Judul Cerpen Ketika Cinta Bertanya
Sudah 5 tahun lebih, aku mengagumi gadis itu, gadis yang humoris, selalu ceria, tersenyum, walaupun ketika ia bersedih. Dia sahabatku sejak 5 tahun lalu, namanya cantika ayu pratiwi, sebenaranya dia gadis yang pendiam, tapi saat kita bersama dia tak berhenti berbicara, kita membahas apapun, entah pria yang ia suka, sekolahnya, atau hal lain yang membuat dia bahagia dan sedih, dia gadis cantik, tinggi seukuran denganku, yang sekarang berumur 17 tahun satu tahun lebih tua dariku, walaupun dia 1 tahun lebih tua dariku, itu tak membuat rasa kagumku berubah, aku ingat ketika kali pertama kita bertemu.
Saat itu aku, dan teguh, temanku yang wajahnya sedikit lebih tampan dariku, pergi mengajaku dan kedua temanku yang bernama danu, dan rio, mereka kembar, dan sangat tampan dibanding aku sama teguh, maklum, blasteran indonesia arab, tapi tetap saja di sekolah kami, kami menjadi pandawa sekolah, bisa dibilang idola gitu deh.
Oh iya, namaku noeva daqo, biasa dipanggil noeva, mirip nama cewek bukan?, tapi itu nama yang diberikan orangtuaku, aku paling tinggi setelah teguh, dan wajah kami pun sebenarnya agak mirip, mungkin karena sebenarnya kita masih kerabat jadi wajah kita agak-agak mirip.
Kembali ke cerita, kami berempat pergi ke tempat rental ps yang baru dibuka, dimana teguh temanku mengajak kami ke sana, di sana kami bertemu penjaga rental ps, 2 gadis cantik penjaga rental ps, tenyata dia adalah kakak beradik, sang kakak berambut lurus sebahu, sedangkan sang adik berambut panjang sepinggang, benar, dia cantika, dan kakaknya ayu, nama yang pas buat mereka kan?, aku seketika jatuh hati pada cantika, dan aku sering ke tempat itu hanya untuk bertemu dengan dia, bahkan aku sering menyisakan uang jajanku untuk ke tempat itu, sebelumnya aku tak tau nama mereka sampai ketika, kakak cantika memanggil namanya.
“Cantika, tolong bantu kakak ambilkan stik baru yang di atas meja” sambil memegang ps di tanganya.
“Iya kak ayu, aku ambilin” sahut cantika waktu itu, sekarang aku tau nama itu, hampir seitap senin sampai sabtu aku ke tempat rental itu, setiap minggu, aku bermain dengan kawan-kawan, saat di rental ps, aku memanggil gadis itu, karena aku akan segera bermain ps, tak ku sangka setelah menit ditetapkan, aku ditegur oleh gadis yang kusuka, yaitu cantika.
“Mas, mas kok sering main ke sini mas, emang rumah mas deket sini ya?, kalo iya, kok aku gak pernah liat mas” tak ku sangka dia bertanya padaku, aku yang sedikit gugup plus malu ini, hanya mampu memandanginya.
“Mas, kok malah ngeliatin gitu, ngeri deh” aku pun menghentikan tatapanku padanya.
“Ma.. Maaf mbak, aku hanya kaget” sahutku untuk menutupi kegugupanku.
“O.. Jadi mas orang mana?, seharian loh mas disini, entar di cariin keluarganya gimana, repot kan, hehehe” dengan sedikit tawa dia katakan padaku.
“Hahahaha, aku dari kampung sebelah mbak”
“Itu pasti jauh banget ya mas, emang di sana gak ada rental ps apa?”
“Ada mbak, tapi di sana gak ada yang kaya kamu” sahutku keceplosan.
“Maksudnya apa mas” dengan bingung dia melirikku.
“Eh, maksudnya tempatnya enakan di sini mbak”
“Oh.. Kirain apa”
Karena kegugupanku, saat aku kesana aku selalu mengajak temanku teguh, dia tau kalau aku suka pada cantika, di setiap kegiatanku, curhatku hanya pada teguh, karena tidak ada temen cewek yang akrab waktu itu, saat kami panggil dia.
