Judul Cerpen Berkah
Fida terbangun saat matahari berada di posisi biasanya. Fida mengucak matanya. Lalu mengalihkan pandangannya pada jam weker yang sedari tadi berbunyi.
Fida baru menyadari, ia sudah telat berkerja. “Apa?! Aku sudah telat!” Fida segera merapikan tempat tidurnya.
Setelah berpakaian rapi dan berjilbab, Fida segera mengunci pintu rumahnya.
Namun, baru setengah jalan, ia melihat seekor kucing kecil yang jelek serta mata yang penuh dengan kotoran dan perut yang mengempis.
Fida merasa iba. Manusia tidak punya hati! Gumam Fida. Lalu Fida memberi kucing kecil itu ikan. Kucing itu menjulurkan lidahnya seperti anjing. Fida tahu kucing itu kehausan. Lalu ia menuangkan air ke wadah kecil untuk kucing itu minum. Kucing itu kelaparan serta kehausan.
Fida segera meneruskan perjalanan. Ia panik. Namun ketika sampai disana, Fida tidak dimarahi. Malah, ia disuruh mengerjakan tugas menjahitnya itu.
Atasannya bilang, gaji Fida bulan ini lumayan besar. Fida sangat bersyukur kepada Allah SWT. Ia taat beribadah.
Saat pulang kerja, Fida membawa kucing itu ke rumah kecilnya itu. Fida rajin memberinya makan dan minum. Fida merawatnya dengan penuh kasih sayang. Kucing itu pun juga. Oya, nama kucing itu adalah Meng.
Semenjak saat itu, hidup yang dijalani Fida menjadi berkah.
Cerpen Karangan: Delia Seftiani Zubir
Facebook: Delia Septiani Zubir
Fida terbangun saat matahari berada di posisi biasanya. Fida mengucak matanya. Lalu mengalihkan pandangannya pada jam weker yang sedari tadi berbunyi.
Fida baru menyadari, ia sudah telat berkerja. “Apa?! Aku sudah telat!” Fida segera merapikan tempat tidurnya.
Setelah berpakaian rapi dan berjilbab, Fida segera mengunci pintu rumahnya.
Namun, baru setengah jalan, ia melihat seekor kucing kecil yang jelek serta mata yang penuh dengan kotoran dan perut yang mengempis.
Fida merasa iba. Manusia tidak punya hati! Gumam Fida. Lalu Fida memberi kucing kecil itu ikan. Kucing itu menjulurkan lidahnya seperti anjing. Fida tahu kucing itu kehausan. Lalu ia menuangkan air ke wadah kecil untuk kucing itu minum. Kucing itu kelaparan serta kehausan.
Fida segera meneruskan perjalanan. Ia panik. Namun ketika sampai disana, Fida tidak dimarahi. Malah, ia disuruh mengerjakan tugas menjahitnya itu.
Atasannya bilang, gaji Fida bulan ini lumayan besar. Fida sangat bersyukur kepada Allah SWT. Ia taat beribadah.
Saat pulang kerja, Fida membawa kucing itu ke rumah kecilnya itu. Fida rajin memberinya makan dan minum. Fida merawatnya dengan penuh kasih sayang. Kucing itu pun juga. Oya, nama kucing itu adalah Meng.
Semenjak saat itu, hidup yang dijalani Fida menjadi berkah.
Cerpen Karangan: Delia Seftiani Zubir
Facebook: Delia Septiani Zubir
Berkah
4/
5
Oleh
Unknown
