Judul Cerpen Salah Memvonis
Hari ini joni, Ahmad, Sita dan Ayu sedang belajar kelompok di rumah Rahayu. Tugasnya adalah membuat boneka. Bagian yang membawa gunting yaitu Sita, yang membawa kain flanel Ayu, alat jahit yaitu Rahayu selaku ketua kelompok.
Kebetulan, keadaan rumah kosong ayah, ibu dan adik Rahayu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan adik Rahayu yang sakit perut karena keracunan makanan di sekolah. Adik Rahayu dibawa ke rumah sakit Sekar Mekar.
Ketika pemeriksaan adik Rahayu menangis kesakitan. Ibu dan ayah menunggu di luar ruangan ibu cemas karena mendengar suara tangisan anaknya. Ketika dokter ke luar, ibu langsung bertanya “gimana dok keadaan anak saya?”
“Maaf anak ibu tidak bisa saya tolong. Anak ibu mengidap penyakit maag akut anak ibu harus menginap untuk beberapa hari dan anak ibu…” jawab dokter
“kenapa dok?” Ibu makin cemas
Setelah itu dokter menjawab “masa hidupnya tinggal 3 minggu lagi
“apa!!!” Ibu pun teriak histeris, adik Rahayu mendengar teriakan ibunya. Adik pun kebingungan akhirnya ke luar “ada apa bu?” Ia bertanya sambil memegang perutnya, ibu tidak berkata apa apa, ia langsung menggendong adik dan langsung pergi ke kasir dan bergegas pulang.
Setelah sampai di rumah adik Rahayu mengulang pertanyaan ibu terpaksa jujur “kata dokter kamu divonis masa hidupmu tinggal 3 minggu lagi”
Rahayu yang berada di kamar mandi mendengarnya “yang bener bu?” “Ya sudah gak apa apa kok bu mungkin ini sudah takdir tuhan” jawab adik dengan pasrah padahal dalam hati adik Rahayu tidak mau meninggal pada masa mudanya.
3 minggu terlampaui dan ternyata adik Rahayu tidak jadi meninggal dunia ia masih tetap segar bugar, keluarga dan teman-teman senang mendengarnya tetapi.. adik Rahayu masih tetap kontrol.
Cerpen Karangan: Kesi Kaila Putri Cahyani
Hari ini joni, Ahmad, Sita dan Ayu sedang belajar kelompok di rumah Rahayu. Tugasnya adalah membuat boneka. Bagian yang membawa gunting yaitu Sita, yang membawa kain flanel Ayu, alat jahit yaitu Rahayu selaku ketua kelompok.
Kebetulan, keadaan rumah kosong ayah, ibu dan adik Rahayu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan adik Rahayu yang sakit perut karena keracunan makanan di sekolah. Adik Rahayu dibawa ke rumah sakit Sekar Mekar.
Ketika pemeriksaan adik Rahayu menangis kesakitan. Ibu dan ayah menunggu di luar ruangan ibu cemas karena mendengar suara tangisan anaknya. Ketika dokter ke luar, ibu langsung bertanya “gimana dok keadaan anak saya?”
“Maaf anak ibu tidak bisa saya tolong. Anak ibu mengidap penyakit maag akut anak ibu harus menginap untuk beberapa hari dan anak ibu…” jawab dokter
“kenapa dok?” Ibu makin cemas
Setelah itu dokter menjawab “masa hidupnya tinggal 3 minggu lagi
“apa!!!” Ibu pun teriak histeris, adik Rahayu mendengar teriakan ibunya. Adik pun kebingungan akhirnya ke luar “ada apa bu?” Ia bertanya sambil memegang perutnya, ibu tidak berkata apa apa, ia langsung menggendong adik dan langsung pergi ke kasir dan bergegas pulang.
Setelah sampai di rumah adik Rahayu mengulang pertanyaan ibu terpaksa jujur “kata dokter kamu divonis masa hidupmu tinggal 3 minggu lagi”
Rahayu yang berada di kamar mandi mendengarnya “yang bener bu?” “Ya sudah gak apa apa kok bu mungkin ini sudah takdir tuhan” jawab adik dengan pasrah padahal dalam hati adik Rahayu tidak mau meninggal pada masa mudanya.
3 minggu terlampaui dan ternyata adik Rahayu tidak jadi meninggal dunia ia masih tetap segar bugar, keluarga dan teman-teman senang mendengarnya tetapi.. adik Rahayu masih tetap kontrol.
Cerpen Karangan: Kesi Kaila Putri Cahyani
Salah Memvonis
4/
5
Oleh
Unknown
