Judul Cerpen Best Friend
“Aleta!!” seorang pria paruh baya memanggil anak bungsunya yang saat ini sedang berkumpul bersama kakak-kakaknya di ruang keluarga.
“Iya. Ayah” jawab Aleta yang dipanggil tadi menghampiri ayahnya.
“Ayah akan berangkat ke Singapura bersama kakak-kakakmu.” pernyataan Ayahnya membuat Aleta terkejut.
“Kenapa Ayah tiba-tiba ingin ke Singapura?” tanya Aleta
“dan, kenapa juga harus Aleta yang menjaga rumah sendiri.” sambung Aleta bertanya kepada Ayahnya.
Ayah terdiam, dan mengingat kejadian 17 tahun yang lalu saat dimana Aleta dilahirkan.
“Pada saat kamu dilahirkan, Ayah pergi meninggalkan Ibumu yang sedang berjuang melahirkan buah hati kami, dengan alasan Ayah ingin menikah karena kemauan eyang.”
“maka dari itu, Ayah akan tinggal disana bersama Ibu tiri kamu” lanjut sang Ayah.
“Baiklah, ayah.” Aleta menerima semua alasan ayahnya dan segera berlalu ke kamarnya.
6 Bulan telah berlalu Aleta selalu menampakkan keceriaan di hadapan sahabatnya. Viena dan Bella.
Bagi mereka suka dan duka Aleta, adalah suka dan dukanya juga.
Hari ini Aleta telah kembali melaksanakan rutinitasnya sebagai seorang siswi.
“Aleta!!” teriak Viena di dalam Mobil Aleta sambil membunyikan klaksonnya.
“Maaf ya. lama” Ucap Aleta, lalu menancapkan gasnya.
Aleta dan kedua sahabatnya sudah sampai di Sekolah. Pagi seperti ini ada pandangan yang tidak mengenakkan Aleta,
“Hei!!” Bella mencoba menyadarkan Aleta
“Udahlah Aleta, Pasti Laras dapat karma” lanjut Viena
“Ah, sudahlah. lupakan” kata Aleta menarik kedua sahabatnya.
Di Kantin Aleta dan kedua sahabatnya tengah menyantap makanannya, tiba-tiba datang laras menghampiri sahabatnya.
“Hai”
“Aleta, mungkin aja laras pengen minta maaf” bisik Viena
“Lanjutin aja makannya” Aleta menyuruh sahabatnya melanjutkan makannya yang tertunda.
“Aleta” kata Laras, Aleta dan kedua sahabatnya menoleh, tanpa menjawab.
“Aku minta maaf” Gumam Laras tertunduk.
“Aku menyesal udah nuduh kamu yang ngak-ngak di depan pacar aku”
“I’m sorry” kata Laras memeluk Aleta. Aleta membalas pelukan tersebut.
“Iya, aku maafin.”
Pesan: Sahabat adalah lilin yang saling menerangi satu sisi. Bagi kita persahabatan adalah hal terindah, kita takkan pernah bisa berdiri tanpa adanya kebersamaan. Kebersamaan yang akan selalu dijaga.
TAMAT
Cerpen Karangan: Irayana
Facebook: Irha
“Aleta!!” seorang pria paruh baya memanggil anak bungsunya yang saat ini sedang berkumpul bersama kakak-kakaknya di ruang keluarga.
“Iya. Ayah” jawab Aleta yang dipanggil tadi menghampiri ayahnya.
“Ayah akan berangkat ke Singapura bersama kakak-kakakmu.” pernyataan Ayahnya membuat Aleta terkejut.
“Kenapa Ayah tiba-tiba ingin ke Singapura?” tanya Aleta
“dan, kenapa juga harus Aleta yang menjaga rumah sendiri.” sambung Aleta bertanya kepada Ayahnya.
Ayah terdiam, dan mengingat kejadian 17 tahun yang lalu saat dimana Aleta dilahirkan.
“Pada saat kamu dilahirkan, Ayah pergi meninggalkan Ibumu yang sedang berjuang melahirkan buah hati kami, dengan alasan Ayah ingin menikah karena kemauan eyang.”
“maka dari itu, Ayah akan tinggal disana bersama Ibu tiri kamu” lanjut sang Ayah.
“Baiklah, ayah.” Aleta menerima semua alasan ayahnya dan segera berlalu ke kamarnya.
6 Bulan telah berlalu Aleta selalu menampakkan keceriaan di hadapan sahabatnya. Viena dan Bella.
Bagi mereka suka dan duka Aleta, adalah suka dan dukanya juga.
Hari ini Aleta telah kembali melaksanakan rutinitasnya sebagai seorang siswi.
“Aleta!!” teriak Viena di dalam Mobil Aleta sambil membunyikan klaksonnya.
“Maaf ya. lama” Ucap Aleta, lalu menancapkan gasnya.
Aleta dan kedua sahabatnya sudah sampai di Sekolah. Pagi seperti ini ada pandangan yang tidak mengenakkan Aleta,
“Hei!!” Bella mencoba menyadarkan Aleta
“Udahlah Aleta, Pasti Laras dapat karma” lanjut Viena
“Ah, sudahlah. lupakan” kata Aleta menarik kedua sahabatnya.
Di Kantin Aleta dan kedua sahabatnya tengah menyantap makanannya, tiba-tiba datang laras menghampiri sahabatnya.
“Hai”
“Aleta, mungkin aja laras pengen minta maaf” bisik Viena
“Lanjutin aja makannya” Aleta menyuruh sahabatnya melanjutkan makannya yang tertunda.
“Aleta” kata Laras, Aleta dan kedua sahabatnya menoleh, tanpa menjawab.
“Aku minta maaf” Gumam Laras tertunduk.
“Aku menyesal udah nuduh kamu yang ngak-ngak di depan pacar aku”
“I’m sorry” kata Laras memeluk Aleta. Aleta membalas pelukan tersebut.
“Iya, aku maafin.”
Pesan: Sahabat adalah lilin yang saling menerangi satu sisi. Bagi kita persahabatan adalah hal terindah, kita takkan pernah bisa berdiri tanpa adanya kebersamaan. Kebersamaan yang akan selalu dijaga.
TAMAT
Cerpen Karangan: Irayana
Facebook: Irha
Best Friend
4/
5
Oleh
Unknown
