Judul Cerpen Kakak Osisku Pacarku
Hoaaamm!! Aku menguap sangat lebar pagi ini. Perkenalkan, namaku Zaskia Agha. Teman teman sering memanggilku Zaskia.
Hari ini, hari pertamaku masuk ke SMP. Alhamdulillah, aku masuk SMP negeri.
Sesampainya di sekolah, aku mencari namaku di setiap jendela di ruangan kelas 7. Hmm.. Ternyata, aku masuk kelas 7 F. Aku masuk ke dalam kelas yang sudah penuh dengan murid baru dan akan menjadi temanku selama 3 tahun.
Ting.. Tong..
Bel sekolah tanda masuk kelas berbunyi setelah aku duduk di samping anak perempuan yang bernama Devi.
Tak lama kemudian, 3 kakak osis datang ke kelas. Semua anak perempuan berbisik satu sama lain tentang ketampanan dua laki laki yang menjadi pengurus osis dan masuk ke dalam kelas 7 F
“Dek, sebelum kita mulai kegiatan hari ini. Marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing masing” kata salah satu kakak osis
Usai berdoa, kakak kakak osis mengabsen satu persatu kehadiran siswa.
Kemudian, seorang kakak osis laki laki yang berkulit hitam tetapi manis masuk ke dalam kelas. itu sangat mencuri perhatianku
Dia maju ke depan kelas,
“Adek adek. Perkenalkan, nama saya Abdi Agha Setiawan. Kalian bisa memanggil saya kak Agha” katanya memperkenalkan diri. Hmm.. Namanya ada di bagian namaku. Aku menjadi tersenyum sendiri melihat kak Agha “Dek. Ini, ada edaran dan harus dikumpulkan besok. Bisa dimengerti?” lanjutnya
“Bisa kak” jawab anak anak serempak. Kak Agha membagikan edaran itu ke satu persatu siswa. Sampai akhirnya, dia sampai di bangkuku. Aku tidak sengaja membuat kak Agha tersandung kakiku
“Eh maaf dek” katanya
“Maaf kak” kataku. Kedua kata itu, terucap dari bibir kita berdua secara bersamaan. Jantungku berdegup kencang saat itu. Aku tak mampu melihat ketampanan wajah kak Agha. Dan kak Agha, Hanya menatapku dengan matanya yang indah
“Hei Agha! Rupanya.. Setelah ini kau akan punya pacar adik kelas ya” goda kak bahar. Dia adalah salah satu kakak osis yang menjadi pendamping kelas 7-F
“Cieeee” semua anak menyorak i kami berdua. Hmm.. Aku menutup wajahku yang sedang tersenyum malu disana.
“Hei Bahar! Ini gak sengaja tahu!” kata kak Agha kesal. Kemudian, kak Agha melanjutkan membagikan edaran ke bangkuku dan ke bangku selanjutnya
Bel sekolah berbunyi. Kelas kami, kelas 7-F dipimpin berdo’a oleh kak Stevy, dia juga salah satu pengurus osis yang mendampingi kelasku. Usai berdoa, kita berhamburan keluar kelas. Semua anak terburu buru untuk ke luar kelas seperti dikejar anjing. Mereka saling dorong dorongan. Sedangkan aku, hanya santai di belakang mereka
“Dek!” panggil kak Agha yang tak tau panggilannya dituju pada siapa. Mungkin, bukan padaku. Batinku. Aku, merasa kak agha bukan memanggilku. Aku melanjutkan jalanku “Dek!” Panggil kak agha lagi. Kali ini dia menghampiri anak yang dipanggilnya
Dia memegang tanganku dan menghampiriku. Dug! Jantungku serasa berhenti pada saat itu juga.
