Judul Cerpen Ai dan Gadis Misterus
Ai memakai jaket tebalnya. “Mau kemana Ai?” Tanya Papa. “Ah, aku hanya ingin ke rumah Merry saja, kok, Pa.” Papa menggeleng, “Tidak boleh Ai. Rumah Merry jauh. Lagipula salju turun sangat lebat.” Ai cemberut. “Hanya sebentar saja, kok, Pa. Aku tanya PR sekolah saja!” Janji Ai. Akhirnya Papa luluh juga.
Ai segera meraih gagang pintu. Lalu ditekannya knop pintu tersebut. Kaki kecilnya berlari antara serpihan salju yang jatuh dari langit.
Ketika di jalan, Ai melihat seorang gadis sebayanya berkepang satu sedang menatap kosong ke bawah. Ai jadi penasaran. Siapa anak itu? Aku belum pernah melihatnya, gumam Ai dalam hati.
Segera saja ia berjalan ke arah gadis itu. “Hai! Kenapa kamu di situ?” Tanya Ai sambil melambaikan tangan. Tetapi, gadis itu malah membelalakkan matanya, lalu berlari. Ai hanya menatap punggung gadis itu yang sudah menjauh. Perasaan sedih.
Tetapi pandangan Ai kabur. Dia pingsan! Untunglah ketika ia tersadar, ia berada di kasur. Tampak Kak Kiki, Ibu dan Papa. “Kamu sudah sadar? Syukurlah. Dari kemarin kamu pingsan, Ai,” kata Ibu sambil menyodorkan air minum. Ai segera meminumnya. “Lho? Bukannya aku tadi bertemu dengan seorang anak berkepang satu?” Kata Ai. Mata Kak Kiki membulat. Ia berbisik pada Ai, “Ai, itu adalah arwah Yani. Dia barusan meninggal. Dan baru dikabari di acara TV.” Ai membelalak kaget. Apakah itu hantu Yani yang gentayangan? Bulu kuduk Ai berdiri tegak.
Cerpen Karangan: Delia Seftiani Zubir
Facebook: Delia Septiani Zubir
Ai memakai jaket tebalnya. “Mau kemana Ai?” Tanya Papa. “Ah, aku hanya ingin ke rumah Merry saja, kok, Pa.” Papa menggeleng, “Tidak boleh Ai. Rumah Merry jauh. Lagipula salju turun sangat lebat.” Ai cemberut. “Hanya sebentar saja, kok, Pa. Aku tanya PR sekolah saja!” Janji Ai. Akhirnya Papa luluh juga.
Ai segera meraih gagang pintu. Lalu ditekannya knop pintu tersebut. Kaki kecilnya berlari antara serpihan salju yang jatuh dari langit.
Ketika di jalan, Ai melihat seorang gadis sebayanya berkepang satu sedang menatap kosong ke bawah. Ai jadi penasaran. Siapa anak itu? Aku belum pernah melihatnya, gumam Ai dalam hati.
Segera saja ia berjalan ke arah gadis itu. “Hai! Kenapa kamu di situ?” Tanya Ai sambil melambaikan tangan. Tetapi, gadis itu malah membelalakkan matanya, lalu berlari. Ai hanya menatap punggung gadis itu yang sudah menjauh. Perasaan sedih.
Tetapi pandangan Ai kabur. Dia pingsan! Untunglah ketika ia tersadar, ia berada di kasur. Tampak Kak Kiki, Ibu dan Papa. “Kamu sudah sadar? Syukurlah. Dari kemarin kamu pingsan, Ai,” kata Ibu sambil menyodorkan air minum. Ai segera meminumnya. “Lho? Bukannya aku tadi bertemu dengan seorang anak berkepang satu?” Kata Ai. Mata Kak Kiki membulat. Ia berbisik pada Ai, “Ai, itu adalah arwah Yani. Dia barusan meninggal. Dan baru dikabari di acara TV.” Ai membelalak kaget. Apakah itu hantu Yani yang gentayangan? Bulu kuduk Ai berdiri tegak.
Cerpen Karangan: Delia Seftiani Zubir
Facebook: Delia Septiani Zubir
Ai dan Gadis Misterus
4/
5
Oleh
Unknown
