Judul Cerpen Hope
Berawal dari chatting BBM…
“Jess, kapan wisudamu akan diselenggarakan?”. Sebuah chat masuk ke inboxku.
“Insyaaallah tanggal 13 Agustus mendatang, awas ya gak datang (Wajib)!”, balasku dengan emotion laugh.
“Maaf, sepertinya aku tidak bisa menghadiri wisudamu esok”, chat bbmnya.
Sontak aku air mataku langsung jatuh membasahi pipi. Tak terbendung rasa sedih, kesal serta kecewa terhadap dirinya. Kubalas chat bbmnya.
“Ya ALLAH, sungguh tak kusangka bakalan seperti ini. Kamu telah berjanji untuk datang. Tapi kamu malah mengingkarinya”. Androidku langsung kuhempaskan di atas kasur. Aku menangis. Entah apa yang aku tangiskan, aku sendiri pun juga heran.
“Kamu bodoh, Jes! Udahalah apa yang kamu tangiskan, gak penting banget. Selama ini dia selalu tidak bisa memenuhi apa yang kamu inginkan terhadapnya. Kamu harus sadar, Jes! Kamu itu bukan siapa-siapa dia!”. Aku berbicara sendiri dengan diriku.
“Ting…!, sebuah chat bbm masuk. Itu darinya, Azri.
“Jangan begitu dong, Jess!. Maaf banget. Bukannya aku gak mau datang, tapi posisiku sekarang ini lagi di luar kota. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan di sini. Makanya aku chat kamu agar esoknya kamu tidak merasa terlalu terkejut,” ungkapnya chatnya.
“Jahat banget kamu, Azri. Dari kemaren-kemaren kamu juga tidak bisa menghadirinya, mulai dari seminar, kompre bahkan sekarang ini, hari yang paling aku tunggu-tunggu. WISUDA. Buktinya kamu gak bisa datang ungkapmu. Jujur aku sangat sedih sekali. Kamu sudah mengingkari janjimu yang telah kamu janjikan kepadaku kala itu. Sungguh aku benci kamu, Azri. Mungkin aku juga salah, buat apa aku terlalu berharap kepada orang yang tidak mengharapkanku juga. Semua yang aku lakukan terhadapmu itu, semua sia-sia. Tak ada gunanya. Mungkin aku yang terlalu berharap sekali. Oke mulai sekarang aku tidak akan mengaharapkan kamu lagi. Terimakasih selama ini yang telah menyemangatiku dan mengecewakanku”.
Semenjak itu aku dan Azri tidak pernah lagi chattingan. Kami benar-benar diam satu sama lain. Diam tanpa kata. Walapun terkadang aku posting photo di IG dia selalu give a love. Jujur aku berusaha kuat untuk tidak lemah di depannya meskipun aku sangat merindukan dirinya yang selama ini menghiasi hari-hari dengan sedih, senang, suka, duka, canda dan tawa.
Ah penyelenggaraan wisudaku tinggal menghitung hari lagi. Tak kusangka bakalan secepat ini. Seharusnya aku bahagia menunggu moment yang satu ini. Entah kenapa ada sesuatu yang hilang dalam hidupku. Terasa masih kurang. Yah! Azri. Cowok yang aku kagumi yang selama ini selalu menyemangatiku hingga aku menyelesaikan skripsi. Tak kusangka bakalan seperti ini. Orang yang aku harapakan tidak akan datang. Aku sangat sedih dan kecewa. Ah! Sudahlah tak ada gunanya aku bersedih. Aku harus kuat tidak boleh lemah. Itu yang selalu meneguhkan hatiku dikala aku bersedih.
Moment yang ditunggu akhirnya muncul juga. Hari ini aku wisuda. Tepat pada tanggal 13 Agustus. Akhirnya peresmian S.Pd ku sah. Aku mendapatkan gelar tersebut dengan sangat memuaskan. Banyak kenangan yang bakalan aku tinggal selama perkuliahan. Apalagi bersama dirinya, Azri. Cowok itu lagi. Yah! Dia yang selalu membuatku merasa jengkel kala itu. Sekarang aku sangat merindukan kejengkalan dirinya. Dimana dia selalu mengangguku di kala aku lagi sibuk. Tapi semua itu telah sirna. Tidak akan terulang kedua kalinya. Seharusnya dia ada di sini. Hadir di saat aku bahagia. Tapi itu pupus sudah. Dia tidak akan datang karena dia jauh dari sini. Hambar terasa hari kebahagiaanku ini. Tidak ada dirinya yang mana aku berharap bisa berpoto bareng dirinya. Karena tidak ada satu pun bukti kenangan kami selain dari semangat yang pernah diberikannya terhadapku.
