Judul Cerpen Setangkai Mawar Putih
Percayalah padaku, maksudku ini sungguh. Aku tak berbohong kali ini, aku mohon percayalah padaku untuk kali ini. Dan, sekarang aku akan bercerita tentang Kay and Key. Yah, tebakanmu benar. Mereka itu… ‘KEMBAR’
“Kay jangan lari ayo kesini makan sayang”
“Momy… Momymom… Momymomy”
“Iya kay ayo makan, sama key…”
10 tahun kemudian…
“Mom… Tas key mana?”
“Bentar key, tunggu mom lagi cari buku kay”
“Apa apa kay apa apa kay, key bukan anak momy kan?!”
“Key…!!”
Yah, mungkin ini tak dapat dipercaya. Tapi yakinlah bahwa momy bukan tanpa alasan lebih memperhatikan kay dari key. Karena masa lalu itu…
“Key, belum pulang. Nanti pulang bareng yuk”
“Gak ah, key bukan siapa siapanya Kay”
“Key, adikku”
“Hey, adikmu. Kau bukan kakakku. Ingat itu!!”
Yah, hubungan mereka selalu tak akrab. Kay seorang yang pintar dalam segala mata pelajaran serta payah dalam hal tanding lapangan. Namun… Key sebaliknya.
“Dady, kay besok olimpiade loh. Dateng ya jam 7 pagi besok”
“Ok anak dady pinter banget”
“Dady besok jam 7 pagi key tanding basket, Dady nonton ya, pliss”
“Maaf Key, Dady udah janji sama Kay buat nonton olimpiade kay.”
“Tapi Dady tahun lalu Dady juga gak nonton pertandinganku kan!! Oh apa bener aku ini anak pungut, hingga apa apa selalu Kay, Dady jahat”
Maafin dady Key
Aku tak tau apa yang terjadi dengan semua ini, sejujurnya aku sendiri bingung. Biarkan Waktu Yang Menjawab Semuanya…
“Key…”
“Apaan sih, oh ya kalo kay mau jadi Kakak key. Kay tanding basket sama key”
“Dan bila kay menang key akan panggil Kay Kakak. Baiklah… Setuju”
Key pastikan, Kay tak kan pernah bisa menang
Aku tak tau apa yang terjadi selanjutnya tapi aku sangat yakin bahwa ini membahayakan nyawa… KAY
“Mari kita mulai ini Kay”
“Baiklah dik”
“Oh Kay berhentilah, kau belum menang pertandingan”
“Kay, Key, Kalian Siap”
“Siap” jawab mereka serempak
60 menit berikutnya…
“Permainan ini dimenangkan oleh Kay, Selamat Kay”
“Yeeee…”
“Hey KAK..”
“Adikku…”
Uhuuk…
“Kak kau tak apa?”
“Keadaanku baik sungguh”
Bruuk!!
“Cepat panggil ambulan”
Sekarang kau percaya kan, ini membahayakan hidup Kay. Dan aku tak tau apa dia bisa selamat atau tidak.
“Momy kakak…”
“Yah tenanglah, semua akan baik baik saja ”
Dokter pemeeiksa k eluar dari ruangan “Kalian keluarganya? Pasien dapat dijenguk namun untuk saat ini hanya satu orang yang boleh masuk ke sana”
“Momy ijinkan Key masuk”
“Iya sayang”
“Kak kay…”
“Hey… Aku tak apa jangan khawatir. Key ini ambilah baca apa yang ada di dalamnya”
“Diary? Ini diarymu kak?”
“Iya, dan jaga diary itu baik baik”
“Baiklah Aku akan pergi dulu”
Kau tau, diary kay memang tak pernah ada yang membaca isinya, namun percayalah. Bahwa aku selalu ada di sana di saat Kay menulisnya…
Ngomong ngomong apa isinya ya? Disini memang banyak fotoku dengan kakak dan yang paling menarik foto kelahiran kami, bukan fotonya namun catatan di bawahnya
“Momy aku ingin bicara sesuatu, begini salah satu bayimu bermasalah”
“Salah satu? Apa maksudmu? Apa maksud semua ini?”