“Mbak, kita di no 6” cantika datang dan tersenyum pada kami.
“Di sini mas?”
“Iya, di sini aja mbak” sahutku, tiba-tiba teguh berbisik padaku.
“Noe, kalo kamu suka sama dia, tanyain namanya, jangan cemen” karena bersama teguh, aku jadi pura-pura berani, padahal agak grogi, sebelum dia pergi..
“Mbak, nama mbak siapa?” tanyaku pada cantika.
“Nama aku, cantika mas, mas ini siapa?” sambil memandang wajah kami.
“Nama aku noeva, dan ini teguh” sambil menepuk pundak teguh, tapi ketika kita memperkenalkan diri, dia malah tertawa lirih.
“Kenapa mbak?, kok malah ketawa gitu”
“Masa mas yang ganteng ini namanya noeva, namanya cantik banget, hehehehe” teguh ikut menertawai namaku.
“Itu kan yang ngasih nama orangtuaku mbak, kalo aku yang ngasih nama, pengennya sih, rini, cinta, dea, biar puas sekalian” belaku, dan mereka hanya tertawa kecil, aku sedikit kesal waktu itu, tapi cantika memegang lenganku sambil berkata
“Maaf deh, karena ketawa mas jadi kesel gini” aku pun membalas dengan senyuman.
Sejak saat itu kita bertiga menjadi sangat akrab kepada kak ayu pun kita akrab, bahkan danu dan rio, kita sudah tidak memanggil mas dan mbak lagi, bahkan kita sudah tau, dimana dia sekolah, teman-temannya dan keluarganya, dan tenyata cantika seorang yatim piatu, pantas saja aku tidak pernah melihat ayah bundanya, dia hanya tinggal berdua dengan kakaknya, rental ps ini dibuat kakaknya, dari meminjam uang pamannya, bisa dibilang hidupnya menyedihkan, tapi dia simpan dalam hati, dan selalu tersenyum pada kami, we love you cantika.
Sudah 18 bulan kita berteman, 3 bulan lalu dia curhat padaku, dia menyukai seseorang dari kami berempat, aku berharap bahwa dia suka padaku karena perhatianku yang sering kuberikan padanya, tapi kehendak tuhan lain, dia suka pada temanku sekaligus kerabatku teguh, seketika itu aku hancur, tapi tak apa, aku lebih suka melihat dia tersenyum dan bahagia dengan orang lain, dari pada denganku, tapi dia sedih, ini tidak boleh terjadi kan?, esoknya aku menemui teguh dan aku akan katakan semuanya tentang perasaan cantika pada teguh.
“Guh, aku mau ngomong sesuatu sama kamu” teguh yang sembari minum minuaman soda menghampiriku.
“Kamu mau ngomong apa noe, cantika?”
“Bener, cantika adalah cewek yang aku suka, dan pasti akan selalu kucintai, kamu tau itu kan?”
“Iya aku tau, terus kenapa?”
“Dia suka sama kamu” teguh sangat kaget dan air soda pun muncrat dari mulutnya.
“Biasa aja kali guh, gak usah sampe muncrat gitu” sahutku karena air soda itu mengenaiku.
“Sorry sorry, serius kamu noe, kamu lagi gak bercanda kan”
“Serius lah, malahan dia kayaknya udah cinta sama kamu” dengan menghela nafas dia bicara padaku lagi.
“Ok, kalo gitu aku akan bicara sama cantika, biar dia gak jadi suka sama aku, aku akan pura pura kalo aku udah punya pacar, menurut kamu gimana noe?”
“Jadi kamu mau ngehancurin hatinya cantika gitu” sambil menatap marah.
“Bukan gitu maksud aku, aku hanya mau dia sama kamu noe”
“Tapi kalo dia sama aku, apa pertemanan kita berlima akan utuh?, pasti enggak kan, pasti dia akan ngehindar dari kamu, kalo dia sama aku juga, dia belum tentu bahagia kok, kamu ini temanku guh, bahagian dia ya, tolong” ucapku sambil meninggalkan dia.
