Judul Cerpen Rasa Ini
“Cinta sebuah rasa yang timbul dari dalam hati Seseorang dengan perasaan yang tulus. Cinta adalah anugerah Yang tuhan berikan kepada setiap insan manusia. Begitu juga Cinta Yang tuhan berikan kepadaku untuk mencintai seorang wanita, Yang membuat wanita itu sangat berharga bagiku. Perasaan yang timbul dari dalam hati dengan ketulusan mencintai seseorang Yang membuatku yakin akan Rasa ini”
“Eza, sedang apa di situ?” Elsa membuyarkan lamunanku.
“Eh Elsa aku sedang mencari angin segar” jawabku.
“Mencari angin segar kok duduk sendirian di pinggir lapangan”
“Hahahaha, emang kenapa?”
“Gak papa sih, ntar pulang sekolah anterin aku yuk”
“Emang mau Kemana?”
“Aku mau beli buku di gramedia”
“Baiklah, nanti pulang sekolah aku anterin”
Lalu Elsa pergi meninggalkanku sendiri di pinggir lapangan.
Bel pun berbunyi, aku lekas segara masuk ke dalam kelasku.
Saat ini aku duduk bangku kelas XI SMA. Aku dan elsa satu sekolah cuman bedanya aku kelas XI – ips 2, Elsa XI – ips 3. Perkenalan ku dengan Elsa diawali dengan sebuah pertemuan singkat pada suatu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah kami.
Tak terasa bel pulang pun berbunyi, aku segera ke kelas elsa. Namun ternyata dia sudah tidak ada di kelasnya. Lalu aku segera mencari dimana keberadaanya.
“Eza, kamu sedang mencari siapa?” ujar rido salah satu teman sekelasku.
“Aku sedang mencari elsa” ungkapku.
“Tadi aku liat elsa nungguin kamu di depan Gerbang sekolah”
“oke makasih”
“Iyaa”
Lalu aku segera menuju gerbang karena elsa Sudah menungguku di depan gerbang sekolah. Dan ternyata benar dia sedang berdiri di depan gerbang menengok ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaanku.
“Elsa, maaf yah bikin kamu lama menunggu”
“Tidak masalah”
“Ya udah yuk jalan sekarang”
Aku dan Elsa menuju parkiran tempat motorku diparkir. Kemudian kami pergi ke gramedia untuk mencari buku yang mau Elsa beli. Setelah selesai lalu kuantar Elsa pulang ke rumahnya.
Jujur saja aku sudah lama memendam rasa ini. Perasaan cinta waktu pertama kali aku berkenalan dengan Elsa. wanita yang sangat ramah, baik, lembut dan humoris. Selama ini ku pendam perasaanku ini kepadanya, entah kenapa berat untukku mengungkapkan perasaan ini padanya. Aku pun tidak tahu apakah dia juga memiliki rasa yang sama terhadapku atau tidak, yang pasti aku akan tetap mencintainya.
Hari ini aku berangkat lebih pagi, karena aku ingin menjemput Elsa untuk berangkat bareng denganya ke sekolah. Setelah kujemput lalu kami berdua berangkat menuju ke sekolah. Setibanya di sekolah dia langsung menuju ke kelas, tapi kupegang tangannya dan menahan dia untuk masuk ke kelasnya.
“Elsa, Tunggu dulu”
“Iya ada apa za?”
“pulang sekolah kamu ada acara tidak?”
“Tidak ada, emang kenapa za?”
“Kita main ke taman yuk”
“Hmm boleh, ya udah sampai ketemu pulang sekolah yah”
“Iyaa”
Lalu Elsa pun masuk menuju ke kelasnya.
Aku dan Elsa memang sudah lama kenal. Tapi aku mulai deket dengannya akhir-akhir ini. Entah berawal dari mana aku bisa sedekat ini dengannya. Yang pasti aku sangat menikmati momen kedekatanku dengannya.
