Judul Cerpen Misteri Surat Selia
Hai, namaku Naifa Aqilah. Selia Zarine adalah sahabat karibku. Sejak kecil, kami sudah bersahabat. Belum lama ini, kami berdua bertengkar. Yaah, aku memeng sering memprotesnya, terkadang ia merasa kesal terhadap aku si Miss Kepo.
“Naifa! Tunggu.” Pekik Selia
“Iya, apa Sel?” sahutku, setengah menengok ke arahnya.
“Ini, aku kasih kamu surat. Tapi ingat, kamu hanya boleh buka, saat ada sahabat baru untukmu. Janji!!!” ucapnya sambil menatapku sinis.
“Sel, maksud kamu apa? dan, surat ini… kenapa aku gak boleh membukanya sekarang”.
“Sel!!! Sel!!! Maafin aku donk, Sel.”
Aku terus saja meratapi surat pemberian Selia. Masa sih aku harus menunggu sampai seorang sahabat baru datang untukku. Tapi kapan?
Seminggu sudah berlalu, tetapi, masih belum ada seorang pun sahabat baru bagiku. Sungguh menyebalkan bukan?
Aku berpikir bagaimana kalau, Letta saja yang menjadi sahabat ke-2 ku. Aku pun mendatangi anak yang bernama Violetta Naya.
Kutanya padanya, “Ta, kamu mau gak. Jadi, sahabatku?”
Dengan wajah gembira ia menjawab, “tentunya Nai.”
“Thanks banget, yah Ta. Kamu sudah mau jadi sahabat Ke-2 ku.” Ujarku.
“Iya sama-sama.” Jawabnya dengan wajah berseri-seri.
Setelah itu, aku pun segera berlari, ke kelas untuk mengambil surat pemberian Selia. isinya:
From: Selia.
To: Naifa.
Hai Naifa, sebenarnya aku punya
penyakit ‘Kanker Otak’ stadium 4. jadi, aku berharap kamu punya sahabat pengganti aku. Dan hidupku tinggal satu minggu. Sudah dulu yah bye.
“Salam Naifa”.
“Tes… tes…” air mata Naifa menetes.
“Oh ya Selia memberikanku surat ini seminggu yang lalu. Berarti, Selia!” Naifa berlari ke RS Cahaya Hati. Dan oh, ternyata Selia sudah tiada. Aku sungguh menyesal, kuharap ia akan tenang di atas sana. Untungnya sekarang aku sudah punya Letta. Aku berharap Letta akan setia menjadi sahabatku.
THE END
Cerpen Karangan: Salwa Al-huwayna
Nama: Salwa Al-huwayna
Hai, namaku Naifa Aqilah. Selia Zarine adalah sahabat karibku. Sejak kecil, kami sudah bersahabat. Belum lama ini, kami berdua bertengkar. Yaah, aku memeng sering memprotesnya, terkadang ia merasa kesal terhadap aku si Miss Kepo.
“Naifa! Tunggu.” Pekik Selia
“Iya, apa Sel?” sahutku, setengah menengok ke arahnya.
“Ini, aku kasih kamu surat. Tapi ingat, kamu hanya boleh buka, saat ada sahabat baru untukmu. Janji!!!” ucapnya sambil menatapku sinis.
“Sel, maksud kamu apa? dan, surat ini… kenapa aku gak boleh membukanya sekarang”.
“Sel!!! Sel!!! Maafin aku donk, Sel.”
Aku terus saja meratapi surat pemberian Selia. Masa sih aku harus menunggu sampai seorang sahabat baru datang untukku. Tapi kapan?
Seminggu sudah berlalu, tetapi, masih belum ada seorang pun sahabat baru bagiku. Sungguh menyebalkan bukan?
Aku berpikir bagaimana kalau, Letta saja yang menjadi sahabat ke-2 ku. Aku pun mendatangi anak yang bernama Violetta Naya.
Kutanya padanya, “Ta, kamu mau gak. Jadi, sahabatku?”
Dengan wajah gembira ia menjawab, “tentunya Nai.”
“Thanks banget, yah Ta. Kamu sudah mau jadi sahabat Ke-2 ku.” Ujarku.
“Iya sama-sama.” Jawabnya dengan wajah berseri-seri.
Setelah itu, aku pun segera berlari, ke kelas untuk mengambil surat pemberian Selia. isinya:
From: Selia.
To: Naifa.
Hai Naifa, sebenarnya aku punya
penyakit ‘Kanker Otak’ stadium 4. jadi, aku berharap kamu punya sahabat pengganti aku. Dan hidupku tinggal satu minggu. Sudah dulu yah bye.
“Salam Naifa”.
“Tes… tes…” air mata Naifa menetes.
“Oh ya Selia memberikanku surat ini seminggu yang lalu. Berarti, Selia!” Naifa berlari ke RS Cahaya Hati. Dan oh, ternyata Selia sudah tiada. Aku sungguh menyesal, kuharap ia akan tenang di atas sana. Untungnya sekarang aku sudah punya Letta. Aku berharap Letta akan setia menjadi sahabatku.
THE END
Cerpen Karangan: Salwa Al-huwayna
Nama: Salwa Al-huwayna
Misteri Surat Selia
4/
5
Oleh
Unknown