Setelah percakapan itu, seminggu kemudian mereka pacaran, mereka serasi, cocok, tapi apa dayaku,
“Lebih baik melihat dia bahagia, dari pada sedih” aku mengulang kata-kata itu kembali di hatiku, aku bercerita pada teguh apa yang dia suka, musik apa yang sering didenger cantika, warna, boneka, sampai makanan pun aku cerita sama teguh, biar cantika bahagia,
3 tahun berlalu, hari itu teguh sempatkan untuk membantuku membahagian cantika dengan surprise surprise indah, tapi ternyata teguh sudah tidak mau lagi membantuku untuk membahagiakan cantika.
“Noe, kayaknya aku udah gak bisa pacaran sama dia deh” tuturnya padaku.
“Loh, kenapa?, kamu punya cewek emang?” aku bertannya-tanya.
“Enggak sih, tapi setiap cowok, punya cewek impian noe, aku gak bisa kayak gini terus, aku gak bisa ngelihat cewek yang kusuka, ngehindar terus sama aku, aku juga pengen memiliki dia noe” sedikit tegas kepadaku.
“Terus rencana kamu apa?, mutusin hubungan kamu sama cantika?, ya janganlah, kasihan dianya kan.”
“Tapi apa kamu gak kasihan sama aku noe?, aku juga pengen sama cewek yang aku suka noe” dia memarihiku.
“Tapi cinta gak harus memiliki guh, buktinya aku, aku bahagia kalo ngeliat cantika bahagia sama kamu”
“Terserah kamu lah noe, aku udah gak tahan” teguh pergi dengan kesal.
Malamnya cantika sms aku untuk ketemuan di tempat biasa kita curhat. Saat aku datang, aku melihat cantika sudah ada di sana dengan tersedu-sedu, aku pun segera menghampirinya.
“Cantika kamu kena..” belum sampai selasai aku berbicara, dia memelukku sambil menangis, setelah melepaskan pelukannya, dia menamparku dan aku terkejut, dalam hati aku bertanya kenapa dia memeluku dan menamparku.
“Kamu itu lelaki jahat noe, kamu biarin orang itu peluk aku, kamu biarin dia cium keningku, sementara kamu bahagia disini, kamu itu lelaki paling tolol yang pernah aku kenal, kalo kamu suka sama aku harusnya kamu bilang sejak awal, biar gak kayak gini noe, aku hancur dengan cintaku, dia pergi ninggalin aku, dan itu semua karena kamu noe” dia berteriak sambil memarahiku.
“Maafin aku tika, aku gak bermaksud ngelakuin ini sama kamu, aku cuma pengen kamu bahagia, kalo aku buat kamu sakit aku minta maaf”
“Permintaan maaf itu gak berarti noe, kamu cinta sama aku kan?, jadi kamu harus tanggung jawab noe, kamu harus tanggung jawab, lihat aku sekarang noe, kamu lihat aku hancur dengan kebohongan ini kan?, kamu liat aku kan noe” ucapnya sambil meneriakiku.
“Kamu udah tau yang sebenernya, aku tau kamu hancur, tapi aku ngelakuin itu semua buat ngebahagiain kamu, terserah kalo kamu gak maafin aku, aku cuman mau bilang kalo aku cinta sama kamu”
“Semua maaf kamu udah gak penting noe, sekarang aku kalut, dan aku lebih cinta sama kamu” katanya sambil memelukku,
Sejak saat itu, kita pacaran, dan sampai sekarang, aku tak pernah melihat teguh, ataupun danu dan rio, pertemanan kita hilang, dan setiap hariku, hanya ditemani cantika dan kakaknya, ayu izhal pratiwi, sekarang aku merayakan ulang tahun cantika yang ke 17, usiaku untuk jatuh cinta pada gadis mungkin masih terlalu kanak kanak waktu itu, 11 tahun usiaku saat bertemu cantika, hingga saat ini aku tetap mengaguminya, dan aku rindu teman-temanku, dan kenapa si kembar juga harus hilang, dan ketika cinta bertanya ini apa?, ini takdir tuhan untuk mencintai, semoga selamanya.
