Judul Cerpen Kita
Alunanan denting lagu Safe and Sound yang dinyanyikan oleh Megan Nicole dan Tifany Alvord terdengar keras di Headphone yang sedang didengarkan Bella. Ia berada di bawah pohon yang rindang sambil memejamkan kedua kelopak matanya menikmati setiap lirik lagu. Bella yang masih menggunakan baju sekolah berosis SMA itu, sesekaki mengikuti lirik lagu tersebut. Lagu kesukaannya, yang selalu ia putar. Gadis cantik itu membuka kedua kelopak matanya, melihat danau biru, tempat kesukaannya yang ia kunjungi saat sekolah telah usai.
Untuk kesekian kalinya lagu berhenti. Karena jam sudah menunjukkan pukul 15.08 wib, Bella dengan cepat segera melangkahkan kaki menuju rumahnya yang lumayan jauh dari Danau Biru.
Rumah sederhana yang berada paling pojok itu gaduh kembali. Ibu Bella -Marianti, sedang bertengkar dengan seseorang pria yang bertubuh besar, kulit hitam dan rambut gondrong. Tubuh besar si pria itu mampu membuat Marianti terkapar di lantai. Namun wanita itu tidak tinggal diam, ia memaki si pria yang ada di hadapannya. Air mata tidak bisa lagi ditahan, dengan perlahan pun air jatuh dari mata Marianti membasahi kedua pipinya.
Ketika Bella sudah berada di depan pintu, pria itu langsung meninggalkan ibu dan anak yang masih dalam diam. Bella tahu, itu adalah pelanggan ibunya yang akhir-akhir ini selalu datang ke rumah. Ia juga tidak tahu apa permasalahan ibunya, namun Bella sangat yakin masalah ini mampu membuat ibunya ngedrop, hal itu terlihat dari wajah Marianti yang lesu
“Maafkan ibu” ucap Marianti memeluk Bella membuat gadis cantik itu mengangguk
“Sebaiknya kau makan siang terlebih dahulu” Bella mengangguk menurut. Ia memang gadis yang lugu, sopan, penuh dengan tata krama, dan jarang mengeluarkan sepatah kata.
Bella bukan orang yang sombong, namun ia lebih memilih diam daripada harus berbicara karena menurutnya tidak penting.
Marianti menatap nanar ke arah putri sematawayangnya itu. Kedua tangannya yang sudah mulai keriput menyeka sisa air mata yang ada di pipinya. Marianti langsung ke kamar tidur dan menghisap sebatang rok*k untuk menghilakan pikiran yang sedang kacau.
Cerpen Karangan: Kokom
Facebook: Kokom
Alunanan denting lagu Safe and Sound yang dinyanyikan oleh Megan Nicole dan Tifany Alvord terdengar keras di Headphone yang sedang didengarkan Bella. Ia berada di bawah pohon yang rindang sambil memejamkan kedua kelopak matanya menikmati setiap lirik lagu. Bella yang masih menggunakan baju sekolah berosis SMA itu, sesekaki mengikuti lirik lagu tersebut. Lagu kesukaannya, yang selalu ia putar. Gadis cantik itu membuka kedua kelopak matanya, melihat danau biru, tempat kesukaannya yang ia kunjungi saat sekolah telah usai.
Untuk kesekian kalinya lagu berhenti. Karena jam sudah menunjukkan pukul 15.08 wib, Bella dengan cepat segera melangkahkan kaki menuju rumahnya yang lumayan jauh dari Danau Biru.
Rumah sederhana yang berada paling pojok itu gaduh kembali. Ibu Bella -Marianti, sedang bertengkar dengan seseorang pria yang bertubuh besar, kulit hitam dan rambut gondrong. Tubuh besar si pria itu mampu membuat Marianti terkapar di lantai. Namun wanita itu tidak tinggal diam, ia memaki si pria yang ada di hadapannya. Air mata tidak bisa lagi ditahan, dengan perlahan pun air jatuh dari mata Marianti membasahi kedua pipinya.
Ketika Bella sudah berada di depan pintu, pria itu langsung meninggalkan ibu dan anak yang masih dalam diam. Bella tahu, itu adalah pelanggan ibunya yang akhir-akhir ini selalu datang ke rumah. Ia juga tidak tahu apa permasalahan ibunya, namun Bella sangat yakin masalah ini mampu membuat ibunya ngedrop, hal itu terlihat dari wajah Marianti yang lesu
“Maafkan ibu” ucap Marianti memeluk Bella membuat gadis cantik itu mengangguk
“Sebaiknya kau makan siang terlebih dahulu” Bella mengangguk menurut. Ia memang gadis yang lugu, sopan, penuh dengan tata krama, dan jarang mengeluarkan sepatah kata.
Bella bukan orang yang sombong, namun ia lebih memilih diam daripada harus berbicara karena menurutnya tidak penting.
Marianti menatap nanar ke arah putri sematawayangnya itu. Kedua tangannya yang sudah mulai keriput menyeka sisa air mata yang ada di pipinya. Marianti langsung ke kamar tidur dan menghisap sebatang rok*k untuk menghilakan pikiran yang sedang kacau.
Cerpen Karangan: Kokom
Facebook: Kokom
Kita
4/
5
Oleh
Unknown