“Congratulation for you dear, finally you can get your degree”, ucap Dekanku sekaligus Pembimbing 2 ku selama masa skripsi.
“It could not be smoothly if you did not guide me, sir.”, ucapku terharu.
Dia pun tersenyum serta mendoakan diriku semoga gelarku berkah. Amin.
Penyelengaraan wisuda usai. Tapi entah kenapa aku selalu menunggu kedatangannya. Aku sangat yakin bahwasannya Azri akan melihatku dan datang menemuiku. Aku yakin itu. Hatiku berdebar ketika aku mengingat dirinya serta kenangan yang selama ini kita lalui. Aku sangat yakin dia bakalan datang.
“Jess, ayo pulang!”, ajak ayah.
“Ayah duluan saja biar kakak menyusul”, jawabku singat.
“Tunggu apalagi, kita akan mengadakan syukuran di rumah setelah ini, harus prepare”, kata ayahku mengajakku.
Akhirnya aku menurut. Aku melangkah untuk masuk ke dalam mobil. Hampir saja aku masuk dalam mobil, tiba-tiba suara lembut memanggil namaku.
“Ms. Jessy SP.d”, ucapnya.
Aku terkejut dan berbalik ke belakang. Siapakah gerangan yang telah memanggil namaku. Subhanallah, aku sangat terkejut serta terharu. Ternyata yang memanggilku adalah AZRI, orang yang sangat aku nanti-nanti.
“Am I late?”, tanyanya dengan serius.
Air mataku jatuh. Tak bisa aku membendung perasaan terharu ini. Aku langsung tersenyum dan…
“You’re almost late to see me”, jawabku berlinangan air mata.
Dia menghampiriku dan memelukku erat.
“I am so sorry If I have made you being hurt. I really miss you, Jess!”, ungkapnya.
Aku sungguh terharu dan memeluknya dengan erat juga.
“Aku pikir kamu bakalan tidak datang wisudaku ini, Azri. Sungguh aku sangat sedih jikalau kamu tidak datang. Kamu sudah janji kepadaku. I miss you too, Azri” ujarku terisak-isak.
“Itu tidak bakalan, Jess. Aku tak akan sanggup membuatmu terluka serta kecewa. Maaf kemaren itu aku membuatmu sedih. Kala itu aku benar kalut, Jess. Tak tahu apa yang bakalan aku lakukan. Aku sadar bahwasannya ada seseorang sedang menantiku dengan tulus dan berharap kedatanganku. Aku selalu memimpikan kamu. Aku tak sanggup kamu menangis, Jess. Alhamdulillah dengan keyakinanku, akhirnya aku bisa datang di acara yang bahagia ini. Walaupun dengan rintangan yang cukup membuatku hampir putus asa. Akhirnya aku bisa datang menemui orang yang selama ini menemaniku dan membantuku dengan tulus. Tak akan ada yang bisa menggantikanmu, Jess. Congratulation Dear! Finally you could accomplish them all. This is a gift for you”, katanya seraya memberikan sebuah tiket nonton konser BTS dengan expresi malu.
“Subhanallah, darimana kamu tahu bahwasannya BTS akan mengadakan konser di Indonesia?”, tanyaku heran padahal aku tidak pernah mengatakan kepadanya sama sekali bahkan aku tidak pernah update di sosmed.
“I know it because You love them. Then It’s a surprise hehe”, ledeknya.
Sungguh aku bahagia sekali. Tak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. Akhirnya orang yang aku sayangi dan aku nantikan datang menemuiku. Walaupun hampir telat. Namun setidaknya dia telah berusaha untuk datang menemuiku. Kupeluk dirinya erat. Aku sangat terharu sekali. I just can say “Thanks for everything dear although you had broken my heart for a while. Be honestly I couldn’t hate you. It’s made me being love much till the end. I cannot lie. Only you who make me being happy, AZRI. Thanks a lot Ya ALLAH, you have granted my praying. Finally, I can meet with him again. We are together.