End
Cerpen Karangan: Noeva Daqo
Facebook: Nova Daqo
Sudah 5 tahun lebih, aku mengagumi gadis itu, gadis yang humoris, selalu ceria, tersenyum, walaupun ketika ia bersedih. Dia sahabatku sejak 5 tahun lalu, namanya cantika ayu pratiwi, sebenaranya dia gadis yang pendiam, tapi saat kita bersama dia tak berhenti berbicara, kita membahas apapun, entah pria yang ia suka, sekolahnya, atau hal lain yang membuat dia bahagia dan sedih, dia gadis cantik, tinggi seukuran denganku, yang sekarang berumur 17 tahun satu tahun lebih tua dariku, walaupun dia 1 tahun lebih tua dariku, itu tak membuat rasa kagumku berubah, aku ingat ketika kali pertama kita bertemu.
Saat itu aku, dan teguh, temanku yang wajahnya sedikit lebih tampan dariku, pergi mengajaku dan kedua temanku yang bernama danu, dan rio, mereka kembar, dan sangat tampan dibanding aku sama teguh, maklum, blasteran indonesia arab, tapi tetap saja di sekolah kami, kami menjadi pandawa sekolah, bisa dibilang idola gitu deh.
Oh iya, namaku noeva daqo, biasa dipanggil noeva, mirip nama cewek bukan?, tapi itu nama yang diberikan orangtuaku, aku paling tinggi setelah teguh, dan wajah kami pun sebenarnya agak mirip, mungkin karena sebenarnya kita masih kerabat jadi wajah kita agak-agak mirip.
Kembali ke cerita, kami berempat pergi ke tempat rental ps yang baru dibuka, dimana teguh temanku mengajak kami ke sana, di sana kami bertemu penjaga rental ps, 2 gadis cantik penjaga rental ps, tenyata dia adalah kakak beradik, sang kakak berambut lurus sebahu, sedangkan sang adik berambut panjang sepinggang, benar, dia cantika, dan kakaknya ayu, nama yang pas buat mereka kan?, aku seketika jatuh hati pada cantika, dan aku sering ke tempat itu hanya untuk bertemu dengan dia, bahkan aku sering menyisakan uang jajanku untuk ke tempat itu, sebelumnya aku tak tau nama mereka sampai ketika, kakak cantika memanggil namanya.
“Cantika, tolong bantu kakak ambilkan stik baru yang di atas meja” sambil memegang ps di tanganya.
“Iya kak ayu, aku ambilin” sahut cantika waktu itu, sekarang aku tau nama itu, hampir seitap senin sampai sabtu aku ke tempat rental itu, setiap minggu, aku bermain dengan kawan-kawan, saat di rental ps, aku memanggil gadis itu, karena aku akan segera bermain ps, tak ku sangka setelah menit ditetapkan, aku ditegur oleh gadis yang kusuka, yaitu cantika.
“Mas, mas kok sering main ke sini mas, emang rumah mas deket sini ya?, kalo iya, kok aku gak pernah liat mas” tak ku sangka dia bertanya padaku, aku yang sedikit gugup plus malu ini, hanya mampu memandanginya.
“Mas, kok malah ngeliatin gitu, ngeri deh” aku pun menghentikan tatapanku padanya.
“Ma.. Maaf mbak, aku hanya kaget” sahutku untuk menutupi kegugupanku.
“O.. Jadi mas orang mana?, seharian loh mas disini, entar di cariin keluarganya gimana, repot kan, hehehe” dengan sedikit tawa dia katakan padaku.
“Hahahaha, aku dari kampung sebelah mbak”
“Itu pasti jauh banget ya mas, emang di sana gak ada rental ps apa?”
“Ada mbak, tapi di sana gak ada yang kaya kamu” sahutku keceplosan.
“Maksudnya apa mas” dengan bingung dia melirikku.
“Eh, maksudnya tempatnya enakan di sini mbak”
“Oh.. Kirain apa”
Karena kegugupanku, saat aku kesana aku selalu mengajak temanku teguh, dia tau kalau aku suka pada cantika, di setiap kegiatanku, curhatku hanya pada teguh, karena tidak ada temen cewek yang akrab waktu itu, saat kami panggil dia.
