Judul Cerpen Menang Kalah Itu Biasa
“Siapa lagi yang jadi penggeraknya?” Tanya Kak Ajeng. Kak Ajeng adalah KKN (Kuliah Kerja Nyata) berasal dari
UMM (Universitas Muhmuhammadiyah Malang). Kak Ajeng dan teman KKN lainnya datang ke sekolah Shefa, MI Muhammadiyah.
Kelas lima dan empat bermain tebak gaya. Kategorinya perempuan dan laki-laki. 1 kelompok (perempuan) terdiri dari 8 orang. Sedangkan laki-laki, 1 kelompok terdiri dari 6 orang. Sebenarnya, banyak sih laki-laki dan perempuannya (kelas 5 dan 4), tapi, sebagian ikut latihan gerak jalan untuk lomba HUT PGRI. jadi, mereka tak ikut main, deh…
Ellyn, Cherry, Salza, dan Firda mengangkat tangannya. Kak Ajeng memilih Ellyn dan Firda menjadi penggeraknya. Cherry dan Ellyn berada di kelompok 2, sedangkan Salza dan Firda, di kelompok 1, yaitu kelompok Shefa. Kak Ajeng membisikkan gaya apa yang mereka peragakan nanti. “Satu… dua… mulai!” perintah kak Ajeng.
“Aku tahu!” pekik Iis, dari kelompok 2. “Apa?” tanya kak Ajeng pada Iis.
“Belalai gajah!” jawab Iis dengan lantang.
“Benar!. satu poin untuk kelompok 2. Jadi 1-0,” ujar Kak Ajeng. Mereka terus bermain. Sayang, kelompok Shefa belum dapat 1 poin pun. Sedangakan kelompok 2, sudah dapat 5 poin. Kelompok 1 pun tak mau main lagi. “Ih! masa’ kelompok 2 terus yang dapat poin” cetus Firda sebal. “Iya! masa mereka terus sih!” timpal Fifi.
“Sudahlah. Menang kalah itu, kan biasa” Tutur Shefa. Shefa itu anak yang cantik, manis, punya lesung pipit, pintar, baik, sabar, dan masih banyak lagi sifat positifnya. Kekurangannya, dia itu pelupa. Tapi, lupanya itu tidak membuat dia dijerumuskan ke Negatif. “Hai pecundang!” ujar Cherry sombong pada kelompok satu. “Heh! jangan sombong kamu, Cher… baru menang gitu aja, sombongnya dah selangit” sembur Firda galak. Dari mimik wajahnya ia terlihat marah pada cherry.
“Biarin lha! emang masalah buat loe, pecundang. Masa’ nebak gitu aja tak bisa” ejek Rasty, sahabat dekat Cherry. Sifat Cherry itu menular pada Rasty.
Perang mulut antara Firda, Cherry, dan Rasty mulai meruncing. Ellyn, Shefa, Iis, Fifi, Salza dan lainnya berusaha melerai mereka.
“Sudahlah, cher, ras, fir, untuk apa berkelahi kalau tak bisa menyelesaikan masalahnya” kata Shefa bijak, namun lembut. “Benar apa dikatakan Shefa. Apa untungnya berkelahi! Berkelahi membuat rugi, dampak negatif. Kalian mau Indonesia hancur, Heh!” umpat Salza dengan suara yang seperti membentak. Seketika, mereka tak berkelahi dan diam. “Apa kalian mau Indonesia itu negara yang dianggap bodoh!? kita itu penerus generasi Indonesia. Kalau bukan kita yang memajukan Indonesia, siapa lagi?! lihat negara yang sudah maju. Kalau kalian mau negara maju, jangan berkelahi. Indonesia punya semboyan ‘BHINEKA TUNGGAL IKA’ artinya, ‘berbeda-beda tetapi satu jua’. Kita harus melaksanakan semboyan itu jika ingin bangsa kita bangsa yang kuat. Inilah salah satunya sikap yang membuat Indonesia terpecah belah!” nasihat Shefa panjang lebar. Firda merasa menyesal dan Cherry dan Rasty merasa tambah marah pada Shefa. “Ok! 17 agustus nanti ada lomba cerdas cermat. Siapa yang menang ia akan ikut sekota. Jika kamu menang, aku akan taat pada kamu dan temanmu. Sedangkan kalau aku menang, kalian harus tunduk padaku dan Rasty, DEAL” taruh Cherry. Shefa menerimanya. Cherry n’ Rasty pergi meninggalkan Shefa dan temannya.
17 Agustus 2016
Lomba Cerdas Cermat
Shefa sudah siap dengan Secarik kertas putih polos, Corecction pen, Bolpoint warna Hitam cair, dan sebuah buku sebagai alas. Lomba dimulai. Guru memberi soal-soal pada murid. Satu persatu meninggalkan lapangan. 30 menit kemudian, hanya tersisa Shefa, Rasty dan Cherry.
