Malas

Baca Juga :
    Judul Cerpen Malas

    Setelah lelah bekerja seharian, dan beberapa hari ini aku lembur kerja. Sangat melelahkan, dan aku ingin bermalas-malasan untuk hari ini saja, tapi aku tak bisa lagi bermalas-malasan, ada tugas kuliah yang menungguku untuk kukerjakan.

    Ya, aku tinggal sendiri di kostan kecil ini jauh dari keluargaku di kampung. Aku bekerja sebagai buruh percetakan kecil di kota yang amat panas ini, kota Surabaya. Aku ke Surabaya bukan semata-mata untuk bekerja tapi aku juga ingin meraih mimpiku untuk menjadi seorang sarjana. Iya, sebuah title yang sangat membanggakan buatku. Ingat, aku sama sekali tidak malu melakukan pekerjaan ini, sebab dengan pekerjaan ini aku bisa membiayai kuliahku.

    Kau tahu? Aku ini dulu adalah seorang yang sangat pemalas. Aku bukan tipe orang yang suka bekerja keras, bukan tipe orang yang suka bekerja. Aku, aku adalah orang yang mudah nenyerah dan tak mau memperjuangkan sesuatu yang menurutku “ah, aku tak bisa lakukan ini” kata-kata yang sering kuucapkan saat aku tak bisa melakukannya.

    Tapi, sekarang aku sudah mulai dewasa. Aku ingin menjadi seorang pekerja keras, orang yang tak mau mudah menyerah pada hal-hal yang aku sukai tapi sulit untuk kulakukan. Aku bertanya pada diriku “apakah kamu mau terus seperti ini?” banyak hal yang aku inginkan tapi si pemalas bodoh ini selalu saja menggerutu “ah, sial kenapa aku tetap tidak bisa” padahal baru saja mencoba. Diriku ini yang selalu meminta lebih dan tak mau berusaha dan bersabar mau jadi apa?.

    Aku tanamkan hal ini dalam hatiku agar aku tetap bertahan dalam meraih mimpiku “kerja keras dan kesabaran tak akan pernah sia-sia”. Yah, aku sudah memilihnya melawan rasa malas ini aku tak akan lagi menyerah.

    Cerpen Karangan: Nafla Zelia

    Artikel Terkait

    Malas
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email