Mencintaimu Dalam Doa

Baca Juga :
    Judul Cerpen Mencintaimu Dalam Doa

    Disetiap aku mengangkat kedua tanganku setelah selesai bersujud, aku mendoakan orang orang yang aku sayangi selain kedua orangtuaku dan keluarga kecilku. Aku juga mendoakan seseorang yang aku sayangi yaitu seorang pria yang bernama rizki, pria yang selama ini aku idamkan.

    Hayy namaku aah rubaiah panggil saja ifah hehehe tidak, nama panggilanku aah. Ifah adalah nama panggilan sayang dari rizki untukku, aku juga mempunyai panggilan sayang untuknya yaitu aki, aki itu nama singkatan yang artinya aa rizki karena dia orang sunda sama sepertiku.

    Rizki adalah pria yang selama ini aku idamkan, selain tampan dia juga pintar, humoris, rajin ibadah dan dia itu suka sama anak kecil, ada yang bilang kalau seorang pria suka anak kecil dia itu tandanya penyayang, selain itu aku juga mencintai kekurangannya kok, ah bagiku dia itu tidak ada kurangnya.

    “Nak, jika kamu ingin mencari seorang pria carilah pria yang rajin solat dan dekat pada allah, karena seseorang yang rajin solat tidak akan pernah berani menyakiti perasaanmu apa lagi meninggalkannya, allah saja selalu dia ingat apalagi orang yang dia cintai” bapaku berkata “Kenapa? Kan semua pria sama saja” jawabku dengan polos karena waktu itu aku masih duduk di bangku smp “Tidak nak,” sambil tersenyum “memang semua pria sama saja. Tapi ada satu yang membedakan yaitu akhlah” bapaku melanjutkan pembicaraannya
    “akhlah” jawabku dengan jidat yang mengkerut “Ya akhlah. Ketahuilah nak jika kamu mengenal seseorang jangan hanya mengenal nama dan ceritanya saja, tapi kenali juga sifat kelakuan dan akhlahnya agar tidak menyesal dikemudian hari, akhlah yang baik akan membawamu menjadi lebih baik” terucap dari mulut bapaku, terlintas di pikiranku mengingat perkataan bapak

    Tidak terasa matahari telah tenggelam dan azan maghrib pun berkumandang “Alhamdulillah” dalam hatiku berkata pada saat itu aku sedang menjalankan puasa sunah aku langsung mengambil segelas air putih hangat dan melanjutkan makan “Ting tong” bunyi sms polselku lalu aku membuka pesan “Selamat berbuka puasa :)” tertulis pesan itu “Hah, dia tau dari mana kalau aku sedang berbuka puasa” tanyaku, aku sudah tau kalo rizki yang mengirim pesan itu

    Untuk pertama kalinya ada seorang pria yang mengucapkan selamat berbuka puasa pake emoticon lagi “Iya makasih aki (aa rizki) ini juga lagi buka puasa :)” balasku pake emoticon juga hihi, aku langsung melanjutkan makananku sampai habis dan setelah itu aku mengambil ponselku kembali dan ternyata pesanku tidak terbalas “Oh iya kan setiap malam selasa dia selalu ada pengajian. Ya sudahlah mending aku solat magrib dulu waktunya sebentar lagi akan habis” dalam hatiku berkata

    Singkat cerita kini senja berganti malam saat semua orang tertidur pulas aku terbangun karena bunyi dering ponselku yang sengaja kupasang tepat jam dua malam, aku terbangun dan langsung ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu setelah itu aku melanjutkan shalat malam yaitu solat tahajjud setelah selesai solat aku mengangkat kedua tanganku dan berdoa. Dan lagi lagi nama dialah yang selalu kusebut selain kedua orangtuaku “Ya allah, dia adalah pria yang kuinginkan selama ini aku ingin dia selalu ada di sampingku, aku ingin dia menjadi tempat bersandarku selain kedua orangtuaku. Kutitipkan dia padamu ya allah dan tolong jagakan dia untukku. Amin ya allah ya robbalalamin” sambil mengusapkan kedua telapak tanganku pada mukaku

    Matahari pagi datang kembali dan semua orang sedang sibuk menjalani aktifitasnya begitu juga denganku, aku subuk merapikan rumah setelah selesai merapihkan rumah siang harinya aku pergi ke sebuah toko dimana toko itu tempat bekerja rizki. Rizki adalah seorang karyawan aku pergi ke toko itu untuk membeli pulsa

    “A isi pulsa aah 10.000 yang simpati” kataku pada rizki “Ok siap” sambil tersenyum, aku tinggal memintanya mengisi pulsaku karena nomorku susah tercatat di buku toko itu, saat ia tertunduk sedang mengetik jumlah pulsa yang kuinginkan pada saat itu juga aku memperhatikannya dan meminta pada tuhan agar waktu berhenti “Ya allah tolong hentikan waktu saat ini juga” pintaku pada tuhanku padahal kutau itu adalah hal yang mustahil dan tidak akan pernah terjadi

    “Sudah masuk pulsanya” aku terkejut dan langsung tersadar saat rizki mengatakannya tadi “oh ini uangnya makasih a” jawabku sambil tersenyum lalu aku pergi dari toko itu

    Cinta adalah anugerah terindah yang tuhan berikan dan pada saat ini, juga aku merasakan indahnya anugerah tuhan, ya aku jatuh cinta yang kuharapkan dia merasakan hal yang sama
    Mencintaimu dalam doa adalah caraku mengungkapkan rasa, entah sampai kapan aku akan terus begini tapi yang pasti aku sudah nyaman dengan caraku ini

    Selesai

    Cerpen Karangan: Aah Rubaiah
    Facebook: Aah Rubaiah

    Artikel Terkait

    Mencintaimu Dalam Doa
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email