A Second Chance

Baca Juga :
    Judul Cerpen A Second Chance

    Memberikan kesempatan kedua, mungkin mudah bagiku karena aku berpikir setiap orang pasti bisa melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak dan aku sebagai manusia akan memberikan kesempatan itu untuk memperbaikinya, berharap seseorang itu akan lebih baik dari yang sebelumnya.

    Ya, dia hadir kembali setelah kurang dari setahun kita tidak bertukar kabar. Aku dan dia berada di satu sekolah yang sama. Aku selalu memperhatikannya dari jauh. Memperhatikan bagaimana dia bersama teman-temannya termasuk perempuan lain, bertanya pada temanku bagaimana sikapnya di kelas. Aku masih ingin tau apapun tentangnya walau kami sudah tidak bersama.

    Teeet… teeeet…
    Bel sekolah pun berbunyi, seperti biasa aku pulang ke rumah membawa kendaraan sendiri. Kulihat dia di sana bersama temannya, sengaja ku menunggu dia agar dia mendahuluiku. Aku mengikutinya dari belakang lalu tiba-tiba ia berhenti untuk menyapaku.
    “nanti line gue ya, gue pengen ngomong sama lu.” Begitulah katanya.
    “okey.”

    Hatiku senang bukan main. Jujur, perasaan ini tak pernah hilang sedikitpun untuknya. Always for him. Tapi tak pernah kubiarkan aku untuk mengabarinya duluan kecuali ada hal penting.

    Bergetar handphoneku pertanda ada pesan masuk.
    “nit”
    “mau ngomong apa?”
    “mau ngomong apaan emang?”
    “lah tadi di sekolah katanya mau ngomong sesuatu.”
    “enggak nit, kata siapa?”
    “kata hantu wkkw.”
    “garing ah wkwkkw. Apa kabar? Gue kangen lu asli parah udah lama gak ngeliat lu.”
    OMG. Bahagia banget rasanya. Tapi ku berusaha untuk tidak mempedulikan itu, mengalihkannya dengan candaan. And then, dia ngajak aku ke sekolah bareng, saat itu aku sudah di akhir masa masa penghabisan SMA. Cuma bisa jingkrak jingkrak dan ketawa kegirangan aku mengiyakan. Bahkan saat itu aku tak mengingat sama sekali kesalahan dia yang lalu. Dia yang mengakhiri hubungan dan meninggalkanku di saat aku sedang sayang sayangnya. Dan aku tak mempedulikan masa lalu itu. Aku memaafkannya.

    Since the day, aku merasa hari-hariku bahagia karena dia yang kembali ke hidupku. Melengkapi setiap kekurangan dalam hidupku. Pada suatu hari datang dimana dia bertanya apakah aku mau kembali menjadi kekasihnya seperti dahulu?. Dia bilang bahwa dia sangat menyesali perbuatannya dahulu. Senang teraduk dengan bimbang. Aku tak mau dia menyakitiku lagi untuk kedua kalinya. Tapi di lain sisi, aku masih sangat menyayanginya. Akhirnya aku menjawab untuk kami jalanin aja.

    Sebulan pertama aku masih asing dengan hubungan yang baru kubangun setelah sudah lama dihancurkan oleh dia sendiri. Aku masih gak menganggap dia pacarku, why? Because I don’t wanna hurt again. I don’t wanna give him all parts of my heart. Terlebih lagi aku masih belum menemuakn tanda keseriusannya denganku. Kisah cintaku dengan dia sudah berjalan hampir 2 bulan dan pertengkaran pun terjadi saat dia melihat fotoku bersama pria lain di sosial media. We just friend, really. Pria lain itu sebenernya secret admirerku. Dia menyayangiku dan memberiku perhatian melebihi pacarku sendiri. Tapi sungguh, aku tak pernah meladeninya. Aku tak punya perasaan secuil apapun untuknya. Hanya untuk kekasihku, Alka. Dan mulai saat itu aku memberikan all parts of my heart untuk Alka sekali lagi. Karena yang kutau dia tak pernah marah jika aku dekat dengan lelaki manapun. Dan aku berpikir dia benar benar menyayangiku dengan cara seperti itu, cara yang berbeda dengan lelaki lain. Dia memang tak seromantis mantan mantanku dahulu, dia juga tidak pernah mengirim morning text, goodnight text dengan kalimat yang hiperbola selayaknya orang pacaran, aku merasa hubungan kami ini benar benar seperti teman biasa. But, no problem. Aku menyayanginya bukan karena apapun. Bukan karena hartanya ataupun wajahnya, tapi karena hatinya. Selama menjalin kasih bersama dia, aku berusaha untuk bersikap loyal padanya. Aku tak membiarkan lelaki lain mengambil hatiku bagaimanapun caranya. Padahal sebenarnya, banyak lelaki yang memberiku perhatian lebih dari Alka. Ada yang memberikanku gifts, cake, apapun yang kumau. Ada rasa inginku jatuh cinta pada lelaki lain yang lebih mempedulikan kehadiranku, yang lebih mengistimewakanku, yang bisa memperlakukan aku dengan baik layaknya sebagai orang yang benar benar ia cintai tapi aku tak pernah bisa dengan mudahnya jatuh cinta.

