Judul Cerpen Nadtan Forever
Pada hari minggu pagi, Nadrah sedang berjalan-jalan keliling kompleks rumahnya menggunakan sepedanya. Nadrah berhenti di depan rumah yang dulu kosong itu. Sekarang rumah itu berpenghuni. “Siapa ya, yang menempati rumah ini?,” gumam Nadrah. Tiba-tiba, ada yang menepuk pundaknya. “Hai, ngapain kamu di depan rumahku,” tanya seorang anak perempuan berhijab yang sebaya dengan Nadrah. “Hai, ini rumah barumu, ya? Oh ya, perkenalkan namaku Anisah Nadrah Bilqis, sering dipanggil Nadrah,” ujar Nadrah sambil memperkenalkan dirinya pada anak itu. “Iya ini rumah baruku. Namaku Intan Putri Balqis, sering dipanggil Intan,” kata anak itu yang bernama Intan. “Oh ya, masuk ke rumahku, yuk…” tawar Intan. “Boleh,” ujar Nadrah.
Nadrah memarkir sepedanya dan masuk ke rumah Intan. “Assalamu’alaikum,” salam Intan dan Nadrah. “Wa’alaikum salam, eh Intan rupanya, ini siapa, ya…” ujar seorang wanita yang berusia 30an. “Ini, bunda, teman baruku. Namanya Nadrah,” ujar Intan. “Halo, tante,” sapa Nadrah. “Halo, Nadrah…” balas bunda Intan. “Tante masuk dulu, ya soalnya banyak kerjaan” pamit bunda Intan. “Iya” ujar Nadrah.
Bunda Intan pun segera masuk ke dapur. Mereka duduk di ruang tamu, mereka mengobrol seru sekali. “Intan, kamu sekolah dimana?” tanya Nadrah. “Mi (madrasah ibtidaiyah) Muhammadiyah kelas 5,” jelas Intan. “Wah sama, dong dengan aku. Besok hari pertama masuk sekolah, kan? besok duduk berdua, yuk…” celetuk Nadrah. Intan mengangguk.
“Ini, ada sedikit camilan, maaf cuma bisa kasih ini tante” ujar Bunda Intan sambil meletakkan 2 gelas es teh dan beberapa camilan dimeja ruang tamu. “Aduh tante, tak usah repot-repot. Makasih, ya tante, jadi tak enak nih” ujar Nadrah. “Iya, makasih ya bunda,” ujar Intan. Bunda Intan mengangguk lalu pergi ke dapur lagi.
“Intan, mau tak kamu jadi sahabatku? soalnya aku belum punya sahabat?” tanya Nadrah sambil meneguk es tehnya. “Mau banget dong… tapi, nama persahabatan kita apa?” jawab dan tanya Intan. Mereka sibuk berpikir.
Selang berapa menit…
“Aku tahu!” seru Nadrah.
“Apa!?,” tanya Intan sambil memakan biskuit rasa stroberi.
“Gimana kalau namanya ‘NADTAN FOREVER’. Itu singkatan dari nama kita, setuju tak?!,” Jelas Nadrah panjang Lebar.
“Setuju!”, seru Intan agak kencang.
“Eh dan pukul 11:00,” gumam Nadrah.
“Aku pulang dulu, ya… assalamu’alaikum” pamit Nadrah.
Senin, 18 07 2016.
Jam pertama pelajaran.
“Anak anak, kita kedatangan murid baru. Siapa yang sudah kenal?” ujar ustadzah Fitri.
Hanya Nadrah yang mengangkat tangan dari 20 siswa. “Hmmm banyak yang belum kenal. Kamu maju, nak” ujar Ustadzah Fitri. Anak baru itu maju dan memperkenalkan diri.
“Assalamu’alaikum” salam murid itu.
“Wa’alaikum salam!” koor semua murid kelas 5.
Perkenalkan namaku Intan Putri Balqis, saya tinggal di bla bla bla” ternyata anak baru itu Intan.
“Ok, kamu duduk di samping Nadrah” ujar Ustadzah Fitri.
Intan pun menuruti perintah wali kelasnnya.
Jam Istirahat.
Di kantin sekolah.
“Intan, makasih, ya kamu mau jadi sahabatku” ujar Nadrah sambil menyuapkan mie ayam kemulutnya.
“Iya, sama-sama, aku juga belum punya sahabat, makanya aku mau jadi sahabatmu” jelas Intan sambil menyeruput pop ice rasa stroberi miliknya.
“NADTAN FOREVER tak akan terpisahkan,” seru mereka berdua dengan Serempak.
“Hahahahahaha” mereka pun tertawa bahagia bersama.