“Dek.. Kamu dipanggil dari tadi kok gak nyahut sih? Sombongnya adik kelasku ini” kata kak agha, sambil mendongakkan wajahku ke arahnya
“Lho kak! Tak kirain kakak gak manggil aku” jawabku dengan malu malu
“Gha! Lanjutkan ya! Aku, Stevy sama Ali mau ke luar dulu” kata kak bahar. Hmm.. Sebenernya aku tak tau apa maksud kak bahar
Kak Agha melirik jam tangannya “Astaga! Aku harus menemui kepala sekolah saat ini” kata kak agha “Dek. Aku mau bilang hal penting ke kamu. Tapi, waktunya gak memungkinkan. Dan, aku minta pinmu aja ya” lanjut kak agha sambil mengeluarkan handpone di saku celananya. Aku mengucapkan pin bb ku sampai selesai
“Udah ya dek! Nanti pulang sekolah aku bbm kamu” katanya sambil ke luar kelas. Aku mengangguk dan kemudian berjalan ke luar kelas. Aku berhenti sejenak di depan ruang 7-D . Aku berbalik melihat kak agha, dia berjalan di kantin dan bukannya di ruang kepala sekolah. Kini, aku mengerti. Dia berbohong hanya untuk mendapatkan pin ku. Apa dia menyukaiku? Aku bertanya tanya pada dalam hatiku. 3 detik kemudian aku meloncat kegirangan
Sesampainya di rumah, aku menaruh tasku di kamar. Kemudian, aku ke luar untuk makan siang bersama keluargaku
Usai makan, aku mengganti seragamku. Kemudian, aku membaca novel karya Ilana Tan. 1 jam aku membaca novel itu. Kemudian, aku teringat kakak osis yang bernama kak agha itu. Aku bisa membayangkan wajahnya saat itu. Aku, teringat detik detik saat dia tersandung kakiku. Aku teringat detik detik saat dia memegang tanganku dan meminta pin bb ku
Ouh! Kak agha akan bbm aku sepulang sekolahnya. Aku langsung bergegas mengambil handponeku dan menyalakannya. Kak agha berulang kali bbm aku, nge-ping aku. Dan meneleponku lewat bbm. Aku merasa tidak enak padanya karena mengabaikannya. Aku melihat status kak agha ‘Off bbm. Untuk yang penting silahkan telepon or sms di nomor 081245XXXXXX’
Aku ke luar kamar sejenak, melihat orang yang berada di sekitar kamarku. Rupanya tidak ada orang di sekitar kamarku, papa dan mama pasti ke luar untuk menjahitkan seragam smpku. Aku masuk kembali ke kamar dan menelepon kak agha
Tuutt.. Tuut.. Tuuut.. Bunyi itu terdengar sangat lama di telingaku.
“Halo kak” kataku secepatnya saat teleponnya tersambung
“Halo. Ini siapa?”
“Ini Zaskia kak”
“Oh.. Kamu kia..”
“Iya kak, maaf ya aku lama bales bbm kakak. Aku merasa gak enak banget sama kakak. Tolong maafin aku ya kak. Aku harap kakak gak benci aku” kataku
“Kia aku cinta kamu dan sangat mencintaimu! Aku gak akan membencimu” katanya. Hmm.. Tapi, dari awal. Aku tidak mengenali suaranya. Itu bukan seperti suara princeku kak agha
“Halo. Halo” kata kak agha. Ini baru suara princeku batinku
“Halo” balasku
“Dek, maaf ya tadi kak bahar yang angkat! Maafin perkataannya ya”
“Ternyata bener. Tadi bukan kamu kak? Aku sudah merasa. Karena, aku, tadi tidak mengenali suaranya. Aku sangat ingat suara kakak. Hehehe” kataku sambil tertawa di akhir kata
“Kamu inget suaraku dek? Sebegitunya?”
“Iya kak. Aku kan suka kakak. Gak mungkin aku gak inget suara kakak” kataku ceplas ceplos. Tak kurasa, aku keceplosan mengatakannya. Aku gerogi karena takut apa yang akan dikatakan kak agha selanjutnya
“Oh ya? Aku juga suka kamu kok dek..” jawab kak agha. Rasanya, aku ingin terbang ke langit ketujuh. Aku sangat gembira. Bukan gembira lagi, tapi sangat sangat sangat bergembira “kamu mau gak dek jadi pacar kakak?” tanya kak agha terang terangan
“Apa kak? Aku pasti mimpi yah”
“Kamu nggak mimpi dek.. Ini nyata hehehehe kamu lucu banget sih dek. Siang siang kok malah mimpi” kata kak agha sambil tertawa kecil “jadi, gimana dek jawabanmu?”
“Iya kak iya.. Aku mau jadi pacarmu” jawabku. Aku kini sangat bahagia
Hanya dengan sehari, Zaskia dan Agha saling mengenal. Dan pada saat hari itu juga mereka berpacaran. Hmmm.. Cinta tak lekang oleh waktu ya..
