I’m Sorry

Baca Juga :
    Judul Cerpen I’m Sorry

    Kriiinggg “kara bangun alarmmu sudah berbunyi nak sholat subuh dulu” sudah kutebak itu pasti ibuku, “iya bu kara bangun” dengan langkah berat dan mata yang masih setengah terbuka aku menuju ke kamar mandi untuk wudhu dan melaksanakan sholat subuh.
    Namaku Karalita alvisna aku kelas XII Akuntansi di sebuah SMK tetvaforit di Semarang. banyak orang yang bilang aku pribadi yang manis, tapi emang kenyataan si hehee

    “Bu sudah pukul 06.30 ni kara berangkat dulu ya”
    “Iya nak, hati hati ya”
    “Iya bu Assalamualaikum”
    “Waalaikumsalam”

    Sesampainya di sekolah aku sudah disambut dengan sahabatku, namanya Lala hampir sama kan sama namaku. Semua tentangku dia tau salah satunya adalah orang yang aku suka dari awal aku masuk SMK.
    “Ra liat deh tuh pujaan hati lo dateng tuh si Juna”
    “Ih apaan sih lo la jangan bikin gue baper deh, malu tau”
    “Eh tu liat dia ngeliat ke arah lo tuh…”
    “Ih seriusan? Oh my god Juna setelah sekian lama akhirnya lo sadar ada gue kara yang mencintai kamu dalam diam”

    Bel pulang sekolah berbunyi aku bergegas pulang karena lala telah menungguku di depan gerbang. Tiba tiba
    Brruuukk
    “Aduh maaf ya gue nggak sengaja, sekali lagi maaf banget” aku masih tertunduk dan membereskan bukuku yang berjatuhan
    “Ya nggak papa kok gue bantu ya”
    Deg… JUNA dia juna “terima kasih”
    “Hai gue juna kelas 12 multimedia. Nama kamu siapa?”
    “Hai gue kara kelas 12 Akuntansi” jawabku
    “Sebagai permintaan maaf kita makan ice cream yuk? Gue yang traktir deh”
    “Boleh tapi ntar ya gue sms temen gue dulu”
    Itu percakapan pertama aku sama juna setelah sekian lama akhirnyaaa.

    Aku dan juna pun pergi menuju kedai ice cream dekat SMK banyak hal yang kami bahas tentang kepribadian masing masing dan ternyata Juna nggak secuek yang aku kira.
    “Ra boleh minta nomor handphone lo nggak? Biar lebih deket lagi?”
    “Boleh kok Jun ni 085712491xxx”

    Saat itu aku dan juna semakin dekat saja tak terasa 1 bulan sudah kami berkomunikasi dan saling bertukar cerita
    “Cieeee udah deket aja tuh sama Juna nunggu di tembak ya?” Goda lala padaku
    “Ya kan lo tau sendiri gimana perasaan gue ke dia”
    “Iya deh percaya”
    Tiba tiba ponselku berdering dan 1 new messeage

    From: juna
    Kar bisa ketemuan nggak nanti pulang sekolah aku tunggu di taman deket SMK ya

    To: juna
    Iya jun bisa kok nanti aku kesana

    Bel pulang sekolah berbunyi aku bergegas untuk menemui Juna. Sesampainya di taman
    “Kar ada yang pengen gue omongin” juna memulai percakapan
    “Iya jun ada apa?”
    “Sebenarnya gue udah lama sayang sama lo tapi baru sekarang gue baru berani ngomong kar, dan asal lo tau gue besok akan pindah ke jakarta karena urusan kerjaan orangtua gue”
    “Kenapa baru sekarang lo bilang jun? gue juga sayang banget sama lo dari dulu” jawabku menyesal
    “Kamu mau kan LDRan sama aku kar, aku sayang sama kamu.”
    “Iya jun bagiku nggak masalah LDR asal saling percaya.” Jawabku dengan menitikkan air mata. Juna menatapku dengan senyuman, Ya Allah benarkah yang aku alami sekarang akhirnya cintaku terbalaskan

    Keesokan harinya…
    Ini adalah keberangkatan Juna menuju Jakarta. Aku mengantarnya di stasiun karena untung saja hari ini hari minggu.
    “Kara sayang aku berangkat dulu ya, jaga dirimu baik baik jangan lupa sholat dan belajar terus ya” ucap juna
    “Iya juna kamu juga ya jaga diri kamu baik baik aku sayang kamu Arjuna reynaldi”
    “Iya aku juga sayang kamu Karalita Alvisna”