“Soal terakhir, Matematika, 2576 dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi…” Shefa menjawab dengan mudah. Karena, matematika pelajaran Favorit Shefa. Cherry dan Rasty, belum menjawab. Karena, setiap pelajaran Matematika, mereka izin ke toilet. Mereka ke toilet sampai jam pelajaran matematika selesai. “Siap tak siap tunjukkan jawabannya!” perintah guru. Shefa segera mengangkat kertasnya agar guru bisa melihat jawabannya. Jawabannya Shefa adalah 2.600. Sedangkan Cherry dan Rasty, belum mengangkat kertasnya. Otomatis, Rasty dan Cherry gugur.
“Pemenang lomba cerdas cermat ini ialah… Putry”
ASHEFA CANTIKA DARI KELAS 5!” teriak guru. Tak menyangka, Shefa bisa menang. Ia lalu lomba sekota. Ia mengalahkan seluruh anak dengan nilai yang tinggi. Shefa juga ikut go Internasional. Ia juara 1! Shefa. sudah mengelilingi Indonesia dan dunia. Ia mengunjungi negara Belgia, Singapura, Malaysia, Hongkong, Jepang dan masih banyak lagi. Pada lomba di Paris, ia mendapat juara 4. Padahal, juara 1-3 dilombakan di India. Sebenarnya, Shefa belum pernah mengunjungi India. Tapi tak apalah, ia juga sudah mengelilingi dunia. Shefa juga dibuatkan buku paspor lho!. Shefa telah mengharumkan nama Indonesia. Shefa terkenal di Indonesia, Hongkong, dan masih banyak lagi.
Lusanya, Di sekolah.
Jam Istirahat.
Shefa membaca buku KKPK sambil memakan bekal yang ia bawa dari rumah. Cherry dan Rasty menghampiri Shefa. “Shef, k..am…i m..int..a… ma…a…f” ujar Cherry gugup disambut anggukan kepala Rasty. “Tak apa kok! lagian juga, aku dah minta maaf ke kalian. Oh ya, lain kali, jangan ngejek orang begitu. Nanti Allah marah, lho sama kita karena mengejek ciptaannya, ok!” ujar dan nasihat Shefa. Cherry dan Rasty mengangguk. “Oh ya, soal taruhan itu, kita batalin aja, ya… soalnya, aku takut kamu kecapean” sambung Shefa. Cherry dan rasty terharu, karena mereka yang dulu mengejek dan menghina Shefa, tapi Shefa memaafkan mereka dan malah tidak mau mereka terlalu Lelah. Mereka bertiga berpelukan bersama. Sejak itu, mereka tidak sombong lagi, dan… Firda sudah memaafkan Cherry dan Rasty. Juga, mereka membuat grup sahabat yang namanya ‘Best Friend Indonesian’.
Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: alya Aniza
“Siapa lagi yang jadi penggeraknya?” Tanya Kak Ajeng. Kak Ajeng adalah KKN (Kuliah Kerja Nyata) berasal dari
UMM (Universitas Muhmuhammadiyah Malang). Kak Ajeng dan teman KKN lainnya datang ke sekolah Shefa, MI Muhammadiyah.
Kelas lima dan empat bermain tebak gaya. Kategorinya perempuan dan laki-laki. 1 kelompok (perempuan) terdiri dari 8 orang. Sedangkan laki-laki, 1 kelompok terdiri dari 6 orang. Sebenarnya, banyak sih laki-laki dan perempuannya (kelas 5 dan 4), tapi, sebagian ikut latihan gerak jalan untuk lomba HUT PGRI. jadi, mereka tak ikut main, deh…
Ellyn, Cherry, Salza, dan Firda mengangkat tangannya. Kak Ajeng memilih Ellyn dan Firda menjadi penggeraknya. Cherry dan Ellyn berada di kelompok 2, sedangkan Salza dan Firda, di kelompok 1, yaitu kelompok Shefa. Kak Ajeng membisikkan gaya apa yang mereka peragakan nanti. “Satu… dua… mulai!” perintah kak Ajeng.
“Aku tahu!” pekik Iis, dari kelompok 2. “Apa?” tanya kak Ajeng pada Iis.
“Belalai gajah!” jawab Iis dengan lantang.
“Benar!. satu poin untuk kelompok 2. Jadi 1-0,” ujar Kak Ajeng. Mereka terus bermain. Sayang, kelompok Shefa belum dapat 1 poin pun. Sedangakan kelompok 2, sudah dapat 5 poin. Kelompok 1 pun tak mau main lagi. “Ih! masa’ kelompok 2 terus yang dapat poin” cetus Firda sebal. “Iya! masa mereka terus sih!” timpal Fifi.
“Sudahlah. Menang kalah itu, kan biasa” Tutur Shefa. Shefa itu anak yang cantik, manis, punya lesung pipit, pintar, baik, sabar, dan masih banyak lagi sifat positifnya. Kekurangannya, dia itu pelupa. Tapi, lupanya itu tidak membuat dia dijerumuskan ke Negatif. “Hai pecundang!” ujar Cherry sombong pada kelompok satu. “Heh! jangan sombong kamu, Cher… baru menang gitu aja, sombongnya dah selangit” sembur Firda galak. Dari mimik wajahnya ia terlihat marah pada cherry.