    Tak pernah aku merasakan tanda tanda cintanya untukku. Dia tak pernah memberikanku gifts, cake, or susu yang dahulu suka ia berikan padaku. Tak pernah berikanku sweet text, tak pernah memprioritaskanku, jika kusebutkan semua mungkin kalian yang membaca akan berpikir how sad I am for having relationship with this guy. Dia tak pernah memperlakukanku selayaknya orang yang dia sayangi. Sebenarnya aku dianggap apa olehnya?.

    Next day, ada pria lain datang di hidupku. Dia adalah orang pernah kusukai saat ku masih duduk di bangku SMA, bernama Putra. Tapi kini, tak sepersen pun hati ini ada untuk pria itu. Dia datang dengan segala kasih sayangnya. Putra memprioritaskanku, memberikan apapun yang ku mau, perhatian, selalu ada dan rasa rasa yang membuat hatiku terketuk untuk membandingkan Putra dan Alka. Dengan sikap Putra yang seperti itu aku bingung, bukan karena hatiku tergoda tapi bingung karena kenapa sikap Alka tidak seperti Putra?. Kenapa Putra yang hanya teman biasa memperlakukanku melebihi Alka?. Dan justru dengan sikap Putra yang seperti itu aku malah menjauh dari Putra. Karena aku tak mau mengkhianati Alka. Tapi ada perasaanku dimana aku bosan menjalin hubungan yang gini gini aja. Aku cape selalu tidak dipedulikan. Aku lelah dengan sikap Alka yang makin hari begitu cuek. Aku lelah dengan semuanya.
    Sampai hari dimana aku benar benar tidak bertukar kabar dengannya. Dia tidak menghubungiku dan aku tidak menghubunginya selama 3 hari. Niatku, aku mau move on aja. Membuang secara percuma perasaan ini. Aku tidak pantas mendapatkan lelaki yang tidak mempedulikan kehadiranku, yang tidak bersyukur memiliki aku.

    Selama 3 hari tidak bertukar kabar akhirnya aku beranikan diri untuk bertanya apa yang sedang terjadi di antara kami?. Status di sosial medianya pun sudah diganti. Dan ya, I’m hurt again. Dia bilang perasaannya sudah mulai memudar dan biasa aja terhadapku akhir akhir ini. And I ask to him, Why? But he not reply my messages. Dia tidak memberikan gambaran yang jelas bagaimana sebaiknya hubungan kami ini. Dan finally, aku yang mengakhirinya. Hatiku sangat terpukul tak sanggup menahan tangis yang begitu pilu, mendengar bahwa perasaannya sudah hilang untukku. Sia sia aku memberikannya kesempatan kedua hanya untuk menyakitiku lagi. But, I’m grateful to find him. He is the best man that I ever met. Thank you Alka. U’re my first love in high school. 3 years my feeling not disappear for u. U always in my heart. No matter ur attitude to me it always the best of u to me, I always forgive you. but remember, I will not give you a third chance. I hope u can find a good girl who you really love her. Don’t hurt that girl. Stop hurting every girl with ur attitude. If u don’t love her, don’t come in her life. Don’t take her heart.

    Note:
    if u love someone, don’t give him all parts of ur heart. You must be wonderful girl, be independent women, smart, don’t let ur heart act. Sometimes, you have to use logic to think that we deserve the best man who loving us, who treat us well, who give his heart to us. Love people who really love you too. I just want you to know guys. In love you have to be careful, don’t let anyone take ur all parts of ur heart. All of us know how hurt to be broken. Love can make us fool, crazy, broken, mad, sad, wanna die, everythings can we feel. So, I think you have to focus be a good girl and let everyone who really love you stand behind you. don’t be a foolish girl.
    and if u feel hurt now, remember. Always forgive ur ex or anyone who hurt u and don’t give a second chance. And the best revenge is to move on, get over it, and continue to succeed. Never give someone the satisfaction of watching you suffering. one day you’re going to wakeup and he’s not going to be ur first thought, someone else will be someone who really cares. We deserve the best.

    Cerpen Karangan: Afnita
    Facebook: Afnita Thee

    Artikel Terkait

    A Second Chance
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email