Judul Cerpen Tak Kemana (Part 1) Cinta Yang Pergi
“Dunia memang perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita soleha.”
“Akhirnya siap juga kata-kata terakhir yang harus ditempel di dinding.” kataku dalam hati sambil mengamati kata-kata tersebut.
Aku pun segera mengemasi peralatan yang akan aku bawa ke kampus. Hari ini adalah hari dimana pertama kalinya aku kuliah, dan bertemu teman baru. pikirku dalam hati sambil tersenyum sendiri.
“Hanif..” Panggil salah seorang dari belakang. Dari suaranya aku bisa menebak, pasti thomas. Dan benar saja, setelah aku menoleh ke belakang, ternyata memang benar thomas yang memanggil.
“Gimana kabar mu Nif?” Tanya thomas. Padaku sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.
“Alhamdulillah, seperti kau lihat.” Jawabku sambil tersenyum dan mengembangkan tanganku sebagai bentuk ekpresi senang.
Thomas adalah teman pertamaku di kampus, kami bertemu sewaktu opak seminggu yang lalu. Semenjak kami bertemu dan ternyata satu jurusan, kami semakin akrab.
“Ayok jalan lokal!” Kataku sambil menarik tangannya. Selama di jalan, banyak yang kami bicarakan, dan kami lebih banyak tertawa.
“Nif, ada teman cewek yang kau kenal gak?” Tanya thomas kepadaku, sambil menghentikan langkahku sebelum masuk ke lokal.
“Gak ada, kenapa memangnya?” Tanyaku padanya penasaran.
“Kalau ada kenalin lah aku!”. Katanya sambil tersenyum.
“Hallah, kau ini, nanti juga banyak yang kenal kita.” Jawabku sambil berjalan ke arah pintu masuk.
“Belum lagi sampai di dalam lokal, tubuhku menabrak seorang cewek, buku yang dibawa cewek itu pun berserakan.
“Eh sorry, sorry, aku gak sengaja.” Kataku meminta maaf dan membungkuk untuk membantunya mengambil buku-buku yang berserakan. Namun cewek itu hanya terdiam dan menunduk memberesi buku-buku itu. “Baru masuk kuliah, buku udah banyak kali yang dibawa ni cewek” kataku dalam hati.
“Maaf ya, aku gak sengaja.” Kataku lagi meminta maaf untuk yang ke dua kalinya setelah selesai mengumpulkan buku-buku itu. Dan cewek itu pun hanya menatap sekilas wajahku yang merasa bersalah.
“Iya.” Jawabnya halus, hampir tak kedengaran. Dia pun berlalu dan tersenyum seperti terpaksa.
Srrr, darahku terasa mengalir begitu cepat saat mendengar suara dan melihat senyumnya, walaupun senyum yang dipakainya adalah senyum terpaksa. Dia pun berlalu meninggalkan aku dan thomas yang masih terbengong. Tanpa aku sadari, teman-teman baru yang ada di dalam mengamatiku.
“Woy.” Bentak thomas memanggilku yang masih mengamati cewek itu.
“Kau kenal cewek itu gak thom?” Tanyaku pada thomas sambil melangkah masuk.
“Enggak Nif, kenapa memangnya? Kamu suka yaa, hayoo, ngaku aja lah.” Ledek thomas kepadaku. Spontan, wajahku seperti memerah saat dibilang thomas gitu.
“Gak lah, mana mungkin aku suka, cewek dingin, cuek kayak gitu gak mungkin lah aku suka.” Jawabku sambil menarik bangku yang ada di depan.
“Siapa cewek itu ya.” Kataku dalam hati bertanya-tanya. Aku pun kembali melamun memikirkan cewek itu.
“Woy, bengong lagi malahan.” Bentak thomas lagi kepadaku. Aku pun terkejut mendengar suaranya.
“Hehe, sorry.” Aku tertawa kecil dan menggaruk kepalaku yang gak gatal.
“Nif, cewek-cewek di sini kayaknya lagi memandangi kita aja.” Kata thomas sok kepedean.
