Benci Menjadi Cinta

Baca Juga :
    Judul Cerpen Benci Menjadi Cinta

    Namaku Aries, ini adalah kisahku dan ketlas(ketua kelas)ku. Dulu sebelum aku dan dia menjalin hubungan, aku sangat benci padanya karena dia itu yang paling berisik di antara temannya. Dulu kami kelas F, kelas sementara. Tapi lama-lama aku terbiasa dengan itu semua, hal itulah yang membuatku dapat move on dari mantanku. Rasa ini semakin besar seiring berjalannya waktu, setelah pengumuman hasil tes untuk mengetahui kelas apa yang akan kami tempati nanti atau bisa dikatakan sebagai kelas tetap. Ku berharap agar aku bisa sekelas dengannya, setelah namaku dipanggil aku berjalan menuju ke tempat yang menjadi barisan kelas A. Tiba-tiba diriku mendengar namanya dipanggil, aku senang sekali tapi hati ini juga merasakan rasa sakit disaat diriku mengetahui bahwa dia tak akan mengetahui rasa ini.

    Siska teman atau sahabatku pun juga satu kelas denganku, jika begini aku bisa mencurahkan isi hatiku padanya. Saat pemilihan ketua kelas, aku memilih dia karena aku ingin dia tau bagaimana rasanya lelah. Tapi saat itu juga diriku dibalas oleh dia, dia bilang “Dia saja Bu yang jadi wakil seksi Kekeluargaan”
    Aku hampir saja berteriak tetapi Bu Sri yang Wali kelasku menyetujuinya. Pasti ada yang penasaran kenapa tidak diberi tahu namanya, aku beri tahu nama. Namanya Dias Nur Pratama, ketua kelasku yang menyenangkan tapi tak kuakui itu.

    Hampir tiga Minggu aku kesepian karena rasa ini, walau ada Siska di sampingku. Hari Senin kemarin, dia menyatakan cinta kepadaku. Aku tak langsung menjawab pertanyaan tersebut, aku bertanya sekali lagi melalui Siska
    “Yas, Kamu memang beneran suka sama Aries nggak?” Siska
    “Iya!!!” Dias

    Setelah hati ini yakin, aku menerima cintanya. Hari Rabu kemarin, Siska bilang kepadaku “Aries, kalian seperti itu membuatku teringat masa laluku dengan Ak, dia perhatian tapi akhirnya setelah dia lulus dia meninggalkan diriku tanpa mengabariku” Siska dengan menggunakan bisikan

    Ya, ini hanya kenangan yang tak abadi. Air mataku menetes sendiri dari pelupuk mataku. Dia yang jauh untuk kugapai, telah menggenggam erat tanganku. Tapi diriku takut untuk terjatuh, dan tenggelam lagi ke dalam samudera terdalam karena dia melepaskan genggaman erat tangannya.

    Aku akan tetap membuatmu tersenyum lebar dan bahagia bersamaku selamanya.
    Love you my dear, forever!!!
    Love you Dias Nur Pratama!!!
    Forever!!!

    TAMAT

    Cerpen Karangan: Vinda Ariesta H
    Facebook: Vinda Ariesta

    Artikel Terkait

    Benci Menjadi Cinta
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email