    Kereta yang ditumpanginyapun berangkat. Rasanya berat sekali aku mengantar keberangkatan juna. Tapi apa boleh dikata, malamnya Juna mengirimkanku pesan singkat kalau dia sudah sampai di Jakarta dan akan mulai berangkat sekolah lusa. Awal cerita LDR kami pun dimulai

    1 bulan LDR
    Dia masih sangat perhatian padaku dan selalu menghubungiku dimanapun dia berada

    2 bulan LDR
    Dia sangat romantis padaku dan membuatkan sebuah lagu yang indah untukku

    2 bulan 15 hari LDR
    Aku berulang tahun tetapi di hilang bahkan tidak mengucapkan selamat. Aku mulai heran sama dia dan dia mulai cuek sama aku bahkan sudah seminggu dia tidak menghubungi aku lagi. aku menceritakan semuanya ke Lala sahabatku

    “Ra coba deh lo cek sosmednya dia siapa tau aja lo menemukan jawabannya” ucap lala padaku
    “Oke deh”

    Saat aku liat sosmednya juna betapa terkejutnya aku saat melihat dia berpose dengan cewek lain. Tapi aku masih mencoba untuk tidak berpikiran negatif tentang foto itu. Malamnya aku mencoba menghubungi Juna dan ya akhirnya dia menjawab teleponku
    “Iya kara ada apa?” ucapnya di seberang telefon
    “Jun kenapa kamu menghilang? Asal kamu tau aku menunggu ucapan selamat ulang tahun dari kamu jun. Dan satu lagi siapa cewek yang ada di akun Fbmu jun siapa?” Ucapku tak sabar dengan berbagai pertanyaan di otakku
    “Maafkan aku ra, cewek itu fiska dan dia..”
    “Dia siapa jun?”
    “Dia pacarku”
    Deg. Apa yang juna bilang? Apa dia benar?
    “Jadi kamu selingkuh jun? Iya? Lebih baik kita putus jun aku nggak suka dibohongin, jujur aku selalu percaya sama kamu jun tapi myatanya apa? Kamu udah bakar kepercayaan itu dan satu hal lagi jun kamu udah buat rasa cinta aku jadi benci sama kamu. Sampai kapanpun aku nggak akan pernah maafin kamu.”
    Dengan cepat aku melempar ponselku ke sembarang tempat. Kecewa, hanya itu yang aku rasa saat ini.

    6 bulan kemudian
    Hari ini adalah kelulusanku sebagai pelajar SMK. Entah kenapa waktu itu aku ingin sekali pergi ke taman hanya sekedar mengingat kenangan saat Juna menyatakan perasaannya kepadaku. Jujur aku tidak tau kenapa aku masih mengingatnya

    “Masih teringat sesuatu?” Ucap seseorang di belakangku
    Deegg. Juna
    “Untuk apa lo kesini lagi? Mau ngancurin perasaan gue lagi?” Ucapku kesal
    “Ra udah ra aku menyesal atas kejadian 6 bulan yang lalu, aku sadar ra nggak ada cewek sebaik kamu yang pernah aku temuin. Aku minta maaf ra tolong maafin aku.” Ucapnya dengan penuh penyesalan
    “Denger ya Jun gue udah muak, jujur ya aku nyesel pernah cinta sama kamu. Aku benci sama kamu jun” aku berlari menghindari juna, sungguh kali ini aku nggak mau ketemu lagi sama juna.

    Tiba tiba… tttiiiiiinnn bruuuuuuk
    “Junaaaaa”
    Juna tertabrak mobil dan dia tergeletak dengan berlumuran darah. Aku berlari menghampirinya dan meletakkan kepalanya di pangkuanku
    “ka.. ra.. ma.afin a..ku, sor..ry u…dah bu..at ka.. Mu ke..ce…wa aku sayang kamu kara” ucap juna terbata bata
    “Iya jun aku juga masih sayang sama kamu jun… kamu bertahan ya demi aku”

    Dan terlambat juna telah meninggal saat itu juga. Air mataku tumpah eaktu itu. Juna laki laki yang paling aku sayang telah pergi untuk selama lamanya. Menyesal dan menyesal hanya itu yang aku rasakan sekarang.

    Cerpen Karangan: Dewi kurniawati
    Facebook: Dhewi kurnia

    Artikel Terkait

    I’m Sorry
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email