“Yah, bayimu kembar. Dan salah satunya mengalami masalah pada jantungnya. Ia kuberinama KAYLA”
“Dan yang satunya, aku harap namanya adalah KEYLA”
“Bagus sekali nama yang indah”
Jadi kakak punya masalah jantung, dan aku telah memaksanya melakukan pertandingan konyol ini?! Aku memang bodoh, Keyla bodoh. Aku harus minta Maaf pada Kay!! Harus!!
“Kak… Aku kembali”
“Keyla…”
“Momy… Apa yang terjadi maksudku… Dimana kakak”
“Kakakmu… Sudah pergi meninggalkan kita Key. Dia hanya titip surat untukmu”
Adikku… Keyla, aku tau setelah membaca buku diaryku kau akan menemuiku. Tapi dia… Sang pencabut nyawa, tak bisa menunggumu kembali. Aku yakin hari ini kau tau apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa aku begitu diperhatikan. Yah, tapi aku mohon jangan menangis untuk kakakmu ini. Kau harus kuat Key. Percayalah aku ada di sampingmu… Selalu
Kakak…!!!
“Momy jenazah kakak di mana?”
“Itu di kamar yang itu”
“Kakak maafkan key ya kak, tapi key yakin kakak sudah memaafkan key dari dulu kan. Kak mungkin hanya mawar ini yang akan aku persembahkan di hari akhir nafas kakak. Mawar Putih melambangkan kesucian dan ketulusan cinta tanpa mengharap balasan”
Thaks Kak Kay…
Dan Terimalah Setangkai Mawar Putih…
DARIKU…
Percayalah!! Kau tak pernah tau aku siapa kan?! Dan kenapa aku tau segala tentang kehidupan Kay
Karena Aku… Roh Dari…
Kay…
Cerpen Karangan: Dzeffa
Ig: ANAK BAIK BAIK
Percayalah padaku, maksudku ini sungguh. Aku tak berbohong kali ini, aku mohon percayalah padaku untuk kali ini. Dan, sekarang aku akan bercerita tentang Kay and Key. Yah, tebakanmu benar. Mereka itu… ‘KEMBAR’
“Kay jangan lari ayo kesini makan sayang”
“Momy… Momymom… Momymomy”
“Iya kay ayo makan, sama key…”
10 tahun kemudian…
“Mom… Tas key mana?”
“Bentar key, tunggu mom lagi cari buku kay”
“Apa apa kay apa apa kay, key bukan anak momy kan?!”
“Key…!!”
Yah, mungkin ini tak dapat dipercaya. Tapi yakinlah bahwa momy bukan tanpa alasan lebih memperhatikan kay dari key. Karena masa lalu itu…
“Key, belum pulang. Nanti pulang bareng yuk”
“Gak ah, key bukan siapa siapanya Kay”
“Key, adikku”
“Hey, adikmu. Kau bukan kakakku. Ingat itu!!”
Yah, hubungan mereka selalu tak akrab. Kay seorang yang pintar dalam segala mata pelajaran serta payah dalam hal tanding lapangan. Namun… Key sebaliknya.
“Dady, kay besok olimpiade loh. Dateng ya jam 7 pagi besok”
“Ok anak dady pinter banget”
“Dady besok jam 7 pagi key tanding basket, Dady nonton ya, pliss”
“Maaf Key, Dady udah janji sama Kay buat nonton olimpiade kay.”
