Kado Dihari Guru

Baca Juga :
    Judul Cerpen Kado Dihari Guru

    Tanggal 25 November 2016, Adalah hari guru. Sedangkan hari ini, hari Senin tanggal 21 November 2016. “Hmm… aku kasih kado apa, ya…” Gumam Rasya dalam hati. Adinta Rasya Shirena, siswi sdit Darul falah ini ingin memberi kado untuk gurunya dihari guru tersebut.

    KRING… KRING… KRING…
    Jam weker bergambar My Little pony punya Rasya berbunyi pukul 5.00. Rasya mematikan jam wekernya, merapikan tempat tidurnya, dan segera wudhu untuk menuaikan sholat fardhu subuh.

    Usai berwudhu, Rasya segera menggelar sajadah di tempat sholat yang berada di kamarnya, dan memakai mukenanya.
    Usai sholat dan berdo’a, Rasya segera mandi, memakai seragam, dan Segera turun menuju ruang makan. Karena kamarnya berada di lantai atas.

    Selesai sarapan…
    “Ayah, Ibu, Rasya berangkat sekolah dulu, ya… Assalamu’alaikum,” pamit Raysa pada kedua orangtuanya.
    “Wa’alaikum salam,” balas Ayah dan ibu serempak.
    Rasya hanya berjalan kaki ke sekolah. Karena, jarak rumahnya dengan sekolah hanya 200 m.

    Sesampai di sekolah
    “Assalamu’alaikum,” salam Rasya. “Wa’alaikum salam, Rasya,” jawab yang piket di kelas. Rasya pun mengambil sapu di pojok ruangan kelas dan menyapu kelas. Padahal, ia piket besok.

    TEET… TEET… TEET…
    Bel sekolah sudah berbunyi. Semua murid Sdit Darul Falah berbaris di lapangan untuk melaksanakan Upacara bendera.

    Waktu Istirahat
    Rasya dan Sahabatnya, Syana pergi ke kantin. Mereka memesan Semangkuk bakso dan Segelas es teh.
    “Eh, Rasya, kamu nanti kasih kado apa buat guru? kalau aku kasih tas buat bu Artita (wali murid kelas 5A, kelas Rasya dan Syana),” tanya Syana pada Rasya sambil menggigit baksonya.
    “Hmm… aku masih bingung, Syana?” celetuk Rasya sambil meneguk es tehnya. “Eh, Sya, nanti temanin aku ke kantor, ya,” pinta Rasya. Syana mengangguk.

    Selesai makan dan membayar, Rasya dan Syana pergi ke kantor guru. Rupanya, Rasya ingin meminta foto semua guru Sdit Darul Falah. Mereka pun mau memberi foto mereka pada Rasya.
    “Untuk apa, sih rasya?,” tanya Syana.
    “Kado untuk hari guru nanti,” jawab Rasya santai.

    Bel pulang berbunyi. Semua murid Sdit Darul Falah berhamburan ke luar sekolah dengan tertib.
    Sesampai di rumah, Rasya mengucap salam pada ibunya. Selesai salam, Rasya segera ke kamar untuk berganti pakaian dan makan siang. Usai makan, Rasya segera ke kamar. Ia lalu mengambil kertas tebal warna Hijau muda, Lem, gunting, kertas origami warna Pink, Pena warna Merah, dan Foto guru tadi yang ia minta.

    Pertama, Rasya menempel Foto guru tadi di kertas tebal hijau muda secara berurutan menggunakan lem. Setelah itu, Rasya segera membuat kertas origami pink itu membentuk hati, dan membuat kata-kata. Isinya:

    Selamat hari guru…
    Semoga menjadi guru favorit semua murid sdit darul falah. Makasih telah mengajari agama islam sama rasya. Kalian memang pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya.
    From: adinta rasya shirena
    To: semua guru sdit darul falah

    Rasya lalu meletakkan surat tersebut di pojok kanan atas kertas tebal itu. Rasya juga memberi tali agar digantung

    25 NOVEMBER 2016…
    Sesampai di kelas, Rasya meletakkan tas ranselnya di bangkunya. “Ras, lihat, dong, kado kamu buat guru itu,” pinta Syana.
    “Nanti,” ujar Rasya singkat.

    Semua murid berbaris di lapangan untuk melihat para guru berlomba.
    Usai berlomba, guru-guru mengeluarkan sebuah softcake yang dikasih lilin, lalu mereka meniupnya bersama-sama. Lalu, acara pembagian kado kepada guru (kegiatan ini tidak dipaksa). Syana memberikan kadonya pada bu Artita. Rasya, memberikan kadonya pada kepala sekolah Sdit Darul Falah. “Jadi, kamu minta foto itu untuk membuat kado ini?,” tanya kepala sekolah. Rasya mengangguk. “Kamu kreatif sekali,” puji Bu Artita.
    “Pak, tolong baca surat dari saya,” pinta Rasya malu-malu. Kepala sekolah membacanya di depan mic agar semuanya bisa mendengar.
    Usai dibaca
    “Rasya, kami boleh gantung di salah satu dinding kantor guru, kan?,” pinta Kepala sekolah. Rasya mengangguk kepala dengan cepat. “Ini adalah kado favorit guru sdit Darul falah,” seru bu Artita kencang. Mereka semua bertepuk tangan. Rasya tak percaya bahwa kado sederhananya itu menjadi favorit guru Sdit darul falah. Hatinya sangat berbunga-bunga. Acaranya pun dilanjutkan dengan penuh suka cita.

    Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
    Facebook: alya Aniza

    Artikel Terkait

    Kado Dihari Guru
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email