Cerpen Karangan: Atha Nur Azaria
Facebook: Atha Nur Azaria
Email : athaazaria24[-at-]gmail.com
Hoaaamm!! Aku menguap sangat lebar pagi ini. Perkenalkan, namaku Zaskia Agha. Teman teman sering memanggilku Zaskia.
Hari ini, hari pertamaku masuk ke SMP. Alhamdulillah, aku masuk SMP negeri.
Sesampainya di sekolah, aku mencari namaku di setiap jendela di ruangan kelas 7. Hmm.. Ternyata, aku masuk kelas 7 F. Aku masuk ke dalam kelas yang sudah penuh dengan murid baru dan akan menjadi temanku selama 3 tahun.
Ting.. Tong..
Bel sekolah tanda masuk kelas berbunyi setelah aku duduk di samping anak perempuan yang bernama Devi.
Tak lama kemudian, 3 kakak osis datang ke kelas. Semua anak perempuan berbisik satu sama lain tentang ketampanan dua laki laki yang menjadi pengurus osis dan masuk ke dalam kelas 7 F
“Dek, sebelum kita mulai kegiatan hari ini. Marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing masing” kata salah satu kakak osis
Usai berdoa, kakak kakak osis mengabsen satu persatu kehadiran siswa.
Kemudian, seorang kakak osis laki laki yang berkulit hitam tetapi manis masuk ke dalam kelas. itu sangat mencuri perhatianku
Dia maju ke depan kelas,
“Adek adek. Perkenalkan, nama saya Abdi Agha Setiawan. Kalian bisa memanggil saya kak Agha” katanya memperkenalkan diri. Hmm.. Namanya ada di bagian namaku. Aku menjadi tersenyum sendiri melihat kak Agha “Dek. Ini, ada edaran dan harus dikumpulkan besok. Bisa dimengerti?” lanjutnya
“Bisa kak” jawab anak anak serempak. Kak Agha membagikan edaran itu ke satu persatu siswa. Sampai akhirnya, dia sampai di bangkuku. Aku tidak sengaja membuat kak Agha tersandung kakiku
“Eh maaf dek” katanya
“Maaf kak” kataku. Kedua kata itu, terucap dari bibir kita berdua secara bersamaan. Jantungku berdegup kencang saat itu. Aku tak mampu melihat ketampanan wajah kak Agha. Dan kak Agha, Hanya menatapku dengan matanya yang indah
“Hei Agha! Rupanya.. Setelah ini kau akan punya pacar adik kelas ya” goda kak bahar. Dia adalah salah satu kakak osis yang menjadi pendamping kelas 7-F
“Cieeee” semua anak menyorak i kami berdua. Hmm.. Aku menutup wajahku yang sedang tersenyum malu disana.
“Hei Bahar! Ini gak sengaja tahu!” kata kak Agha kesal. Kemudian, kak Agha melanjutkan membagikan edaran ke bangkuku dan ke bangku selanjutnya
Bel sekolah berbunyi. Kelas kami, kelas 7-F dipimpin berdo’a oleh kak Stevy, dia juga salah satu pengurus osis yang mendampingi kelasku. Usai berdoa, kita berhamburan keluar kelas. Semua anak terburu buru untuk ke luar kelas seperti dikejar anjing. Mereka saling dorong dorongan. Sedangkan aku, hanya santai di belakang mereka
“Dek!” panggil kak Agha yang tak tau panggilannya dituju pada siapa. Mungkin, bukan padaku. Batinku. Aku, merasa kak agha bukan memanggilku. Aku melanjutkan jalanku “Dek!” Panggil kak agha lagi. Kali ini dia menghampiri anak yang dipanggilnya
Dia memegang tanganku dan menghampiriku. Dug! Jantungku serasa berhenti pada saat itu juga.