“Tapi Dady tahun lalu Dady juga gak nonton pertandinganku kan!! Oh apa bener aku ini anak pungut, hingga apa apa selalu Kay, Dady jahat”
Maafin dady Key
Aku tak tau apa yang terjadi dengan semua ini, sejujurnya aku sendiri bingung. Biarkan Waktu Yang Menjawab Semuanya…
“Key…”
“Apaan sih, oh ya kalo kay mau jadi Kakak key. Kay tanding basket sama key”
“Dan bila kay menang key akan panggil Kay Kakak. Baiklah… Setuju”
Key pastikan, Kay tak kan pernah bisa menang
Aku tak tau apa yang terjadi selanjutnya tapi aku sangat yakin bahwa ini membahayakan nyawa… KAY
“Mari kita mulai ini Kay”
“Baiklah dik”
“Oh Kay berhentilah, kau belum menang pertandingan”
“Kay, Key, Kalian Siap”
“Siap” jawab mereka serempak
60 menit berikutnya…
“Permainan ini dimenangkan oleh Kay, Selamat Kay”
“Yeeee…”
“Hey KAK..”
“Adikku…”
Uhuuk…
“Kak kau tak apa?”
“Keadaanku baik sungguh”
Bruuk!!
“Cepat panggil ambulan”
Sekarang kau percaya kan, ini membahayakan hidup Kay. Dan aku tak tau apa dia bisa selamat atau tidak.
“Momy kakak…”
“Yah tenanglah, semua akan baik baik saja ”
Dokter pemeeiksa k eluar dari ruangan “Kalian keluarganya? Pasien dapat dijenguk namun untuk saat ini hanya satu orang yang boleh masuk ke sana”
“Momy ijinkan Key masuk”
“Iya sayang”
“Kak kay…”
“Hey… Aku tak apa jangan khawatir. Key ini ambilah baca apa yang ada di dalamnya”
“Diary? Ini diarymu kak?”
“Iya, dan jaga diary itu baik baik”
“Baiklah Aku akan pergi dulu”
Kau tau, diary kay memang tak pernah ada yang membaca isinya, namun percayalah. Bahwa aku selalu ada di sana di saat Kay menulisnya…
Ngomong ngomong apa isinya ya? Disini memang banyak fotoku dengan kakak dan yang paling menarik foto kelahiran kami, bukan fotonya namun catatan di bawahnya
“Momy aku ingin bicara sesuatu, begini salah satu bayimu bermasalah”
“Salah satu? Apa maksudmu? Apa maksud semua ini?”
“Yah, bayimu kembar. Dan salah satunya mengalami masalah pada jantungnya. Ia kuberinama KAYLA”
“Dan yang satunya, aku harap namanya adalah KEYLA”
“Bagus sekali nama yang indah”
Jadi kakak punya masalah jantung, dan aku telah memaksanya melakukan pertandingan konyol ini?! Aku memang bodoh, Keyla bodoh. Aku harus minta Maaf pada Kay!! Harus!!
“Kak… Aku kembali”
“Keyla…”
“Momy… Apa yang terjadi maksudku… Dimana kakak”
“Kakakmu… Sudah pergi meninggalkan kita Key. Dia hanya titip surat untukmu”
Adikku… Keyla, aku tau setelah membaca buku diaryku kau akan menemuiku. Tapi dia… Sang pencabut nyawa, tak bisa menunggumu kembali. Aku yakin hari ini kau tau apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa aku begitu diperhatikan. Yah, tapi aku mohon jangan menangis untuk kakakmu ini. Kau harus kuat Key. Percayalah aku ada di sampingmu… Selalu
Kakak…!!!
“Momy jenazah kakak di mana?”
“Itu di kamar yang itu”
“Kakak maafkan key ya kak, tapi key yakin kakak sudah memaafkan key dari dulu kan. Kak mungkin hanya mawar ini yang akan aku persembahkan di hari akhir nafas kakak. Mawar Putih melambangkan kesucian dan ketulusan cinta tanpa mengharap balasan”
Thaks Kak Kay…
Dan Terimalah Setangkai Mawar Putih…
DARIKU…
Percayalah!! Kau tak pernah tau aku siapa kan?! Dan kenapa aku tau segala tentang kehidupan Kay
Karena Aku… Roh Dari…
Kay…
Cerpen Karangan: Dzeffa
Ig: ANAK BAIK BAIK
Setangkai Mawar Putih
4/
5
Oleh
Unknown
