Kembalilah

Baca Juga :
    Judul Cerpen Kembalilah

    “Woi! Ali! Ali!” teriak Indri diantara kerumunan teman-teman lelaki sekelasnya.
    “Ah, kok enggak denger sih.” gumam Indri pada sosok yang disukainya tersebut. Rupanya, ada seseorang yang memperhatikannya dalam diam. Sahabatnya, Nia namanya. Nia sinis melihat tingkah laku Indri. Bukan berarti Nia membenci Indri ataupun tidak suka pada Indri. Ia hanya merasa kehilangan sosok Indri yang dulu. Indri yang pemalu, enggak sombong, enggak jutek, semua telah berubah semenjak mereka memasuki jenjang Madrasah Aliyah. Nia merasa sia-sia beberapa kali menasihati Indri. Karena pada akhirnya, Indri pasti mengelak.

    Matahari semakin terik menyinari. Namun tak menyurutkan niat Nia untuk menemui sahabatnya satu lagi bernama Riani. Nia menceritakan semuanya pada Riani. Riani memang tak banyak tahu mengenai kedua sahabatnya tersebut. Disebabkan Riani tak lagi satu sekolah dengan mereka. Mereka berpisah setelah lulus MTs. Suasana hening sesaat setelah Nia bercerita.

    “Kita harus berbuat sesuatu. Kita harus mengembalikan Indri pada Indri yang dulu. Aku enggak mau, persahabatan yang udah kita jalani selama 3 tahun, hancur hanya karena hal seperti ini.” ucap Riani pada Nia. Mereka mulai berfikir bagaimana caranya untuk mengembalikan Indri, sebelum Indri berubah terlalu jauh.

    Kaki baru saja menginjakkan di area gerbang, baju juga masih cokelat pramuka, lengkap dengan kerudung, tas, juga sepatu. Kebetulan guru sedang rapat, jadi murid dipulangkan lebih pagi. Bukan rumah yang menjadi tujuan utama Riani setelah bel pulang berbunyi. Ia baru saja sampai. Untunglah, ia melihat Nia. Nia ingin menunjukkan sesuatu pada Riani. Sesuatu yang cukup mengejutkan. Benar-benar terlihat jelas di mata Riani. Indri dan Ali sedang duduk berduaan di dalam kelas. Entahlah, apa yang sedang mereka bicarakan. Yang jelas, pembicaraan itu terlihat asyik sebab sesekali disertai tawa ringan. Riani langsung nyelonong masuk, tanpa permisi atau sekedar basa-basi. Menarik paksa tangan Indri, membawanya ke luar dan menjauh dari Ali. Indri terlihat kesakitan dan menyuruh Riani untuk melepaskannya.

    “Kamu tahu apa yang kamu lakukan? Aku tahu kamu suka sama dia, tapi bukan seperti ini caranya.”. Indri hanya diam mendengarkan ucapan Riani.
    “Kamu sadar kalau kamu berubah? Kamu bukan seperti Indri yang dulu. Indri yang aku dan Riani kenal saat kita masih MTs.”.
    “Kita enggak bermaksud untuk mengguruimu. Tapi posisi kita di sini sebagai sahabat kamu. Sahabat yang wajib memberitahu sahabatnya jika ia bersalah”. Indri masih terdiam, tak tahu harus berkata apa. Tampaknya, ia baru menyadari akan satu hal.
    “Indri.. Kita sayang sama kamu. Kita mau yang terbaik buat kamu. Kita enggak mau kamu terjerumus pada hal-hal yang tidak benar.”. Indri mulai luluh. Ia meminta maaf pada kedua sahabatnya. Ia berjanji akan kembali menjadi Indri yang dulu. Mereka berpelukan, saling melepas senyum terharu.

    Cerpen Karangan: Ria Puspita Dewi
    Facebook: Puspita Elfa

    Artikel Terkait

    Kembalilah
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email