Candy

Baca Juga :
    Judul Cerpen Candy

    Pagi di hari Minggu yang cerah burung-burung yang berkicau cahaya matahari yang bersinar dan itu hari Minggu yang kuharapkan, hujan sangat lebat dan aku terkurung di rumah, ya terkurung, ibu pergi kerja padahal ini hari Minggu

    “hah Ini benar-benar membosankan kapan hujan reda” ku berjalan menghampiri jendela kubuka tirai dan
    “Boooo”
    “Huwaaaaaa seeetttaaaannn”

    Chindy teman SD ku dan tetanggaku yang sangat menjengkelkan, kalian harus tahu itu

    “Huahahhaha, Thomas kau harus melihat wajahmu tadi benar-benar lucu” ejek Chindy
    “Haha ya benar-benar lucu, dengan rambut panjangmu yang menutupi wajahmu itu dan pakaian putih silver dengan pita merah yang menempel di dadamumu yang kukira darah itu berhasil membuatku mengira kau Sadako” sebel

    “Ngambek nih ak…” belum sempat mengakhiri kata-katanya dia bersin

    “Kau niat sekali ya mengerjaiku sampai menungguku di depan jendela, bukannya mengetuk pintu dan mengucapkan salam, huaaahh nih handuk rambutmu basah dan ini tisu tuh cairan di hidungmu meler” candaku
    “Ih geli ah oh Makasih, dingin nih kalau ada segelas susu Coklat pasti nikmat” memandangku penuh harapan dan memasang muka super duper imut dan aku merasa sedikit mual
    “Huah baiklah bentar aku buatkan” Sedikit kesal

    “Heheh makasih Thom” senyuma imut pun dilontarkan

    Sudah kubilang dia super duper menyebalkan kan

    “Jadi Chindy ada apa nih pagi-pagi gini ke rumahku gak seperti biasanya” tanyaku
    “Hem, susu coklat ini enak ya!, yami” sembari mengusap bibirnya dengan lidahnya yang ada noda susu coklat
    “He’e jawab pertanyaanku jangan alihkan pembicaraan Chindy”
    “Anu aku mau pergi nih jadi aku anu kita akan berpisah jadi ini bisa dibilang ini perpisahan”
    “Oh akhirnya kau pergi juga yes akhirnya mau pindah kan selamat tinggal, bye bye Chindy” gurauku
    “THOMASSS, jahat jahat jahat” memukuliku denga dua tangannya
    “He He aku cuma bercanda Chindy tenang”
    “Gak lucu THOMAS A-D-I S-E-T-I-A-W-A-N hem” mengembungkan pipinya kebiasaan aneh saat marah
    “Ya maafkan aku Chindy Faradatika Sari, kemana kau akan pergi” tanyaku pada Chindy yang memalingkan wajahnya
    “Ke rumah Nenek dan sepertinya aku akan ada di sana untuk selamanya” melihat ke arah ku
    “Selamanya Hem setidaknya kan kita masih bisa bertemu lagi kan?”
    “Ya’aaa!!!, setidaknya kita masih bisa bertemu Lagi, wah udah jam segini aku pulang dulu ya Thomas aku sudah mau pergi ke rumah nenekku nih”
    “Eh Tunggu hari ini kah, sebentar aku ingin memberimu sesuatu, ya sebenarnya aku akan memberikannya saat ulang tahunmu tapi kayaknya gak sempat sekarang aja ya”

    Kuberikan sebuah kotak yang isinya sebuah kalung berbentuk hati, kuberikan kepadanya lebih tepatnya memakaikannya di lehernya

    “Terimakasih Thomas” dia meneteskan air mata
    “Sama-sam…” belum sempat kuselesaikan kata-kataku Chindy mencium pipiku dan memeluk tubuhku dengan erat dan ku juga membalas pelukanya

    Aku dan Chindy berjanji untuk bertemu lagi suatu hari nanti. tapi setelah hari itu aku menyadari sesuatu aku tak bisa menepati janji kami satu sama lain, itu adalah hari terakhirku melihatnya Chindy si permen sahabatku dan … Cintaku

    Cerpen Karangan: Si Penulis
    Facebook: si.penulis.3[-at-]facebook.com

    Artikel Terkait

    Candy
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email