Judul Cerpen Real Story First Love
Disini aku berdiri… Disini aku menanti dengan tatapan kosong dan dengan hati rapuh. Mendungnya awan seolah mewakili perasaanku saat ini, membayangkan suatu hal yang telah bertahun-tahun berlalu saat itu…
“Mel.. Mel.. Itu bantu tantenya dulu dong angkat barang-barang” sahut mama. Tanpa pikir panjang aku membantu sosok tante yang ada di depanku ternyata, dia adalah seseorang yang saat ini akan mulai bekerja membantu mamaku. Hari-hari kulalui seperti biasanya..
Tapi hari ini tak seperti biasanya kembali lagi rumah ku kedatangan tamu. Sebut saja namanya juna, dia adalah anak dari tante yang bekerja di rumahku awalnya kami malu malu untuk berteman tapi lama kelamaan aku sudah sedikit akrab walau pada dasarnya aku memang seorang pemalu. Kuberanikan diri untuk berbicara dengannya, bertegur sapa dan bermain dengannya. Jujur aku akui dia adalah cinta pertamaku
Ya namanya juga anak sd pasti ada zaman dimana kita punya rasa suka-sukaan pada teman. Aku sih gak tau dia punya perasaan yang sama atau sebaliknya.
Sudah beberapa bulan berteman ternyata juna menyukaiku tepatnya sekitar tahun 2011 pada saat aku kelas 5 sd. Siang itu, aku berada di atas pohon jambu (kek monyet gitu) tiba-tiba saja juna menghampiriku sambil senyum senyum “Aku suka samamu mel” tentu saja aku sangat terkejut dan malu-malu sambil kabur berlari menjauhinya yang masih terpaku dan melongo kebingungan. Melihat tingkah lakuku, teman teman langsung teriak cie.. Ciee… Sejak saat itu dia lebih terbuka tentang perasannya padaku, aku tersenyum kecil saat melihat dia bermain bersama temannya dan berkata power rangers meli. Saat itu juna melihatku dan segera mengambilkan bunga untukku. Walaupun, bunga itu dipetiknya di semak belukar tetap saja itu membuatku senang seperti biasanya aku hanya terdiam sambil tersenyum kecil dengan jantung yang hendak copot.
Walaupun, dia berusaha keras mendekatiku tetap saja aku tak pernah jujur dengan perasaanku. Perasaan yang tak biasa untuknya ya, perasaan cinta. Hingga tiba saatnya jarak ku dan dia semakin jauh. Ketika kami mulai menduduki bangku smp. Meski sudah bertahun tahun, perasaanku kepadanya tak pernah berubah. Tapi, sikap juna lah yang berubah tak seperti dulu sekarang dia begitu dingin.
Sudah lama tak berbincang tiba-tiba saja dia memanggilku dan berkata “mel bagi jajananmu lah” aku yang gengsi menjawab “beli aja sendiri”. Dia hanya tersenyum seketika, angkot yang biasa kami tumpangi datang anak-anak berlarian menuju angkot. Saat itu, aku masih tertinggal jauh di belakang ternyata juna menungguku. Sambil membelai kepalaku yang tertutupi jilbab dia berkata “Cepat masuk” seperti biasanya aku hanya terdiam kaku. Tak ada yang spesial setelah hari itu melainkan, hal menyedihkan ketika dia harus pindah sekolah ke tanjung pinang
Berbulan-bulan aku menanti kedatangannya akhirnya dia datang saat liburan sekolah. Malam itu, aku sedang berada di toko kaset bersama temanku. “Mana abangmu win”, sahut seseorang kepada temanku “Di rumah” jawabnya
Kembali lagi dia berkata, “Oh iya kemarin katanya ada yang nyari nyariin aku katanya rindu” sontak aku langsung menoleh kemudian menundukkan kepalaku setelah mengetahui itu juna. Dia tersenyum padaku, ingin nangis bahagia rasanya tetapi kucoba menahannya.
Malam itu berlalu begitu cepat seperti halnya liburan sekolah, juna pun kembali untuk bersekolah di pinang, sampai detik ini dia tak pernah kembali padaku. Entah apa yang kupikirkan aku telah menyukainya selama 5 tahun, tapi kini aku putuskan untuk melupakannya perlahan, melupakan cinta pertamaku dan mengubur kenangan di dalamnya. Cinta yang mengajariku untuk tabah dan mengetahui arti menunggu akan kulupakan mulai hari ini. Pohon jambu jadi saksi bisu semua kenangan yang pernah terjadi.
Selamat tinggal cinta pertamaku. Good bye memories, if this all I’m ended up his right to undergo.. Undergo patiently because it is indeed a lasting love me only on my god. Waktu tak akan bergerak mundur so just move on, buka lembaran baru..
