Sheka Ketua Kelas Yang Bijak

Baca Juga :
    Judul Cerpen Sheka Ketua Kelas Yang Bijak

    TEET… TEET… TEET…
    Bunyi bel sekolah dasar Bunga Bangsa berbunyi. Nasfa, murid kelas 5 Sd Bunga Bangsa, Berbaris di depan kelasnya. Ketua kelas Nasfa, Sheka, sudah siap.
    “Hoy, cepat baris!” perintah Sheka pada laki-laki. Laki-laki yang baris hanya Fadel. Yang lainnya ada yang main, Mengobrol, dan lainnya. Mereka tidak mendengar perintah Sheka.
    “Udah Ka, siapin aja,” suruh Meva.
    “Siap gerak! lancang depan gerak! tegap gerak!” perintah Sheka.

    Ditengah Sheka Mensiapkan barisannya, Laki-lakinya (kecuali Fadel), masih tak mau baris.
    “Del, masuk!” perintah Sheka pada Fadel. Fadel segera masuk Ke kelas. “Shek, gak adil tau! masa Fadel aja yang masuk kita nggak!” protes veno. “Iya Shek! masa Fadel aja!” Nino ikut Protes. Sheka tak peduli. “Barisan Nasfa, masuk! lalu barisan kamu, Meva!” perintah Sheka. Mereka masuk sesuai dengan Perintah Sheka.
    “Kalian, baris ulang!” ujar Sheka pada laki-laki. mereka baris ulang, lalu masuk. Sheka juga masuk.

    “EH, JADI KETUA KELAS KOK NGGAK ADIL BEGITU! TAK BECUS!” teriak Jhon. Laki-lakinya (kecuali Fadel) mengejek Sheka. Sheka menjadi sedih. Hampir saja ia mengeluarkan air matanya. “Sudah! kan salah kalian gak mau baris kayak Fadel! kalau kalian baris, pasti kalian suruh masuk sama Sheka! orang kalian yang salah kok malah nyalahin Sheka!” Bela Nasfa dan Meva Lantang. Mereka berdua tak diterima jika sahabatnya diejek seperti itu.

    Bu Neshie, Wali kelas 5, masuk ke kelasnya. “Ketua kelas, siapkan!” perintah bu Neshie.
    “Bersiap! sebelum belajar, marilah kita berdoa. berdoa mulai!” siap Sheka.
    Mereka berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, usai doa dan ucapkan salam, Veno, Jhon dan Nino maju. Mereka rupanya melaporkan tentang Sheka ke bu Neshie. “Apa benar Sheka, mengapa kamu pilih kasih begitu? mengapa cuma Fadel,” ujar bu Neshie lembut.
    “Mengapa saya pilih Fadel duluan, karena pada saat saya suruh baris, mereka gak mau baris. Hanya Fadel yang baris. Jadi, saya hanya suruh Fadel bu, yang masuk duluan,” jelas Sheka sambil ketakutan. “Iya bu!” teriak murid perempuan yang lain.

    “Hmm… semua (laki-laki) maju! kecuali kamu, Del!” perintah bu Neshie tegas.
    Mereka segera maju.
    “Mengapa kalian tak mau baris! mengapa kalian main-main saat baris! kalian sudah kelas 5! seharusnya kalian patuhi perintah ketua kelas! kamu juga, Veno! Kamu itu wakil ketua kelas! mengapa kamu yang juga ikut-ikutan main! harusnya kamu memberi contoh yang baik! MENGERTI!!!” marah bu Neshie.
    “Iy…ya… b…u…bu… Nes…Neshie…,” ucap murid laki-laki yang di depan dengan gugup dan gemetaran. mereka segera duduk di bangkunya masing-masing.

    “Dan kamu, ka, ibu bangga dengan kamu. Kamu memang bijak jadi KK (ketua kelas). Temanmu tak salah pilih ketua kelas,” puji lembut bu Neshie pada Sheka. Semua bertepuk tangan memuji Sheka. Sheka hanya malu-malu.
    mereka segera melanjutkan pelajaran yaitu, Matematika.

    Waktu istirahat
    Nasfa, Meva, Sheka, dan Laili pergi ke kantin sama-sama. “Sheka!” ada seseorang memanggil Sheka. mereka segera menoleh. Ternyata itu Veno, Jhon, Nino Dan Juan.
    “Sheka, kami minta maaf, ya…,” ucap Veno mewakili temannya.
    “Iya, Ven,” ujar Sheka lembut.
    mereka (gank Veno) segera pergi ke lapangan.
    Mereka melanjutkan perjalanan ke kantin. Hari itu, Mereka makan sangat Lahap.
    “Nas, Mev, La, kukira aku kena marah bu Neshie, lho…,” cerita Sheka.
    “Ya kamu gak kan kena marah, orang kamu berbuat baik masa dimarahi,” tanggap Meva.
    “Iya benar itu Meva. Hoy Laili jangan baca terus dong,” seru Nasfa. Laili yang masih membaca buku KKPK miliknya tersentak kaget. Laili memang gemar membaca. Laili satu-satunya sahabat Nasfa yang memakai kacamata minus. Kanan minus 3, 75, kiri minus 3, 25. “Ih suka hati dong,” ucap Laili.
    Oh, ya teman, Nasfa itu blesteran orang Arab-Indonesia. Ayahnya Arab, ibunya Jakarta, Indonesia.
    “Ya boleh baca, tapi jangan lupa sahabat,” gerutu meva.
    “Iya deh, Maaf,” Sesal Laili.

    “Shek, kamu dipanggil bu Neshie di kelas 5, katanya kamu disuruh ke bu Neshie,” ujar kak Gisfa, kakak kelas 6. Kak Gisfa itu kakak kandung Nasfa. “bentar kak,” ujar Nasfa dan Sheka. Usai makan dan membayar, mereka menuju ke kelasnya. sesampai di kelas,” Shek, ini penghargaan untukmu. karena, kamu telah menjadi KK yang bijak,” jelas bu Neshie seraya memberikan piagam penghargaan pada Sheka. Laili, Nasfa dan Meva bertepuk tangan.

    Di kelas hanya ada Sheka, Laili, Meva, Nasfa Dan bu Neshie.
    “HIDUP SHEKA, KETUA KELAS YANG BIJAK!” seru Meva, Nasfa, Dan Laili kencang dan keras. “Makasih teman,” ujar Sheka seraya merangkul sahabatnya.
    “Shek, meskipun kamu telah menjadi ketua kelas yang bijak, jangan lupa sahabat ya…,” ujar Nasfa.
    “Iya dong, masa’ aku lupa Sama sahabatku yang selalu setia kepadaku,” janji dan canda Sheka. Sheka memasukkan piagamnya ketas ranselnya, lalu berjalan ke luar kelas bersama sahabatnya sembari mengenggam tangan sahabatnya. Mereka lalu bercanda ria bersama. Hmm… persahabatan yang Indah. Menurut kalian?

    Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
    Facebook: Alya Aniza

    Artikel Terkait

    Sheka Ketua Kelas Yang Bijak
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email