Pulang sekolah aku dan Elsa pun pergi ke Taman untuk sekedar main dan bersantai-santai di sana. Lalu kami duduk di rerumputan sambil menikmati pemandangan di Taman itu.
“Pemandangannya Bagus ya, udaranya juga sejuk” ujarku memecahkan keheningan di antara kami.
“Iya za, hati aku juga tentram rasanya” jawabnya.
“Sa, aku boleh nanya sesuatu tidak?”
“Boleh, ngomong aja”
Sambil menatap matanya, aku mencari tahu adakah perasaannya untukku. “Aku sangat nyaman berada di dekatmu, saat ini kau adalah wanita yang paling dekat denganku”
Dengan wajah bingung lalu Elsa berkata. “Lalu, apa masalahnya? Apakah aku tidak boleh dekat-dekat denganmu”
“Bukan, bukan itu maksudku”
Dengan cepat Elsa menjawab “lalu kenapa, aku tidak mengerti yang kau katakan itu”
“Makanya dengarkan aku dulu, beri aku waktu untuk berbicara” jawabku.
“Baiklah” jawabnya.
Lalu eza memegang kedua pundak elsa dan menatapnya, sambil berkata. “Elsa, aku mencintaimu”
Dengan mata berbinar-binar elsa pun langsung memeluk eza dan berkata. “Aku juga mencintaimu za. Telah lama kunantikan kata ini darimu, namun baru sekarang kau mengatakannya”
“Iya, maafkan aku. Karena baru sekarang aku mempunyai keberanian untuk mengungkapkan semuanya kepadamu”
“Oke tidak masalah, tapi kamu harus janji untuk tidak akan pernah meninggalkanku”
Lalu eza melepaskan pelukan elsa sambil menatap matanya. “Lihat aku, tatap mataku. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu karena aku mencintaimu”
Akhirnya kami berdua menjalin hubungan dan selalu menghabiskan waktu bersama. Dan aku pun berjanji untuk selalu mencintainya selamanya.
Cerpen Karangan: Qori Febrianto
Facebook: Qori Febrianto
“Cinta sebuah rasa yang timbul dari dalam hati Seseorang dengan perasaan yang tulus. Cinta adalah anugerah Yang tuhan berikan kepada setiap insan manusia. Begitu juga Cinta Yang tuhan berikan kepadaku untuk mencintai seorang wanita, Yang membuat wanita itu sangat berharga bagiku. Perasaan yang timbul dari dalam hati dengan ketulusan mencintai seseorang Yang membuatku yakin akan Rasa ini”
“Eza, sedang apa di situ?” Elsa membuyarkan lamunanku.
“Eh Elsa aku sedang mencari angin segar” jawabku.
“Mencari angin segar kok duduk sendirian di pinggir lapangan”
“Hahahaha, emang kenapa?”
“Gak papa sih, ntar pulang sekolah anterin aku yuk”
“Emang mau Kemana?”
“Aku mau beli buku di gramedia”
“Baiklah, nanti pulang sekolah aku anterin”
Lalu Elsa pergi meninggalkanku sendiri di pinggir lapangan.
Bel pun berbunyi, aku lekas segara masuk ke dalam kelasku.
Saat ini aku duduk bangku kelas XI SMA. Aku dan elsa satu sekolah cuman bedanya aku kelas XI – ips 2, Elsa XI – ips 3. Perkenalan ku dengan Elsa diawali dengan sebuah pertemuan singkat pada suatu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah kami.
Tak terasa bel pulang pun berbunyi, aku segera ke kelas elsa. Namun ternyata dia sudah tidak ada di kelasnya. Lalu aku segera mencari dimana keberadaanya.
“Eza, kamu sedang mencari siapa?” ujar rido salah satu teman sekelasku.
“Aku sedang mencari elsa” ungkapku.
“Tadi aku liat elsa nungguin kamu di depan Gerbang sekolah”
“oke makasih”
“Iyaa”
Lalu aku segera menuju gerbang karena elsa Sudah menungguku di depan gerbang sekolah. Dan ternyata benar dia sedang berdiri di depan gerbang menengok ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaanku.