“Biarin lha! emang masalah buat loe, pecundang. Masa’ nebak gitu aja tak bisa” ejek Rasty, sahabat dekat Cherry. Sifat Cherry itu menular pada Rasty.
Perang mulut antara Firda, Cherry, dan Rasty mulai meruncing. Ellyn, Shefa, Iis, Fifi, Salza dan lainnya berusaha melerai mereka.
“Sudahlah, cher, ras, fir, untuk apa berkelahi kalau tak bisa menyelesaikan masalahnya” kata Shefa bijak, namun lembut. “Benar apa dikatakan Shefa. Apa untungnya berkelahi! Berkelahi membuat rugi, dampak negatif. Kalian mau Indonesia hancur, Heh!” umpat Salza dengan suara yang seperti membentak. Seketika, mereka tak berkelahi dan diam. “Apa kalian mau Indonesia itu negara yang dianggap bodoh!? kita itu penerus generasi Indonesia. Kalau bukan kita yang memajukan Indonesia, siapa lagi?! lihat negara yang sudah maju. Kalau kalian mau negara maju, jangan berkelahi. Indonesia punya semboyan ‘BHINEKA TUNGGAL IKA’ artinya, ‘berbeda-beda tetapi satu jua’. Kita harus melaksanakan semboyan itu jika ingin bangsa kita bangsa yang kuat. Inilah salah satunya sikap yang membuat Indonesia terpecah belah!” nasihat Shefa panjang lebar. Firda merasa menyesal dan Cherry dan Rasty merasa tambah marah pada Shefa. “Ok! 17 agustus nanti ada lomba cerdas cermat. Siapa yang menang ia akan ikut sekota. Jika kamu menang, aku akan taat pada kamu dan temanmu. Sedangkan kalau aku menang, kalian harus tunduk padaku dan Rasty, DEAL” taruh Cherry. Shefa menerimanya. Cherry n’ Rasty pergi meninggalkan Shefa dan temannya.
17 Agustus 2016
Lomba Cerdas Cermat
Shefa sudah siap dengan Secarik kertas putih polos, Corecction pen, Bolpoint warna Hitam cair, dan sebuah buku sebagai alas. Lomba dimulai. Guru memberi soal-soal pada murid. Satu persatu meninggalkan lapangan. 30 menit kemudian, hanya tersisa Shefa, Rasty dan Cherry.
“Soal terakhir, Matematika, 2576 dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi…” Shefa menjawab dengan mudah. Karena, matematika pelajaran Favorit Shefa. Cherry dan Rasty, belum menjawab. Karena, setiap pelajaran Matematika, mereka izin ke toilet. Mereka ke toilet sampai jam pelajaran matematika selesai. “Siap tak siap tunjukkan jawabannya!” perintah guru. Shefa segera mengangkat kertasnya agar guru bisa melihat jawabannya. Jawabannya Shefa adalah 2.600. Sedangkan Cherry dan Rasty, belum mengangkat kertasnya. Otomatis, Rasty dan Cherry gugur.
“Pemenang lomba cerdas cermat ini ialah… Putry”
ASHEFA CANTIKA DARI KELAS 5!” teriak guru. Tak menyangka, Shefa bisa menang. Ia lalu lomba sekota. Ia mengalahkan seluruh anak dengan nilai yang tinggi. Shefa juga ikut go Internasional. Ia juara 1! Shefa. sudah mengelilingi Indonesia dan dunia. Ia mengunjungi negara Belgia, Singapura, Malaysia, Hongkong, Jepang dan masih banyak lagi. Pada lomba di Paris, ia mendapat juara 4. Padahal, juara 1-3 dilombakan di India. Sebenarnya, Shefa belum pernah mengunjungi India. Tapi tak apalah, ia juga sudah mengelilingi dunia. Shefa juga dibuatkan buku paspor lho!. Shefa telah mengharumkan nama Indonesia. Shefa terkenal di Indonesia, Hongkong, dan masih banyak lagi.
Lusanya, Di sekolah.
Jam Istirahat.
Shefa membaca buku KKPK sambil memakan bekal yang ia bawa dari rumah. Cherry dan Rasty menghampiri Shefa. “Shef, k..am…i m..int..a… ma…a…f” ujar Cherry gugup disambut anggukan kepala Rasty. “Tak apa kok! lagian juga, aku dah minta maaf ke kalian. Oh ya, lain kali, jangan ngejek orang begitu. Nanti Allah marah, lho sama kita karena mengejek ciptaannya, ok!” ujar dan nasihat Shefa. Cherry dan Rasty mengangguk. “Oh ya, soal taruhan itu, kita batalin aja, ya… soalnya, aku takut kamu kecapean” sambung Shefa. Cherry dan rasty terharu, karena mereka yang dulu mengejek dan menghina Shefa, tapi Shefa memaafkan mereka dan malah tidak mau mereka terlalu Lelah. Mereka bertiga berpelukan bersama. Sejak itu, mereka tidak sombong lagi, dan… Firda sudah memaafkan Cherry dan Rasty. Juga, mereka membuat grup sahabat yang namanya ‘Best Friend Indonesian’.
Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: alya Aniza
Menang Kalah Itu Biasa
4/
5
Oleh
Unknown