“Mbak, kita di no 6” cantika datang dan tersenyum pada kami.
“Di sini mas?”
“Iya, di sini aja mbak” sahutku, tiba-tiba teguh berbisik padaku.
“Noe, kalo kamu suka sama dia, tanyain namanya, jangan cemen” karena bersama teguh, aku jadi pura-pura berani, padahal agak grogi, sebelum dia pergi..
“Mbak, nama mbak siapa?” tanyaku pada cantika.
“Nama aku, cantika mas, mas ini siapa?” sambil memandang wajah kami.
“Nama aku noeva, dan ini teguh” sambil menepuk pundak teguh, tapi ketika kita memperkenalkan diri, dia malah tertawa lirih.
“Kenapa mbak?, kok malah ketawa gitu”
“Masa mas yang ganteng ini namanya noeva, namanya cantik banget, hehehehe” teguh ikut menertawai namaku.
“Itu kan yang ngasih nama orangtuaku mbak, kalo aku yang ngasih nama, pengennya sih, rini, cinta, dea, biar puas sekalian” belaku, dan mereka hanya tertawa kecil, aku sedikit kesal waktu itu, tapi cantika memegang lenganku sambil berkata
“Maaf deh, karena ketawa mas jadi kesel gini” aku pun membalas dengan senyuman.
Sejak saat itu kita bertiga menjadi sangat akrab kepada kak ayu pun kita akrab, bahkan danu dan rio, kita sudah tidak memanggil mas dan mbak lagi, bahkan kita sudah tau, dimana dia sekolah, teman-temannya dan keluarganya, dan tenyata cantika seorang yatim piatu, pantas saja aku tidak pernah melihat ayah bundanya, dia hanya tinggal berdua dengan kakaknya, rental ps ini dibuat kakaknya, dari meminjam uang pamannya, bisa dibilang hidupnya menyedihkan, tapi dia simpan dalam hati, dan selalu tersenyum pada kami, we love you cantika.
Sudah 18 bulan kita berteman, 3 bulan lalu dia curhat padaku, dia menyukai seseorang dari kami berempat, aku berharap bahwa dia suka padaku karena perhatianku yang sering kuberikan padanya, tapi kehendak tuhan lain, dia suka pada temanku sekaligus kerabatku teguh, seketika itu aku hancur, tapi tak apa, aku lebih suka melihat dia tersenyum dan bahagia dengan orang lain, dari pada denganku, tapi dia sedih, ini tidak boleh terjadi kan?, esoknya aku menemui teguh dan aku akan katakan semuanya tentang perasaan cantika pada teguh.
“Guh, aku mau ngomong sesuatu sama kamu” teguh yang sembari minum minuaman soda menghampiriku.
“Kamu mau ngomong apa noe, cantika?”
“Bener, cantika adalah cewek yang aku suka, dan pasti akan selalu kucintai, kamu tau itu kan?”
“Iya aku tau, terus kenapa?”
“Dia suka sama kamu” teguh sangat kaget dan air soda pun muncrat dari mulutnya.
“Biasa aja kali guh, gak usah sampe muncrat gitu” sahutku karena air soda itu mengenaiku.
“Sorry sorry, serius kamu noe, kamu lagi gak bercanda kan”
“Serius lah, malahan dia kayaknya udah cinta sama kamu” dengan menghela nafas dia bicara padaku lagi.
“Ok, kalo gitu aku akan bicara sama cantika, biar dia gak jadi suka sama aku, aku akan pura pura kalo aku udah punya pacar, menurut kamu gimana noe?”
“Jadi kamu mau ngehancurin hatinya cantika gitu” sambil menatap marah.
“Bukan gitu maksud aku, aku hanya mau dia sama kamu noe”
“Tapi kalo dia sama aku, apa pertemanan kita berlima akan utuh?, pasti enggak kan, pasti dia akan ngehindar dari kamu, kalo dia sama aku juga, dia belum tentu bahagia kok, kamu ini temanku guh, bahagian dia ya, tolong” ucapku sambil meninggalkan dia.