“Dek.. Kamu dipanggil dari tadi kok gak nyahut sih? Sombongnya adik kelasku ini” kata kak agha, sambil mendongakkan wajahku ke arahnya
“Lho kak! Tak kirain kakak gak manggil aku” jawabku dengan malu malu
“Gha! Lanjutkan ya! Aku, Stevy sama Ali mau ke luar dulu” kata kak bahar. Hmm.. Sebenernya aku tak tau apa maksud kak bahar
Kak Agha melirik jam tangannya “Astaga! Aku harus menemui kepala sekolah saat ini” kata kak agha “Dek. Aku mau bilang hal penting ke kamu. Tapi, waktunya gak memungkinkan. Dan, aku minta pinmu aja ya” lanjut kak agha sambil mengeluarkan handpone di saku celananya. Aku mengucapkan pin bb ku sampai selesai
“Udah ya dek! Nanti pulang sekolah aku bbm kamu” katanya sambil ke luar kelas. Aku mengangguk dan kemudian berjalan ke luar kelas. Aku berhenti sejenak di depan ruang 7-D . Aku berbalik melihat kak agha, dia berjalan di kantin dan bukannya di ruang kepala sekolah. Kini, aku mengerti. Dia berbohong hanya untuk mendapatkan pin ku. Apa dia menyukaiku? Aku bertanya tanya pada dalam hatiku. 3 detik kemudian aku meloncat kegirangan
Sesampainya di rumah, aku menaruh tasku di kamar. Kemudian, aku ke luar untuk makan siang bersama keluargaku
Usai makan, aku mengganti seragamku. Kemudian, aku membaca novel karya Ilana Tan. 1 jam aku membaca novel itu. Kemudian, aku teringat kakak osis yang bernama kak agha itu. Aku bisa membayangkan wajahnya saat itu. Aku, teringat detik detik saat dia tersandung kakiku. Aku teringat detik detik saat dia memegang tanganku dan meminta pin bb ku
Ouh! Kak agha akan bbm aku sepulang sekolahnya. Aku langsung bergegas mengambil handponeku dan menyalakannya. Kak agha berulang kali bbm aku, nge-ping aku. Dan meneleponku lewat bbm. Aku merasa tidak enak padanya karena mengabaikannya. Aku melihat status kak agha ‘Off bbm. Untuk yang penting silahkan telepon or sms di nomor 081245XXXXXX’
Aku ke luar kamar sejenak, melihat orang yang berada di sekitar kamarku. Rupanya tidak ada orang di sekitar kamarku, papa dan mama pasti ke luar untuk menjahitkan seragam smpku. Aku masuk kembali ke kamar dan menelepon kak agha
Tuutt.. Tuut.. Tuuut.. Bunyi itu terdengar sangat lama di telingaku.
“Halo kak” kataku secepatnya saat teleponnya tersambung
“Halo. Ini siapa?”
“Ini Zaskia kak”
“Oh.. Kamu kia..”
“Iya kak, maaf ya aku lama bales bbm kakak. Aku merasa gak enak banget sama kakak. Tolong maafin aku ya kak. Aku harap kakak gak benci aku” kataku
“Kia aku cinta kamu dan sangat mencintaimu! Aku gak akan membencimu” katanya. Hmm.. Tapi, dari awal. Aku tidak mengenali suaranya. Itu bukan seperti suara princeku kak agha
“Halo. Halo” kata kak agha. Ini baru suara princeku batinku
“Halo” balasku
“Dek, maaf ya tadi kak bahar yang angkat! Maafin perkataannya ya”
“Ternyata bener. Tadi bukan kamu kak? Aku sudah merasa. Karena, aku, tadi tidak mengenali suaranya. Aku sangat ingat suara kakak. Hehehe” kataku sambil tertawa di akhir kata
“Kamu inget suaraku dek? Sebegitunya?”
“Iya kak. Aku kan suka kakak. Gak mungkin aku gak inget suara kakak” kataku ceplas ceplos. Tak kurasa, aku keceplosan mengatakannya. Aku gerogi karena takut apa yang akan dikatakan kak agha selanjutnya
“Oh ya? Aku juga suka kamu kok dek..” jawab kak agha. Rasanya, aku ingin terbang ke langit ketujuh. Aku sangat gembira. Bukan gembira lagi, tapi sangat sangat sangat bergembira “kamu mau gak dek jadi pacar kakak?” tanya kak agha terang terangan
“Apa kak? Aku pasti mimpi yah”
“Kamu nggak mimpi dek.. Ini nyata hehehehe kamu lucu banget sih dek. Siang siang kok malah mimpi” kata kak agha sambil tertawa kecil “jadi, gimana dek jawabanmu?”
“Iya kak iya.. Aku mau jadi pacarmu” jawabku. Aku kini sangat bahagia
Hanya dengan sehari, Zaskia dan Agha saling mengenal. Dan pada saat hari itu juga mereka berpacaran. Hmmm.. Cinta tak lekang oleh waktu ya..
Cerpen Karangan: Atha Nur Azaria
Facebook: Atha Nur Azaria
Email : athaazaria24[-at-]gmail.com
Kakak Osisku Pacarku
4/
5
Oleh
Unknown