TAMAT
Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: alya aniza
Pada hari minggu pagi, Nadrah sedang berjalan-jalan keliling kompleks rumahnya menggunakan sepedanya. Nadrah berhenti di depan rumah yang dulu kosong itu. Sekarang rumah itu berpenghuni. “Siapa ya, yang menempati rumah ini?,” gumam Nadrah. Tiba-tiba, ada yang menepuk pundaknya. “Hai, ngapain kamu di depan rumahku,” tanya seorang anak perempuan berhijab yang sebaya dengan Nadrah. “Hai, ini rumah barumu, ya? Oh ya, perkenalkan namaku Anisah Nadrah Bilqis, sering dipanggil Nadrah,” ujar Nadrah sambil memperkenalkan dirinya pada anak itu. “Iya ini rumah baruku. Namaku Intan Putri Balqis, sering dipanggil Intan,” kata anak itu yang bernama Intan. “Oh ya, masuk ke rumahku, yuk…” tawar Intan. “Boleh,” ujar Nadrah.
Nadrah memarkir sepedanya dan masuk ke rumah Intan. “Assalamu’alaikum,” salam Intan dan Nadrah. “Wa’alaikum salam, eh Intan rupanya, ini siapa, ya…” ujar seorang wanita yang berusia 30an. “Ini, bunda, teman baruku. Namanya Nadrah,” ujar Intan. “Halo, tante,” sapa Nadrah. “Halo, Nadrah…” balas bunda Intan. “Tante masuk dulu, ya soalnya banyak kerjaan” pamit bunda Intan. “Iya” ujar Nadrah.
Bunda Intan pun segera masuk ke dapur. Mereka duduk di ruang tamu, mereka mengobrol seru sekali. “Intan, kamu sekolah dimana?” tanya Nadrah. “Mi (madrasah ibtidaiyah) Muhammadiyah kelas 5,” jelas Intan. “Wah sama, dong dengan aku. Besok hari pertama masuk sekolah, kan? besok duduk berdua, yuk…” celetuk Nadrah. Intan mengangguk.
“Ini, ada sedikit camilan, maaf cuma bisa kasih ini tante” ujar Bunda Intan sambil meletakkan 2 gelas es teh dan beberapa camilan dimeja ruang tamu. “Aduh tante, tak usah repot-repot. Makasih, ya tante, jadi tak enak nih” ujar Nadrah. “Iya, makasih ya bunda,” ujar Intan. Bunda Intan mengangguk lalu pergi ke dapur lagi.
“Intan, mau tak kamu jadi sahabatku? soalnya aku belum punya sahabat?” tanya Nadrah sambil meneguk es tehnya. “Mau banget dong… tapi, nama persahabatan kita apa?” jawab dan tanya Intan. Mereka sibuk berpikir.
Selang berapa menit…
“Aku tahu!” seru Nadrah.
“Apa!?,” tanya Intan sambil memakan biskuit rasa stroberi.
“Gimana kalau namanya ‘NADTAN FOREVER’. Itu singkatan dari nama kita, setuju tak?!,” Jelas Nadrah panjang Lebar.
“Setuju!”, seru Intan agak kencang.
“Eh dan pukul 11:00,” gumam Nadrah.
“Aku pulang dulu, ya… assalamu’alaikum” pamit Nadrah.
Senin, 18 07 2016.
Jam pertama pelajaran.
“Anak anak, kita kedatangan murid baru. Siapa yang sudah kenal?” ujar ustadzah Fitri.
Hanya Nadrah yang mengangkat tangan dari 20 siswa. “Hmmm banyak yang belum kenal. Kamu maju, nak” ujar Ustadzah Fitri. Anak baru itu maju dan memperkenalkan diri.
“Assalamu’alaikum” salam murid itu.
“Wa’alaikum salam!” koor semua murid kelas 5.
Perkenalkan namaku Intan Putri Balqis, saya tinggal di bla bla bla” ternyata anak baru itu Intan.
“Ok, kamu duduk di samping Nadrah” ujar Ustadzah Fitri.
Intan pun menuruti perintah wali kelasnnya.
Jam Istirahat.
Di kantin sekolah.
“Intan, makasih, ya kamu mau jadi sahabatku” ujar Nadrah sambil menyuapkan mie ayam kemulutnya.
“Iya, sama-sama, aku juga belum punya sahabat, makanya aku mau jadi sahabatmu” jelas Intan sambil menyeruput pop ice rasa stroberi miliknya.
“NADTAN FOREVER tak akan terpisahkan,” seru mereka berdua dengan Serempak.
“Hahahahahaha” mereka pun tertawa bahagia bersama.
TAMAT
Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: alya aniza
Nadtan Forever
4/
5
Oleh
Unknown
