Judul Cerpen Demam Pembawa Cinta
Demam tinggi datang menghampiriku lagi. Mama-papaku panik melihat keadaanku.
“Bintang, kamu tidak apa-apa?” tanya papa.
Aku hanya tarik selimut menutupi mukaku. Papa meraba keningku. Dan bukan main suhu panas menempel di seluruh mukaku.
“Kamu demam lagi, Bintang?”
Aku hanya bisa mengangguk dan menangis.
Mamaku sibuk ke sana-sini mencari obat. Namun paracetamol tak memberi efek apa-apa pada demamku. Akhirnya mama pergi ke rumah Bidan, malangnya nasibku diwaktu yang sama ada orang yang mau melahirkan. Jadi hanya mengandalkan kompres di keningku.
Malam itu pun aku tidur bareng mama dan papa. Gak tau kenapa, hatiku terasa haru. Betapa khawatirnya mereka hingga tak mau sedikitpun meninggalkanku. Aku bahagia namun air mata tak bisa aku bendung. Sungguh mereka sangat menyayangiku.
Pagi harinya, aku dirawat di klinik wilayah. Lima kali suntik barulah ketemu nadi buat dimasukan infus. Aku selalu sulit kalau berhubungan dengan infus karena aku memang sangat takut dengan jarum.
Dua hari aku dirawat, namun tidak ada perubahan pada tekanan darahku. Akhirnya mama menelepon cowokku yang ada di kota untuk membelikan sate kambing. Katanya sate kambing itu baik buat penambah darah.
My prince datang menemuiku, namun karena dia tahu aku paling gak suka daging kambing, dia hanya membawakan chicken fried. Dia memang selalu tahu tentangku.
“Maaf ya, aku gak bawa sate kambing. Kamu gak suka kan?” Tanya cowokku.
Aku mengangguk lemas.
Demam ini membuatku sadar cinta mereka begitu besar terhadapku. Thanks so much, i love u so much, Mama papa & my prince.
Cerpen Karangan: EH Sucipto
Facebook: Ela Heni Sucipto
Demam tinggi datang menghampiriku lagi. Mama-papaku panik melihat keadaanku.
“Bintang, kamu tidak apa-apa?” tanya papa.
Aku hanya tarik selimut menutupi mukaku. Papa meraba keningku. Dan bukan main suhu panas menempel di seluruh mukaku.
“Kamu demam lagi, Bintang?”
Aku hanya bisa mengangguk dan menangis.
Mamaku sibuk ke sana-sini mencari obat. Namun paracetamol tak memberi efek apa-apa pada demamku. Akhirnya mama pergi ke rumah Bidan, malangnya nasibku diwaktu yang sama ada orang yang mau melahirkan. Jadi hanya mengandalkan kompres di keningku.
Malam itu pun aku tidur bareng mama dan papa. Gak tau kenapa, hatiku terasa haru. Betapa khawatirnya mereka hingga tak mau sedikitpun meninggalkanku. Aku bahagia namun air mata tak bisa aku bendung. Sungguh mereka sangat menyayangiku.
Pagi harinya, aku dirawat di klinik wilayah. Lima kali suntik barulah ketemu nadi buat dimasukan infus. Aku selalu sulit kalau berhubungan dengan infus karena aku memang sangat takut dengan jarum.
Dua hari aku dirawat, namun tidak ada perubahan pada tekanan darahku. Akhirnya mama menelepon cowokku yang ada di kota untuk membelikan sate kambing. Katanya sate kambing itu baik buat penambah darah.
My prince datang menemuiku, namun karena dia tahu aku paling gak suka daging kambing, dia hanya membawakan chicken fried. Dia memang selalu tahu tentangku.
“Maaf ya, aku gak bawa sate kambing. Kamu gak suka kan?” Tanya cowokku.
Aku mengangguk lemas.
Demam ini membuatku sadar cinta mereka begitu besar terhadapku. Thanks so much, i love u so much, Mama papa & my prince.
Cerpen Karangan: EH Sucipto
Facebook: Ela Heni Sucipto
Demam Pembawa Cinta
4/
5
Oleh
Unknown

2 komentar
Trimakasih. 😃
ReplyTrimakasih. 😃
Reply