“Itu perasaanmu aja thom, lebih baik kau datangi mereka, habis itu tanya namanya, atau kita lomba, siapa yang paling banyak kenal nama cewek yang ada di lokal ini. Gimana..? Deal..?” Tawarku kepada thomas. Tanpa pikir panjang, thomas langsung menghampiri cewek-cewek yang ada di lokal itu dan mulai berkenalan. Dari raut wajahnya, dia tampak bersemangat kenalan dengan cewek-cewek selokal. Dan aku hanya terdiam, menunggu waktu yang tepat.
“Kemana cewek itu.” Kataku dalam hati. Sejak kejadian tadi, aku terus memikirkan cewek itu, dan penasaran dengan cewek itu. Dari satu lokal, cuman dia yang belum aku kenal, dan teman lokal yang lain semuanya udah aku kenal, termasuk yang ada di dalam lokal ini.
Setelah beberapa menit aku menunggu, akhirnya cewek yang kutunggu-tunggu pun terlihat olehku. Sebelum dia sampai lokal, aku langsung ke luar dan menghampirinya.
“Hey. Tunggu! Jangan masuk dulu ya!” Ujarku kepadanya sambil menyuruhnya ke samping dinding.
“Maaf atas kejadian tadi. Aku gak sengaja.” Kataku padanya sebagai awal pembukaan pembicaraan.
“Iya gak papa.” Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
“Oh ya, kamu lokal ini juga ya?” Tanyaku padanya sambil menunjuk lokal yang aku masuki.
“Iya,” jawabnya singkat.
“Kok aku baru nampak ini.”
“Gak tahu” jawabnya dengan menggelengkan kepalanya.
“Nama kamu siapa ya?” Tanyaku.
“Elfana putri.” Jawabnya singkat.
“Aku Ahmad Hanif” kataku yang memperkenalkan namaku walaupun dia tak bertanya namaku.
“Aku masuk dulu ya.” Katanya sambil ingin melangkah ke dalam.
“Eh tunggu bentar. Bentar ya jangan masuk dulu.” Kataku yang melarangnya masuk kedalam.
“Kenapa?” Jawabnya heran.
“Nanti juga kamu tahu sendiri. Sekarang tunggu sini dulu ya, nanti kalau aku suruh masuk, baru masuk, gak lama kok.” Kataku kepadanya dan tersenyum. Belum lagi mendengar jawabannya, aku langsung masuk ke dalam dan menemui thomas.
“Udah siap thom..?” Tanyaku kepada thomas yang baru aja selesai berkenalan dengan teman-teman selokal.
“Udah semua anak lokal ini kenalan Nif. Nanti yang kalah, traktir makan ya.” Jawabnya dengan bangga.
“Oke..” Jawabnya singkat. Akupun langsung menarik thomas dan membelakangi papan tulis.
“Oke guys, tadi kami mengadakan perlombaan, dan siapa yang mengenal teman-teman paling banyak dan paling cepat, maka dia yang menang. Dan saat ini adalah penentuannya.” Kataku sambil tersenyum ke arah teman-teman yang lain. Sekali-kali aku melirik ke arah pintu, dan kulihat elfana melirik ke arah dan dalam, dan kadang juga tersenyum melihat kelakuan kami.
“Sekarang singkat aja, di sini siapa yang mengenal Thomas, acungkan tangan.!” Semuanya pun mengacungkan tangannya, tapi kecuali satu.. aku pun tersenyum.
“Berarti teman-teman semua udah kenal sama thomas ya?” Tanyaku pada mereka. mereka pun kompak menjawab Ya..
“Thom, sekarang giliran kamu yang nanya sama mereka, sama seperti aku tadi.” Suruhku kepada thomas untuk berbicara seperti yang aku lakuin tadi.
Pas thomas sedang berbicara, aku memberi kode elfana untuk masuk. Elfana pun langsung masuk ke lokal.
“Yang kenal sama Ahmad Hanif angkat tangannya.” Semuanya pun mengangkat tangannya. Dari raut wajahnya, terlihat thomas seperti kebingungan.
“Berarti kalian juga kenal sama Hanif” tanya thomas ke teman teman yang lain.
“Aku yakin, thomas pasti heran.. haha” kataku dalam hati sambil tertawa..
“Nif! Berarti kita sama lah, semuanya sama-sama kenal.”
“Ah yang benar, cobalah lihat, kau tadi berapa orang yang kenal.?” Tanyaku kepadanya.
“Tadi ada 36 yang kenal sama aku.” Jawabnya. “Berarti sekarang 36 juga, kan semuanya sama-sama kita kenal.” Ujarnya pula.