“Elsa, maaf yah bikin kamu lama menunggu”
“Tidak masalah”
“Ya udah yuk jalan sekarang”
Aku dan Elsa menuju parkiran tempat motorku diparkir. Kemudian kami pergi ke gramedia untuk mencari buku yang mau Elsa beli. Setelah selesai lalu kuantar Elsa pulang ke rumahnya.
Jujur saja aku sudah lama memendam rasa ini. Perasaan cinta waktu pertama kali aku berkenalan dengan Elsa. wanita yang sangat ramah, baik, lembut dan humoris. Selama ini ku pendam perasaanku ini kepadanya, entah kenapa berat untukku mengungkapkan perasaan ini padanya. Aku pun tidak tahu apakah dia juga memiliki rasa yang sama terhadapku atau tidak, yang pasti aku akan tetap mencintainya.
Hari ini aku berangkat lebih pagi, karena aku ingin menjemput Elsa untuk berangkat bareng denganya ke sekolah. Setelah kujemput lalu kami berdua berangkat menuju ke sekolah. Setibanya di sekolah dia langsung menuju ke kelas, tapi kupegang tangannya dan menahan dia untuk masuk ke kelasnya.
“Elsa, Tunggu dulu”
“Iya ada apa za?”
“pulang sekolah kamu ada acara tidak?”
“Tidak ada, emang kenapa za?”
“Kita main ke taman yuk”
“Hmm boleh, ya udah sampai ketemu pulang sekolah yah”
“Iyaa”
Lalu Elsa pun masuk menuju ke kelasnya.
Aku dan Elsa memang sudah lama kenal. Tapi aku mulai deket dengannya akhir-akhir ini. Entah berawal dari mana aku bisa sedekat ini dengannya. Yang pasti aku sangat menikmati momen kedekatanku dengannya.
Pulang sekolah aku dan Elsa pun pergi ke Taman untuk sekedar main dan bersantai-santai di sana. Lalu kami duduk di rerumputan sambil menikmati pemandangan di Taman itu.
“Pemandangannya Bagus ya, udaranya juga sejuk” ujarku memecahkan keheningan di antara kami.
“Iya za, hati aku juga tentram rasanya” jawabnya.
“Sa, aku boleh nanya sesuatu tidak?”
“Boleh, ngomong aja”
Sambil menatap matanya, aku mencari tahu adakah perasaannya untukku. “Aku sangat nyaman berada di dekatmu, saat ini kau adalah wanita yang paling dekat denganku”
Dengan wajah bingung lalu Elsa berkata. “Lalu, apa masalahnya? Apakah aku tidak boleh dekat-dekat denganmu”
“Bukan, bukan itu maksudku”
Dengan cepat Elsa menjawab “lalu kenapa, aku tidak mengerti yang kau katakan itu”
“Makanya dengarkan aku dulu, beri aku waktu untuk berbicara” jawabku.
“Baiklah” jawabnya.
Lalu eza memegang kedua pundak elsa dan menatapnya, sambil berkata. “Elsa, aku mencintaimu”
Dengan mata berbinar-binar elsa pun langsung memeluk eza dan berkata. “Aku juga mencintaimu za. Telah lama kunantikan kata ini darimu, namun baru sekarang kau mengatakannya”
“Iya, maafkan aku. Karena baru sekarang aku mempunyai keberanian untuk mengungkapkan semuanya kepadamu”
“Oke tidak masalah, tapi kamu harus janji untuk tidak akan pernah meninggalkanku”
Lalu eza melepaskan pelukan elsa sambil menatap matanya. “Lihat aku, tatap mataku. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu karena aku mencintaimu”
Akhirnya kami berdua menjalin hubungan dan selalu menghabiskan waktu bersama. Dan aku pun berjanji untuk selalu mencintainya selamanya.
Cerpen Karangan: Qori Febrianto
Facebook: Qori Febrianto
Rasa Ini
4/
5
Oleh
Unknown
