Sahabatku Saudaraku

Baca Juga :
    Judul Cerpen Sahabatku Saudaraku

    Hari ini hari yang sangat sedih bagi sahabatku, Misya. dia sangat sedih karena ayahnya sudah meninggalkannya. dan sekarang dia tinggal dengan ibunya, dia menangis di dekatku sambil menutup wajahnya.

    “Sudahlah Mis… jangan nangis lagi, ibumu kan masih ada, dia pasti akan memenuhi semua kebutuhanmu.” kataku menenangkan Misya.
    “I.. iya Mar.. ini mungkin sudah kehendak tuhan.” kata Misya sambil mengelap tangisnya.

    Ibu Misya lalu mwncari pekerjaan. dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kompleks sebelah. Satu tahun kemudian ibu Misya mendapat pekerjaan yang lebih baik yaitu menjadi penjual kendaraan di perusahaan terkenal. Misya tentu senang dengan kabar ini. namun dia tidak tega meminta uang jajan.

    Saat ibu Misya pulang dari kerjanya dia mengalami kecelakaan. dia lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. namun di saat Misya datang diantar aku dan ibuku, ibu Misya tersenyum ke Misya dan ke arahku. Lalu matanya terpejam dan meninggalkan Misya selamanya. Misya hanya bisa pasrah dan menangis.

    “Misya nggak apa misy.. kamu bisa kok jadi saudara angkat Maria karena ibumu dan ibunya maria sangat dekat, ibu janji akan merawatmu seperti ibumu.” Kata ibuku.
    Aku terkejut mendengar Misya akan menjadi saudaraku. Maria lalu memelukku dan ibuku. “terima kasih ya tante..” kata Maria di tengah isakanya.
    “kamu juga boleh kok panggil ibuku dengan ibu atau bunda” kataku sambil merangkul Misya yang kini adalah saudaraku. terima kasih tuhan kau berikan sahabatku ini ibu yang kedua.

    Cerpen Karangan: Adiba Ghafira Aininda

    Artikel Terkait

    Sahabatku Saudaraku
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email