Setelah percakapan itu, seminggu kemudian mereka pacaran, mereka serasi, cocok, tapi apa dayaku,
“Lebih baik melihat dia bahagia, dari pada sedih” aku mengulang kata-kata itu kembali di hatiku, aku bercerita pada teguh apa yang dia suka, musik apa yang sering didenger cantika, warna, boneka, sampai makanan pun aku cerita sama teguh, biar cantika bahagia,
3 tahun berlalu, hari itu teguh sempatkan untuk membantuku membahagian cantika dengan surprise surprise indah, tapi ternyata teguh sudah tidak mau lagi membantuku untuk membahagiakan cantika.
“Noe, kayaknya aku udah gak bisa pacaran sama dia deh” tuturnya padaku.
“Loh, kenapa?, kamu punya cewek emang?” aku bertannya-tanya.
“Enggak sih, tapi setiap cowok, punya cewek impian noe, aku gak bisa kayak gini terus, aku gak bisa ngelihat cewek yang kusuka, ngehindar terus sama aku, aku juga pengen memiliki dia noe” sedikit tegas kepadaku.
“Terus rencana kamu apa?, mutusin hubungan kamu sama cantika?, ya janganlah, kasihan dianya kan.”
“Tapi apa kamu gak kasihan sama aku noe?, aku juga pengen sama cewek yang aku suka noe” dia memarihiku.
“Tapi cinta gak harus memiliki guh, buktinya aku, aku bahagia kalo ngeliat cantika bahagia sama kamu”
“Terserah kamu lah noe, aku udah gak tahan” teguh pergi dengan kesal.
Malamnya cantika sms aku untuk ketemuan di tempat biasa kita curhat. Saat aku datang, aku melihat cantika sudah ada di sana dengan tersedu-sedu, aku pun segera menghampirinya.
“Cantika kamu kena..” belum sampai selasai aku berbicara, dia memelukku sambil menangis, setelah melepaskan pelukannya, dia menamparku dan aku terkejut, dalam hati aku bertanya kenapa dia memeluku dan menamparku.
“Kamu itu lelaki jahat noe, kamu biarin orang itu peluk aku, kamu biarin dia cium keningku, sementara kamu bahagia disini, kamu itu lelaki paling tolol yang pernah aku kenal, kalo kamu suka sama aku harusnya kamu bilang sejak awal, biar gak kayak gini noe, aku hancur dengan cintaku, dia pergi ninggalin aku, dan itu semua karena kamu noe” dia berteriak sambil memarahiku.
“Maafin aku tika, aku gak bermaksud ngelakuin ini sama kamu, aku cuma pengen kamu bahagia, kalo aku buat kamu sakit aku minta maaf”
“Permintaan maaf itu gak berarti noe, kamu cinta sama aku kan?, jadi kamu harus tanggung jawab noe, kamu harus tanggung jawab, lihat aku sekarang noe, kamu lihat aku hancur dengan kebohongan ini kan?, kamu liat aku kan noe” ucapnya sambil meneriakiku.
“Kamu udah tau yang sebenernya, aku tau kamu hancur, tapi aku ngelakuin itu semua buat ngebahagiain kamu, terserah kalo kamu gak maafin aku, aku cuman mau bilang kalo aku cinta sama kamu”
“Semua maaf kamu udah gak penting noe, sekarang aku kalut, dan aku lebih cinta sama kamu” katanya sambil memelukku,
Sejak saat itu, kita pacaran, dan sampai sekarang, aku tak pernah melihat teguh, ataupun danu dan rio, pertemanan kita hilang, dan setiap hariku, hanya ditemani cantika dan kakaknya, ayu izhal pratiwi, sekarang aku merayakan ulang tahun cantika yang ke 17, usiaku untuk jatuh cinta pada gadis mungkin masih terlalu kanak kanak waktu itu, 11 tahun usiaku saat bertemu cantika, hingga saat ini aku tetap mengaguminya, dan aku rindu teman-temanku, dan kenapa si kembar juga harus hilang, dan ketika cinta bertanya ini apa?, ini takdir tuhan untuk mencintai, semoga selamanya.
End
Cerpen Karangan: Noeva Daqo
Facebook: Nova Daqo
Ketika Cinta Bertanya
4/
5
Oleh
Unknown
