Judul Cerpen Cinta Monyet
Pagi itu cukup cerah untuk disambut sang mentari. Awan yang indah dengan sinar matahari yang membuat siapa saja yang melihatnya tersenyum seakan menikmati suasana pagi. Tapi tidak untuk hati Misya yang sedang mendung. Mulai dari gerbang sekolah tak ada senyum sedikitpun yang tersungging di bibirnya.
“Tett” bel masuk berbunyi. Dengan langkah malas Misya masuk kelas 7G untuk mengajar MOS. Ya, Misya salah satu panitia MOS di sekolahnya. 30 menit dia mengajar suasana hatinya perlahan berubah. Yang awalnya dia berpikir akan mendapatkan junior yang bengal ternyata tidak sama sekali. Dia bernapas lega.
1 jam berlalu. Misya menyuruh juniornya untuk membuat puisi. Dia berjalan berkeliling dari depan – belakang – ke depan lagi. Tapi, saat dia sampai di bangku belakang lagi, dia melihat juniornya dengan asik memainkan handphone. Padahal peraturan MOS tidak boleh membawa barang elektronik. Tanpa pikir panjang tangan Misya akan mendarat di tangan juniornya itu. Tapi sayang, dengan cepat juniornya itu menyembunyikan handphonenya. Misya kesal, sempat ada perdebatan kecil di antara mereka. Tapi akhirnya dipisahkan oleh Reno, yang juga panitia MOS. Dan semenjak saat itu Misya sering berantem dengan juniornya yang baru ia ketahui namanya adalah Sandi.
Setiap bertemu, mereka berdua pasti akan ribut. Tapi semenjak keributan mereka itu, mereka berdua menjadi dekat. Dan tanpa sadar Sandi sering ngasih kabar ke Misya. Mereka pun jadi dekat dengan kedekatan yang berbeda. Mereka sering dikira pacaran padahal tak ada hubungan apa-apa.
Misya pun mulai merasakan hal aneh dalam dirinya. Dia mulai menyukai Sandi. Sandi sendiri pun juga akhirnya memberi perhatian lebih kepada Misya.
Empat bulan mereka dekat, perlahan Sandi dan Misya sedikit demi sedikit menjauh. Mereka sendiri tak tau apa sebabnya. Sampai pada titik terendah, mereka seperti orang tak kenal. Walau di hati mereka ada cinta yang tumbuh.
Cerpen Karangan: Dewi Maya Maziyyah Tolanda
Blog: dewimaya3006.blogsopot.co.id
Pagi itu cukup cerah untuk disambut sang mentari. Awan yang indah dengan sinar matahari yang membuat siapa saja yang melihatnya tersenyum seakan menikmati suasana pagi. Tapi tidak untuk hati Misya yang sedang mendung. Mulai dari gerbang sekolah tak ada senyum sedikitpun yang tersungging di bibirnya.
“Tett” bel masuk berbunyi. Dengan langkah malas Misya masuk kelas 7G untuk mengajar MOS. Ya, Misya salah satu panitia MOS di sekolahnya. 30 menit dia mengajar suasana hatinya perlahan berubah. Yang awalnya dia berpikir akan mendapatkan junior yang bengal ternyata tidak sama sekali. Dia bernapas lega.
1 jam berlalu. Misya menyuruh juniornya untuk membuat puisi. Dia berjalan berkeliling dari depan – belakang – ke depan lagi. Tapi, saat dia sampai di bangku belakang lagi, dia melihat juniornya dengan asik memainkan handphone. Padahal peraturan MOS tidak boleh membawa barang elektronik. Tanpa pikir panjang tangan Misya akan mendarat di tangan juniornya itu. Tapi sayang, dengan cepat juniornya itu menyembunyikan handphonenya. Misya kesal, sempat ada perdebatan kecil di antara mereka. Tapi akhirnya dipisahkan oleh Reno, yang juga panitia MOS. Dan semenjak saat itu Misya sering berantem dengan juniornya yang baru ia ketahui namanya adalah Sandi.
Setiap bertemu, mereka berdua pasti akan ribut. Tapi semenjak keributan mereka itu, mereka berdua menjadi dekat. Dan tanpa sadar Sandi sering ngasih kabar ke Misya. Mereka pun jadi dekat dengan kedekatan yang berbeda. Mereka sering dikira pacaran padahal tak ada hubungan apa-apa.
Misya pun mulai merasakan hal aneh dalam dirinya. Dia mulai menyukai Sandi. Sandi sendiri pun juga akhirnya memberi perhatian lebih kepada Misya.
Empat bulan mereka dekat, perlahan Sandi dan Misya sedikit demi sedikit menjauh. Mereka sendiri tak tau apa sebabnya. Sampai pada titik terendah, mereka seperti orang tak kenal. Walau di hati mereka ada cinta yang tumbuh.
Cerpen Karangan: Dewi Maya Maziyyah Tolanda
Blog: dewimaya3006.blogsopot.co.id
Cinta Monyet
4/
5
Oleh
Unknown
