Ku Kehilangan Sosok Penyemangat

Baca Juga :
    Judul Cerpen Ku Kehilangan Sosok Penyemangat

    Dulu aku memiliki seseorang yang mampu membuat aku tertawa lepas, seakan dunia ini hanya milikku saja! Disaat aku kehilangan arah, dia mencoba membuatku tersenyum seakan lupa akan sebuah masalah itu.. Siapakah dia?. Dia adalah sosok laki-laki yang mempunyai hati yang begitu indah, parasnya tak dapat tergantikan oleh siapapun!! Ayah itulah sosok yang aku ceritakan dalam sebuah pena yang terukir dalam sebuah kanvas putih ini..

    Hari demi hari berganti, dan waktupun terus berlalu!! Dan pada suatu hari ku terbangun, dan aku melihat dia merasakan sakit yang dideritanya, seakan katanya tidak mampu terucap oleh bibirnya..

    Waktu pun terus berjalan, aku hanya mempunyai sebuah harapan yaitu, Harapan yang selama itu kuinginkan, dan setiap sujudku, aku selalu mengucapkan harapan itu kepada tuhan harapan itu adalah.. Aku ingin melihat dia kembali seperti dulu? Dulu yang selalu ada di sampingku, tertawa bersama, melepas dahaga yang terus menerpa! Kuharap tuhan menjawab semua harapanku! Tapi tuhan berkehendak lain!! Dia mengambilnya dariku

    Aku melihatnya!! Aku melihatnya dengan tatapan yang rapuh! Aku tak percaya!, dan aku berharap itu adalah sebuah mimpi terburukku!.
    Ayolah bangun!! Aku ingin terbangun dari tidurku!! Aku tak ingin bermimpi seperti ini!
    Tapi sayangnya itu adalah nyata!

    Dia terbujur kaku, dengan kain putih yang dikenakannya, dengan puluhan orang yang mebawanya untuk menuju tempat terakhirnya!
    Kakiku seakan tak mampu melangkah!, bibirku tak dapat lagi berkata apa apa! Hanya air mata yang dapat mengatakannya..
    Ayah apakah itu engkau? Kalau memang itu engkau! Mengapa engkau pergi meninggalkan putri kecilmu ini?!! Dimana janjimu yang akan terus menemaniku sampai aku dapat membahagiakanmu dengan perjuanganku!

    Hari terus berlalu, seiring berjalannya waktu, aku telah kehilangan arah! Kemana langkah ini harus kusinggahi!? Haruskah aku kehilangan kebahagiaan tuk kesekian kalinya? Aku rapuh tanpanya! Seperti kehilangan harap! Oh tuhan kuatkan hati ini, menerimanya!

    Disaat kusinggahi sebuah tempat, ku melihat sebuah keluarga kecil yang penuh kebahagiaan yang tergambar oleh raut wajah mereka, disitulah aku merasa manusia paling bodoh! Bodoh, karena ku tak dapat membahagiakannya tuk terakhir kalinya!!
    Aku tak punya siapa siapa lagi! Hanya air mata yang dapat mendengar ceritaku saat ini..

    Di suatu hari, ku terbangun dari tidurku, dan aku tersadar bahwa aku telah kehilangan sosok penyemangat

    Cerpen Karangan: Mellya Ramadhany
    Facebook: Dekk Melmel

    Artikel Terkait

    Ku Kehilangan Sosok Penyemangat
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email