Judul Cerpen Kisah Mizel
Namanya Mizel. Lengkapnya, Mizelha Ruhina. Mizel adalah anak yang cantik, baik, rajin, dan pintar. Tapi, sayangnya, kedua orangtuanya sudah meninggal. Karena itu, ia harus tinggal di panti asuhan. Panti asuhan High Girl namanya. Di panti asuhan, Mizel sekamar dengan Kheyl, Alzvia dan Glade. Kheylhenshia adalah anak yang pandai berpuisi. Lalu, Alzvia Viegechra, ia anak yang pintar matematika. Sedangkan Gladern Xivela, adalah anak yang suuupeeer tomboy. Nah, sudah dulu ya… perkenalannya, sekarang, kita ke cerita.
Suatu hari di sekolahan panti…
“Eh, semua, tau, nggak? Nanti, itu, sekolahan kita akan ada tamu istimewa lho…” Seru Glade.
“Kira-kira, siapa ya…” Gumam Kheyl.
“Tamu itu mau ngapain di sekolah kita?” Tanya Alzvia.
Tiba-tiba. “Kriiiiing.” Bell sekolah berbunyi. Tak lama kemudian, Bu Letta pun datang bersama seorang wanita. Wanita itu terlihat belum terlalu tua. “Assalammu’alaikum anak-anak.” Sapa Bu Letta.
“Nah, hari ini, kita kedatangan tamu istimewa. Ibu harap, kalian semua jangan berisik yaa…” Ujar Bu Letta.
“Baik Bu.” Jawab semua murid.
“Ayo Bu Ana perkenalkan diri anda.” Ucap Bu Letta. Wanita yang bernama Bu Ana itu pun mengangguk.
“Selamat pagi anak-anak. Nama Ibu, Anabila Ratiana. Kalian bisa memanggil Ibu, Bu Ana. Ibu datang ke sini untuk menyumbangkan sejumlah uang dan beberapa barang untuk kalian. Kalian mau kan…?” Jelas Wanita yang bernama Bu Ana tersebut.
“Mau!!!” seru seluruh murid.
“Okay, yang mau dapat sumbangan, berbaris yang rapih yaa…” Pinta Bu Letta.
“Baik Bu…” Jawab semua murid kemudian berbaris yang rapih. Lalu, Bu Ana membagikan uang sebesar 100 ribu rupiah, dan beberapa barang kepada masing-masing anak. Semua anak nampak senang. Begitu juga dengan Mizel, Glade, Kheyl dan Alzvia. Mereka juga sangat senang.
Keesokkan harinya…
“Zel, kamu dipanggil sama Bu Vanie.” Ucap Kheyl nyaring.
“Iya sebentar.” Jawab Mizel. Lalu berlari ke ruang utama. Di sana ada Bu Vanie, Bu Ghia, dan… apakah itu Bu Ana. Mizel mendapati Bu Ana ada di sana. “Kenapa Bu Ana ada di sini ya?” Begitu pikir Mizel.
“Mizel. Ibu memanggilmu ke sini, karena… Bu Ana akan… mengadopsi kamu. Ibu harap kamu bersedia?” Ujar Bu Vanie tiba-tiba.
“Apa Bu? Saya akan diadopsi. Lalu, bagaimana dengan Bu Letta, Bu Ghia, Bu Vanie sendiri, serta teman-teman saya Bu. Tapi, jika itu memang harus kulakukan, aku bersedia Bu.” Ucap Mizel dengan sedikit air mata.
“Ya sudah, karena kamu bersedia, pergilah ke kamarmu, lalu rapihkan barang-barangmu.” Pinta Bu Ghia.
“Baik Bu.” Jawab Mizel. Lalu segera berlari ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Mizel langsung menceritakan bahwa dirinya akan diadopsi. Kemudian segera merapihkan barang-barangnya. Setelah itu, ia dan kawan-kawannya segera pergi ke ruang utama bersama-sama. Di ruang utama Mizel berpelukan dengan guru-guru dan kawan-kawannya. 15 menit kemudian Mizel dan Ibu barunya melesat pergi ke tempat tinggalnya yang baru. Mizel pergi diiringi dengan tangis haru. Dalam hati Mizel berjanji, “aku akan mengingatmu selalu teman-teman.”