Cerpen Karangan: Meliana Safitri
Facebook: meliana Safitri
Disini aku berdiri… Disini aku menanti dengan tatapan kosong dan dengan hati rapuh. Mendungnya awan seolah mewakili perasaanku saat ini, membayangkan suatu hal yang telah bertahun-tahun berlalu saat itu…
“Mel.. Mel.. Itu bantu tantenya dulu dong angkat barang-barang” sahut mama. Tanpa pikir panjang aku membantu sosok tante yang ada di depanku ternyata, dia adalah seseorang yang saat ini akan mulai bekerja membantu mamaku. Hari-hari kulalui seperti biasanya..
Tapi hari ini tak seperti biasanya kembali lagi rumah ku kedatangan tamu. Sebut saja namanya juna, dia adalah anak dari tante yang bekerja di rumahku awalnya kami malu malu untuk berteman tapi lama kelamaan aku sudah sedikit akrab walau pada dasarnya aku memang seorang pemalu. Kuberanikan diri untuk berbicara dengannya, bertegur sapa dan bermain dengannya. Jujur aku akui dia adalah cinta pertamaku
Ya namanya juga anak sd pasti ada zaman dimana kita punya rasa suka-sukaan pada teman. Aku sih gak tau dia punya perasaan yang sama atau sebaliknya.
Sudah beberapa bulan berteman ternyata juna menyukaiku tepatnya sekitar tahun 2011 pada saat aku kelas 5 sd. Siang itu, aku berada di atas pohon jambu (kek monyet gitu) tiba-tiba saja juna menghampiriku sambil senyum senyum “Aku suka samamu mel” tentu saja aku sangat terkejut dan malu-malu sambil kabur berlari menjauhinya yang masih terpaku dan melongo kebingungan. Melihat tingkah lakuku, teman teman langsung teriak cie.. Ciee… Sejak saat itu dia lebih terbuka tentang perasannya padaku, aku tersenyum kecil saat melihat dia bermain bersama temannya dan berkata power rangers meli. Saat itu juna melihatku dan segera mengambilkan bunga untukku. Walaupun, bunga itu dipetiknya di semak belukar tetap saja itu membuatku senang seperti biasanya aku hanya terdiam sambil tersenyum kecil dengan jantung yang hendak copot.
Walaupun, dia berusaha keras mendekatiku tetap saja aku tak pernah jujur dengan perasaanku. Perasaan yang tak biasa untuknya ya, perasaan cinta. Hingga tiba saatnya jarak ku dan dia semakin jauh. Ketika kami mulai menduduki bangku smp. Meski sudah bertahun tahun, perasaanku kepadanya tak pernah berubah. Tapi, sikap juna lah yang berubah tak seperti dulu sekarang dia begitu dingin.
Sudah lama tak berbincang tiba-tiba saja dia memanggilku dan berkata “mel bagi jajananmu lah” aku yang gengsi menjawab “beli aja sendiri”. Dia hanya tersenyum seketika, angkot yang biasa kami tumpangi datang anak-anak berlarian menuju angkot. Saat itu, aku masih tertinggal jauh di belakang ternyata juna menungguku. Sambil membelai kepalaku yang tertutupi jilbab dia berkata “Cepat masuk” seperti biasanya aku hanya terdiam kaku. Tak ada yang spesial setelah hari itu melainkan, hal menyedihkan ketika dia harus pindah sekolah ke tanjung pinang
Berbulan-bulan aku menanti kedatangannya akhirnya dia datang saat liburan sekolah. Malam itu, aku sedang berada di toko kaset bersama temanku. “Mana abangmu win”, sahut seseorang kepada temanku “Di rumah” jawabnya
Kembali lagi dia berkata, “Oh iya kemarin katanya ada yang nyari nyariin aku katanya rindu” sontak aku langsung menoleh kemudian menundukkan kepalaku setelah mengetahui itu juna. Dia tersenyum padaku, ingin nangis bahagia rasanya tetapi kucoba menahannya.
Malam itu berlalu begitu cepat seperti halnya liburan sekolah, juna pun kembali untuk bersekolah di pinang, sampai detik ini dia tak pernah kembali padaku. Entah apa yang kupikirkan aku telah menyukainya selama 5 tahun, tapi kini aku putuskan untuk melupakannya perlahan, melupakan cinta pertamaku dan mengubur kenangan di dalamnya. Cinta yang mengajariku untuk tabah dan mengetahui arti menunggu akan kulupakan mulai hari ini. Pohon jambu jadi saksi bisu semua kenangan yang pernah terjadi.
Selamat tinggal cinta pertamaku. Good bye memories, if this all I’m ended up his right to undergo.. Undergo patiently because it is indeed a lasting love me only on my god. Waktu tak akan bergerak mundur so just move on, buka lembaran baru..
Cerpen Karangan: Meliana Safitri
Facebook: meliana Safitri
Real Story First Love
4/
5
Oleh
Unknown
