Namaku Putri aku seorang siswi di sekolah menengah pertama di desaku. Aku mempunyai cita cita menjadi seorang penulis terkenal seperti Raditya Dika yang menjadi seorang penulis juga seorang komika, dan penulis yang sangat aku kagumi adalah Asma Nadia aku ingin sepertinya yang menjadi penulis terkenal berhijab, aku sangat menyukainya.
Aku selalu membuat cerpen dan karya tulis yang lainnya, aku juga pernah membuat novel dalam satu buku penuh tapi itu semua terbuang sia sia karena aku tak tau harus apakan karyaku itu aku terlalu pemalu untuk menyebarkan karyaku ke dunia luar, aku takut karyaku akan diejek dan tidak dihargai padahal itu semua salah satu cobaan untuk menuju sukses, aku terlalu takut untuk itu karena dari kecil aku tak pernah bermain, aku hanya akan bermain dengan saudaraku dari kota bersama boneka kesayanganku.
Saat usiaku bertambah aku juga jarang bermain, aku hanya akan diam di rumah saat pulang sekolah, aku juga hanya bisa les itu pun privat dan dilakukan di dalam rumah aku tak mengerti apa yang ayah dan ibu pikirkan tentang hal ini. Mengurung anaknya sendiri di dalam rumah tanpa seorang teman.
Suatu hari, temanku yang bernama Amel datang menghampiriku yang sedang menulis sebuah cerpen di dalam kelas.
“Put kamu lagi apa?” Tanyanya, aku terkejut dan segera menutup bukuku
“Anu Mel aku lagi.. Aku lagi nulis cerita”
“cerpen?”
“Iiyyaa…”
“Aku liat ya” sambil memegang ujung bukuku
“Jangan aku malu karena ceritanya gak bagus” Tapi dia terus memaksa dan akhirnya dia membacanya
Dia tersenyum saat selesai membacanya dan aku pun bercerita semuanya tentang rasa maluku untuk menyebarkan karyaku. Akhirnya Amel bersedia membantuku, ia mau membantuku menyebarkan karyaku.
Dengan berjalannya waktu aku tak percaya karena aku sudah terkenal di sekolahku dengan sebutan “penulis pemalu” dan semuanya ini berkat Amel dan dia pun menjadi sahabat dekatku aku tak menyangka Amel bisa mengendalikan rasa maluku hingga membuatku sukses walau hanya di sekolah saja bukan di dunia luas seperti Asma Nadia dan Raditya Dika, tapi aku sangat bahagia dengan ini karena semua ini berkat Amel dan rasa maluku sudah berkurang saat ini.
Cerpen Karangan: Khoirotunnisa
Facebook: Khoirotunnisa Nisa
Aku selalu membuat cerpen dan karya tulis yang lainnya, aku juga pernah membuat novel dalam satu buku penuh tapi itu semua terbuang sia sia karena aku tak tau harus apakan karyaku itu aku terlalu pemalu untuk menyebarkan karyaku ke dunia luar, aku takut karyaku akan diejek dan tidak dihargai padahal itu semua salah satu cobaan untuk menuju sukses, aku terlalu takut untuk itu karena dari kecil aku tak pernah bermain, aku hanya akan bermain dengan saudaraku dari kota bersama boneka kesayanganku.
Saat usiaku bertambah aku juga jarang bermain, aku hanya akan diam di rumah saat pulang sekolah, aku juga hanya bisa les itu pun privat dan dilakukan di dalam rumah aku tak mengerti apa yang ayah dan ibu pikirkan tentang hal ini. Mengurung anaknya sendiri di dalam rumah tanpa seorang teman.
Suatu hari, temanku yang bernama Amel datang menghampiriku yang sedang menulis sebuah cerpen di dalam kelas.
“Put kamu lagi apa?” Tanyanya, aku terkejut dan segera menutup bukuku
“Anu Mel aku lagi.. Aku lagi nulis cerita”
“cerpen?”
“Iiyyaa…”
“Aku liat ya” sambil memegang ujung bukuku
“Jangan aku malu karena ceritanya gak bagus” Tapi dia terus memaksa dan akhirnya dia membacanya
Dia tersenyum saat selesai membacanya dan aku pun bercerita semuanya tentang rasa maluku untuk menyebarkan karyaku. Akhirnya Amel bersedia membantuku, ia mau membantuku menyebarkan karyaku.
Dengan berjalannya waktu aku tak percaya karena aku sudah terkenal di sekolahku dengan sebutan “penulis pemalu” dan semuanya ini berkat Amel dan dia pun menjadi sahabat dekatku aku tak menyangka Amel bisa mengendalikan rasa maluku hingga membuatku sukses walau hanya di sekolah saja bukan di dunia luas seperti Asma Nadia dan Raditya Dika, tapi aku sangat bahagia dengan ini karena semua ini berkat Amel dan rasa maluku sudah berkurang saat ini.
Cerpen Karangan: Khoirotunnisa
Facebook: Khoirotunnisa Nisa
Penulis Pemalu
4/
5
Oleh
Unknown