THE END
Cerpen Karangan: Salwa Al-huwayna
Namanya Mizel. Lengkapnya, Mizelha Ruhina. Mizel adalah anak yang cantik, baik, rajin, dan pintar. Tapi, sayangnya, kedua orangtuanya sudah meninggal. Karena itu, ia harus tinggal di panti asuhan. Panti asuhan High Girl namanya. Di panti asuhan, Mizel sekamar dengan Kheyl, Alzvia dan Glade. Kheylhenshia adalah anak yang pandai berpuisi. Lalu, Alzvia Viegechra, ia anak yang pintar matematika. Sedangkan Gladern Xivela, adalah anak yang suuupeeer tomboy. Nah, sudah dulu ya… perkenalannya, sekarang, kita ke cerita.
Suatu hari di sekolahan panti…
“Eh, semua, tau, nggak? Nanti, itu, sekolahan kita akan ada tamu istimewa lho…” Seru Glade.
“Kira-kira, siapa ya…” Gumam Kheyl.
“Tamu itu mau ngapain di sekolah kita?” Tanya Alzvia.
Tiba-tiba. “Kriiiiing.” Bell sekolah berbunyi. Tak lama kemudian, Bu Letta pun datang bersama seorang wanita. Wanita itu terlihat belum terlalu tua. “Assalammu’alaikum anak-anak.” Sapa Bu Letta.
“Nah, hari ini, kita kedatangan tamu istimewa. Ibu harap, kalian semua jangan berisik yaa…” Ujar Bu Letta.
“Baik Bu.” Jawab semua murid.
“Ayo Bu Ana perkenalkan diri anda.” Ucap Bu Letta. Wanita yang bernama Bu Ana itu pun mengangguk.
“Selamat pagi anak-anak. Nama Ibu, Anabila Ratiana. Kalian bisa memanggil Ibu, Bu Ana. Ibu datang ke sini untuk menyumbangkan sejumlah uang dan beberapa barang untuk kalian. Kalian mau kan…?” Jelas Wanita yang bernama Bu Ana tersebut.
“Mau!!!” seru seluruh murid.
“Okay, yang mau dapat sumbangan, berbaris yang rapih yaa…” Pinta Bu Letta.
“Baik Bu…” Jawab semua murid kemudian berbaris yang rapih. Lalu, Bu Ana membagikan uang sebesar 100 ribu rupiah, dan beberapa barang kepada masing-masing anak. Semua anak nampak senang. Begitu juga dengan Mizel, Glade, Kheyl dan Alzvia. Mereka juga sangat senang.
Keesokkan harinya…
“Zel, kamu dipanggil sama Bu Vanie.” Ucap Kheyl nyaring.
“Iya sebentar.” Jawab Mizel. Lalu berlari ke ruang utama. Di sana ada Bu Vanie, Bu Ghia, dan… apakah itu Bu Ana. Mizel mendapati Bu Ana ada di sana. “Kenapa Bu Ana ada di sini ya?” Begitu pikir Mizel.
“Mizel. Ibu memanggilmu ke sini, karena… Bu Ana akan… mengadopsi kamu. Ibu harap kamu bersedia?” Ujar Bu Vanie tiba-tiba.
“Apa Bu? Saya akan diadopsi. Lalu, bagaimana dengan Bu Letta, Bu Ghia, Bu Vanie sendiri, serta teman-teman saya Bu. Tapi, jika itu memang harus kulakukan, aku bersedia Bu.” Ucap Mizel dengan sedikit air mata.
“Ya sudah, karena kamu bersedia, pergilah ke kamarmu, lalu rapihkan barang-barangmu.” Pinta Bu Ghia.
“Baik Bu.” Jawab Mizel. Lalu segera berlari ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Mizel langsung menceritakan bahwa dirinya akan diadopsi. Kemudian segera merapihkan barang-barangnya. Setelah itu, ia dan kawan-kawannya segera pergi ke ruang utama bersama-sama. Di ruang utama Mizel berpelukan dengan guru-guru dan kawan-kawannya. 15 menit kemudian Mizel dan Ibu barunya melesat pergi ke tempat tinggalnya yang baru. Mizel pergi diiringi dengan tangis haru. Dalam hati Mizel berjanji, “aku akan mengingatmu selalu teman-teman.”
THE END
Cerpen Karangan: Salwa Al-huwayna
Kisah Mizel
4/
5
Oleh
Unknown
