Judul Cerpen The Story of Hospital
Namaku Yuzi Daniel Argata, aku biasa dipanggil Zidan.
“Zidan, papa beli makanan dulu ya nak! kamu jaga adik dulu ya!” kata papa, adikku kini sedang dirawat di rumah sakit, ia sakit tifus.
“Oke pa!” jawabku.
Rumah sakit ini amatlah besar, tersedia 3 lantai di rumah sakit ini, rumah sakit yang baru saja dibangun dekat dengan rumahku, kau hanya perlu naik motor selama 15 menit.
“Dik, saya suster yang akan mengganti cairan infus dek Zahra!” ucap seorang suster yang tengah berdiri di depanku.
“Iya silahkan!” jawabku.
Entah kenapa badanku serasa merinding, sama seperti saat aku menunggu mama di rumah sakit saat melahirkan adik, sesaat setelah melahirkan mama meninggal dunia.
“Halo pa, aku takut sekali di sini, cepatlah!” kataku menelepon.
“Hahahaha, seluruh keluargamu akan mati di sini!” jawab seorang pria misterius, aku terkejut dan langsung menjatuhkan teleponku.
Tiba-tiba muncul wanita penuh darah memelukku,
“Anakku, kau mau ke mana? ikutlah ibu ke surga!” kata wanita itu lalu menusukku dengan pisau.
“Aaaarggghhh!” teriaku kesakitan lalu aku pun menemui ajalku.
Cerpen Karangan: Arachelly Sucipto
Namaku Yuzi Daniel Argata, aku biasa dipanggil Zidan.
“Zidan, papa beli makanan dulu ya nak! kamu jaga adik dulu ya!” kata papa, adikku kini sedang dirawat di rumah sakit, ia sakit tifus.
“Oke pa!” jawabku.
Rumah sakit ini amatlah besar, tersedia 3 lantai di rumah sakit ini, rumah sakit yang baru saja dibangun dekat dengan rumahku, kau hanya perlu naik motor selama 15 menit.
“Dik, saya suster yang akan mengganti cairan infus dek Zahra!” ucap seorang suster yang tengah berdiri di depanku.
“Iya silahkan!” jawabku.
Entah kenapa badanku serasa merinding, sama seperti saat aku menunggu mama di rumah sakit saat melahirkan adik, sesaat setelah melahirkan mama meninggal dunia.
“Halo pa, aku takut sekali di sini, cepatlah!” kataku menelepon.
“Hahahaha, seluruh keluargamu akan mati di sini!” jawab seorang pria misterius, aku terkejut dan langsung menjatuhkan teleponku.
Tiba-tiba muncul wanita penuh darah memelukku,
“Anakku, kau mau ke mana? ikutlah ibu ke surga!” kata wanita itu lalu menusukku dengan pisau.
“Aaaarggghhh!” teriaku kesakitan lalu aku pun menemui ajalku.
Cerpen Karangan: Arachelly Sucipto
The Story of Hospital
4/
5
Oleh
Unknown