END
Cerpen Karangan: Jessy Rinawati
Facebook: Jessy Rinawati
Berawal dari chatting BBM…
“Jess, kapan wisudamu akan diselenggarakan?”. Sebuah chat masuk ke inboxku.
“Insyaaallah tanggal 13 Agustus mendatang, awas ya gak datang (Wajib)!”, balasku dengan emotion laugh.
“Maaf, sepertinya aku tidak bisa menghadiri wisudamu esok”, chat bbmnya.
Sontak aku air mataku langsung jatuh membasahi pipi. Tak terbendung rasa sedih, kesal serta kecewa terhadap dirinya. Kubalas chat bbmnya.
“Ya ALLAH, sungguh tak kusangka bakalan seperti ini. Kamu telah berjanji untuk datang. Tapi kamu malah mengingkarinya”. Androidku langsung kuhempaskan di atas kasur. Aku menangis. Entah apa yang aku tangiskan, aku sendiri pun juga heran.
“Kamu bodoh, Jes! Udahalah apa yang kamu tangiskan, gak penting banget. Selama ini dia selalu tidak bisa memenuhi apa yang kamu inginkan terhadapnya. Kamu harus sadar, Jes! Kamu itu bukan siapa-siapa dia!”. Aku berbicara sendiri dengan diriku.
“Ting…!, sebuah chat bbm masuk. Itu darinya, Azri.
“Jangan begitu dong, Jess!. Maaf banget. Bukannya aku gak mau datang, tapi posisiku sekarang ini lagi di luar kota. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan di sini. Makanya aku chat kamu agar esoknya kamu tidak merasa terlalu terkejut,” ungkapnya chatnya.
“Jahat banget kamu, Azri. Dari kemaren-kemaren kamu juga tidak bisa menghadirinya, mulai dari seminar, kompre bahkan sekarang ini, hari yang paling aku tunggu-tunggu. WISUDA. Buktinya kamu gak bisa datang ungkapmu. Jujur aku sangat sedih sekali. Kamu sudah mengingkari janjimu yang telah kamu janjikan kepadaku kala itu. Sungguh aku benci kamu, Azri. Mungkin aku juga salah, buat apa aku terlalu berharap kepada orang yang tidak mengharapkanku juga. Semua yang aku lakukan terhadapmu itu, semua sia-sia. Tak ada gunanya. Mungkin aku yang terlalu berharap sekali. Oke mulai sekarang aku tidak akan mengaharapkan kamu lagi. Terimakasih selama ini yang telah menyemangatiku dan mengecewakanku”.
Semenjak itu aku dan Azri tidak pernah lagi chattingan. Kami benar-benar diam satu sama lain. Diam tanpa kata. Walapun terkadang aku posting photo di IG dia selalu give a love. Jujur aku berusaha kuat untuk tidak lemah di depannya meskipun aku sangat merindukan dirinya yang selama ini menghiasi hari-hari dengan sedih, senang, suka, duka, canda dan tawa.
Ah penyelenggaraan wisudaku tinggal menghitung hari lagi. Tak kusangka bakalan secepat ini. Seharusnya aku bahagia menunggu moment yang satu ini. Entah kenapa ada sesuatu yang hilang dalam hidupku. Terasa masih kurang. Yah! Azri. Cowok yang aku kagumi yang selama ini selalu menyemangatiku hingga aku menyelesaikan skripsi. Tak kusangka bakalan seperti ini. Orang yang aku harapakan tidak akan datang. Aku sangat sedih dan kecewa. Ah! Sudahlah tak ada gunanya aku bersedih. Aku harus kuat tidak boleh lemah. Itu yang selalu meneguhkan hatiku dikala aku bersedih.
Moment yang ditunggu akhirnya muncul juga. Hari ini aku wisuda. Tepat pada tanggal 13 Agustus. Akhirnya peresmian S.Pd ku sah. Aku mendapatkan gelar tersebut dengan sangat memuaskan. Banyak kenangan yang bakalan aku tinggal selama perkuliahan. Apalagi bersama dirinya, Azri. Cowok itu lagi. Yah! Dia yang selalu membuatku merasa jengkel kala itu. Sekarang aku sangat merindukan kejengkalan dirinya. Dimana dia selalu mengangguku di kala aku lagi sibuk. Tapi semua itu telah sirna. Tidak akan terulang kedua kalinya. Seharusnya dia ada di sini. Hadir di saat aku bahagia. Tapi itu pupus sudah. Dia tidak akan datang karena dia jauh dari sini. Hambar terasa hari kebahagiaanku ini. Tidak ada dirinya yang mana aku berharap bisa berpoto bareng dirinya. Karena tidak ada satu pun bukti kenangan kami selain dari semangat yang pernah diberikannya terhadapku.