“Oke guys, yang kenal sama thomas ada 36 orang. Iya kan thom.?” Tanyaku ke thomas.
“Dan yang kenal sama Hanif, ada 37 orang.” Kataku sambil menaikkanalis mataku dan mengarah ke thomas.
“Haa, siapa satu lagi Nif.” Tanya thomas heran.
“Yang satu lagi ada di sampingku orangnya, Elfana Putri.” Jawabku sambil menunjuk Elfana. “Kau kenal gak sama dia.” Tanyaku padanya.
“E, eng, nggak.”Jawabnya malu.
“Karena Thomas gak kenalsama Elfana, maka thomas berarti kalah, sebagai hukumannya, dia yang akan mentraktirku makan. iyaa kan..?” Mereka pun menjawab kompak, dan tertawa mengejek thomas yang kalah.
Dari raut wajah thomas, terlihat seperti orang yang kebingungan, mungkin dia bingung, kenapa aku bisa kenal mereka semua, padahal aku gak ada kenalan tadi pas berlomba.
“Makasih Elfana.” Kataku ke Elfana. Dia pun hanya tersenyum dan duduk di bangkunya.
“Curang kau Nif, kau kenal dimana sama mereka semua?” Tanyanya padaku yang masih penasaran.
“Hahaha, 2 hari yang lalu aku hubungi kawan-kawan lewat fb dan bbm, kami kumpul di lapangan hahaha” jawabku sambil tertawa.
“Kok gak ngajak-ngajak kau?” Protesnya padaku karena gak mengajaknya.
“Tapi kau di kampung, gimana aku ngajaknya.” Jawabku.
“Iya sih.” Jawabnya.
“Yang jelas nanti traktir aku makan.” Tegasku padanya.
“Hah, iya lah tu.” Jawabnya sambil mendesah.
Sejak saat itu, aku pun mengenal cewek yang membuatku jatuh hati kepadanya. Aku pun mulai dekat dengannya. Hingga akhirnya kami nanti berpisah.
Cerpen Karangan: W.S Kejarlah
Facebook: Deswan Suryawan Alfarizt
“Dunia memang perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita soleha.”
“Akhirnya siap juga kata-kata terakhir yang harus ditempel di dinding.” kataku dalam hati sambil mengamati kata-kata tersebut.
Aku pun segera mengemasi peralatan yang akan aku bawa ke kampus. Hari ini adalah hari dimana pertama kalinya aku kuliah, dan bertemu teman baru. pikirku dalam hati sambil tersenyum sendiri.
“Hanif..” Panggil salah seorang dari belakang. Dari suaranya aku bisa menebak, pasti thomas. Dan benar saja, setelah aku menoleh ke belakang, ternyata memang benar thomas yang memanggil.
“Gimana kabar mu Nif?” Tanya thomas. Padaku sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.
“Alhamdulillah, seperti kau lihat.” Jawabku sambil tersenyum dan mengembangkan tanganku sebagai bentuk ekpresi senang.
Thomas adalah teman pertamaku di kampus, kami bertemu sewaktu opak seminggu yang lalu. Semenjak kami bertemu dan ternyata satu jurusan, kami semakin akrab.
“Ayok jalan lokal!” Kataku sambil menarik tangannya. Selama di jalan, banyak yang kami bicarakan, dan kami lebih banyak tertawa.
“Nif, ada teman cewek yang kau kenal gak?” Tanya thomas kepadaku, sambil menghentikan langkahku sebelum masuk ke lokal.
“Gak ada, kenapa memangnya?” Tanyaku padanya penasaran.
“Kalau ada kenalin lah aku!”. Katanya sambil tersenyum.
“Hallah, kau ini, nanti juga banyak yang kenal kita.” Jawabku sambil berjalan ke arah pintu masuk.
“Belum lagi sampai di dalam lokal, tubuhku menabrak seorang cewek, buku yang dibawa cewek itu pun berserakan.
“Eh sorry, sorry, aku gak sengaja.” Kataku meminta maaf dan membungkuk untuk membantunya mengambil buku-buku yang berserakan. Namun cewek itu hanya terdiam dan menunduk memberesi buku-buku itu. “Baru masuk kuliah, buku udah banyak kali yang dibawa ni cewek” kataku dalam hati.
