apa?”
“Aku merindukanmu dalam sosok imut itu, Shinichi. Aku sudah tahu.”
Lagi lagi, para Ibu menangis. Yaelah
“Conan, jadi anak yang baik yaaa! Lalu usahakan wajahmu mirip Conan yang pertama ya, Conan! Hihihi!”
Seisi ruangan tertawa atas doa Ran untuk anak itu.
“Nah, kamu juga harus jadi detektif, atau setidaknya pintar menyelidiki sesuatu. Ya kan? Inspektur Megure?”
Lagi lagi, seisi ruangan tertawa.
Anak dari sepasang pasangan. Diharapkan hidup bahagia. Selamanya.
Fin
Cerpen Karangan: Pearl Nafeesa
Facebook: Pearl Nafeesa
Forgive Your Stupid Detective
4/
5
Oleh
Unknown