“Congratulation for you dear, finally you can get your degree”, ucap Dekanku sekaligus Pembimbing 2 ku selama masa skripsi.
“It could not be smoothly if you did not guide me, sir.”, ucapku terharu.
Dia pun tersenyum serta mendoakan diriku semoga gelarku berkah. Amin.
Penyelengaraan wisuda usai. Tapi entah kenapa aku selalu menunggu kedatangannya. Aku sangat yakin bahwasannya Azri akan melihatku dan datang menemuiku. Aku yakin itu. Hatiku berdebar ketika aku mengingat dirinya serta kenangan yang selama ini kita lalui. Aku sangat yakin dia bakalan datang.
“Jess, ayo pulang!”, ajak ayah.
“Ayah duluan saja biar kakak menyusul”, jawabku singat.
“Tunggu apalagi, kita akan mengadakan syukuran di rumah setelah ini, harus prepare”, kata ayahku mengajakku.
Akhirnya aku menurut. Aku melangkah untuk masuk ke dalam mobil. Hampir saja aku masuk dalam mobil, tiba-tiba suara lembut memanggil namaku.
“Ms. Jessy SP.d”, ucapnya.
Aku terkejut dan berbalik ke belakang. Siapakah gerangan yang telah memanggil namaku. Subhanallah, aku sangat terkejut serta terharu. Ternyata yang memanggilku adalah AZRI, orang yang sangat aku nanti-nanti.
“Am I late?”, tanyanya dengan serius.
Air mataku jatuh. Tak bisa aku membendung perasaan terharu ini. Aku langsung tersenyum dan…
“You’re almost late to see me”, jawabku berlinangan air mata.
Dia menghampiriku dan memelukku erat.
“I am so sorry If I have made you being hurt. I really miss you, Jess!”, ungkapnya.
Aku sungguh terharu dan memeluknya dengan erat juga.
“Aku pikir kamu bakalan tidak datang wisudaku ini, Azri. Sungguh aku sangat sedih jikalau kamu tidak datang. Kamu sudah janji kepadaku. I miss you too, Azri” ujarku terisak-isak.
“Itu tidak bakalan, Jess. Aku tak akan sanggup membuatmu terluka serta kecewa. Maaf kemaren itu aku membuatmu sedih. Kala itu aku benar kalut, Jess. Tak tahu apa yang bakalan aku lakukan. Aku sadar bahwasannya ada seseorang sedang menantiku dengan tulus dan berharap kedatanganku. Aku selalu memimpikan kamu. Aku tak sanggup kamu menangis, Jess. Alhamdulillah dengan keyakinanku, akhirnya aku bisa datang di acara yang bahagia ini. Walaupun dengan rintangan yang cukup membuatku hampir putus asa. Akhirnya aku bisa datang menemui orang yang selama ini menemaniku dan membantuku dengan tulus. Tak akan ada yang bisa menggantikanmu, Jess. Congratulation Dear! Finally you could accomplish them all. This is a gift for you”, katanya seraya memberikan sebuah tiket nonton konser BTS dengan expresi malu.
“Subhanallah, darimana kamu tahu bahwasannya BTS akan mengadakan konser di Indonesia?”, tanyaku heran padahal aku tidak pernah mengatakan kepadanya sama sekali bahkan aku tidak pernah update di sosmed.
“I know it because You love them. Then It’s a surprise hehe”, ledeknya.
Sungguh aku bahagia sekali. Tak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. Akhirnya orang yang aku sayangi dan aku nantikan datang menemuiku. Walaupun hampir telat. Namun setidaknya dia telah berusaha untuk datang menemuiku. Kupeluk dirinya erat. Aku sangat terharu sekali. I just can say “Thanks for everything dear although you had broken my heart for a while. Be honestly I couldn’t hate you. It’s made me being love much till the end. I cannot lie. Only you who make me being happy, AZRI. Thanks a lot Ya ALLAH, you have granted my praying. Finally, I can meet with him again. We are together.
END
Cerpen Karangan: Jessy Rinawati
Facebook: Jessy Rinawati
Hope
4/
5
Oleh
Unknown