“Maaf ya, aku gak sengaja.” Kataku lagi meminta maaf untuk yang ke dua kalinya setelah selesai mengumpulkan buku-buku itu. Dan cewek itu pun hanya menatap sekilas wajahku yang merasa bersalah.
“Iya.” Jawabnya halus, hampir tak kedengaran. Dia pun berlalu dan tersenyum seperti terpaksa.
Srrr, darahku terasa mengalir begitu cepat saat mendengar suara dan melihat senyumnya, walaupun senyum yang dipakainya adalah senyum terpaksa. Dia pun berlalu meninggalkan aku dan thomas yang masih terbengong. Tanpa aku sadari, teman-teman baru yang ada di dalam mengamatiku.
“Woy.” Bentak thomas memanggilku yang masih mengamati cewek itu.
“Kau kenal cewek itu gak thom?” Tanyaku pada thomas sambil melangkah masuk.
“Enggak Nif, kenapa memangnya? Kamu suka yaa, hayoo, ngaku aja lah.” Ledek thomas kepadaku. Spontan, wajahku seperti memerah saat dibilang thomas gitu.
“Gak lah, mana mungkin aku suka, cewek dingin, cuek kayak gitu gak mungkin lah aku suka.” Jawabku sambil menarik bangku yang ada di depan.
“Siapa cewek itu ya.” Kataku dalam hati bertanya-tanya. Aku pun kembali melamun memikirkan cewek itu.
“Woy, bengong lagi malahan.” Bentak thomas lagi kepadaku. Aku pun terkejut mendengar suaranya.
“Hehe, sorry.” Aku tertawa kecil dan menggaruk kepalaku yang gak gatal.
“Nif, cewek-cewek di sini kayaknya lagi memandangi kita aja.” Kata thomas sok kepedean.
“Itu perasaanmu aja thom, lebih baik kau datangi mereka, habis itu tanya namanya, atau kita lomba, siapa yang paling banyak kenal nama cewek yang ada di lokal ini. Gimana..? Deal..?” Tawarku kepada thomas. Tanpa pikir panjang, thomas langsung menghampiri cewek-cewek yang ada di lokal itu dan mulai berkenalan. Dari raut wajahnya, dia tampak bersemangat kenalan dengan cewek-cewek selokal. Dan aku hanya terdiam, menunggu waktu yang tepat.
“Kemana cewek itu.” Kataku dalam hati. Sejak kejadian tadi, aku terus memikirkan cewek itu, dan penasaran dengan cewek itu. Dari satu lokal, cuman dia yang belum aku kenal, dan teman lokal yang lain semuanya udah aku kenal, termasuk yang ada di dalam lokal ini.
Setelah beberapa menit aku menunggu, akhirnya cewek yang kutunggu-tunggu pun terlihat olehku. Sebelum dia sampai lokal, aku langsung ke luar dan menghampirinya.
“Hey. Tunggu! Jangan masuk dulu ya!” Ujarku kepadanya sambil menyuruhnya ke samping dinding.
“Maaf atas kejadian tadi. Aku gak sengaja.” Kataku padanya sebagai awal pembukaan pembicaraan.
“Iya gak papa.” Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
“Oh ya, kamu lokal ini juga ya?” Tanyaku padanya sambil menunjuk lokal yang aku masuki.
“Iya,” jawabnya singkat.
“Kok aku baru nampak ini.”
“Gak tahu” jawabnya dengan menggelengkan kepalanya.
“Nama kamu siapa ya?” Tanyaku.
“Elfana putri.” Jawabnya singkat.
“Aku Ahmad Hanif” kataku yang memperkenalkan namaku walaupun dia tak bertanya namaku.
“Aku masuk dulu ya.” Katanya sambil ingin melangkah ke dalam.
“Eh tunggu bentar. Bentar ya jangan masuk dulu.” Kataku yang melarangnya masuk kedalam.
“Kenapa?” Jawabnya heran.
“Nanti juga kamu tahu sendiri. Sekarang tunggu sini dulu ya, nanti kalau aku suruh masuk, baru masuk, gak lama kok.” Kataku kepadanya dan tersenyum. Belum lagi mendengar jawabannya, aku langsung masuk ke dalam dan menemui thomas.
“Udah siap thom..?” Tanyaku kepada thomas yang baru aja selesai berkenalan dengan teman-teman selokal.
“Udah semua anak lokal ini kenalan Nif. Nanti yang kalah, traktir makan ya.” Jawabnya dengan bangga.
“Oke..” Jawabnya singkat. Akupun langsung menarik thomas dan membelakangi papan tulis.
“Oke guys, tadi kami mengadakan perlombaan, dan siapa yang mengenal teman-teman paling banyak dan paling cepat, maka dia yang menang. Dan saat ini adalah penentuannya.” Kataku sambil tersenyum ke arah teman-teman yang lain. Sekali-kali aku melirik ke arah pintu, dan kulihat elfana melirik ke arah dan dalam, dan kadang juga tersenyum melihat kelakuan kami.
“Sekarang singkat aja, di sini siapa yang mengenal Thomas, acungkan tangan.!” Semuanya pun mengacungkan tangannya, tapi kecuali satu.. aku pun tersenyum.
“Berarti teman-teman semua udah kenal sama thomas ya?” Tanyaku pada mereka. mereka pun kompak menjawab Ya..
“Thom, sekarang giliran kamu yang nanya sama mereka, sama seperti aku tadi.” Suruhku kepada thomas untuk berbicara seperti yang aku lakuin tadi.
Pas thomas sedang berbicara, aku memberi kode elfana untuk masuk. Elfana pun langsung masuk ke lokal.
“Yang kenal sama Ahmad Hanif angkat tangannya.” Semuanya pun mengangkat tangannya. Dari raut wajahnya, terlihat thomas seperti kebingungan.
“Berarti kalian juga kenal sama Hanif” tanya thomas ke teman teman yang lain.
“Aku yakin, thomas pasti heran.. haha” kataku dalam hati sambil tertawa..
“Nif! Berarti kita sama lah, semuanya sama-sama kenal.”
“Ah yang benar, cobalah lihat, kau tadi berapa orang yang kenal.?” Tanyaku kepadanya.
“Tadi ada 36 yang kenal sama aku.” Jawabnya. “Berarti sekarang 36 juga, kan semuanya sama-sama kita kenal.” Ujarnya pula.
“Oke guys, yang kenal sama thomas ada 36 orang. Iya kan thom.?” Tanyaku ke thomas.
“Dan yang kenal sama Hanif, ada 37 orang.” Kataku sambil menaikkanalis mataku dan mengarah ke thomas.
“Haa, siapa satu lagi Nif.” Tanya thomas heran.
“Yang satu lagi ada di sampingku orangnya, Elfana Putri.” Jawabku sambil menunjuk Elfana. “Kau kenal gak sama dia.” Tanyaku padanya.
“E, eng, nggak.”Jawabnya malu.
“Karena Thomas gak kenalsama Elfana, maka thomas berarti kalah, sebagai hukumannya, dia yang akan mentraktirku makan. iyaa kan..?” Mereka pun menjawab kompak, dan tertawa mengejek thomas yang kalah.
Dari raut wajah thomas, terlihat seperti orang yang kebingungan, mungkin dia bingung, kenapa aku bisa kenal mereka semua, padahal aku gak ada kenalan tadi pas berlomba.
“Makasih Elfana.” Kataku ke Elfana. Dia pun hanya tersenyum dan duduk di bangkunya.
“Curang kau Nif, kau kenal dimana sama mereka semua?” Tanyanya padaku yang masih penasaran.
“Hahaha, 2 hari yang lalu aku hubungi kawan-kawan lewat fb dan bbm, kami kumpul di lapangan hahaha” jawabku sambil tertawa.
“Kok gak ngajak-ngajak kau?” Protesnya padaku karena gak mengajaknya.
“Tapi kau di kampung, gimana aku ngajaknya.” Jawabku.
“Iya sih.” Jawabnya.
“Yang jelas nanti traktir aku makan.” Tegasku padanya.
“Hah, iya lah tu.” Jawabnya sambil mendesah.
Sejak saat itu, aku pun mengenal cewek yang membuatku jatuh hati kepadanya. Aku pun mulai dekat dengannya. Hingga akhirnya kami nanti berpisah.
Cerpen Karangan: W.S Kejarlah
Facebook: Deswan Suryawan Alfarizt
Tak Kemana (Part 1) Cinta Yang Pergi
4/
5
Oleh
Unknown
