Tak Terbalas

Baca Juga :
    Judul Cerpen Tak Terbalas

    Saat aku menginjak kelas 8, aku bertemu dengan orang orang baru yang belum kukenal seluruhnya. Dari berbagai kelas. Hanya beberapa orang yang kukenal, tentu saja orang orang yang berasal dari kelasku dulu.

    Berbulan bulan telah kulewati di kelas 8A bersama teman teman. Ada seseorang yang berhasil merebut perhatianku. Dia bernama Syifa.
    Aku hanya bisa memperhatikan dia dari jauh, menyukainya dalam dia sudah cukup bagiku. Aku tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan ini padanya.

    Setelah sekian lama memendam perasaan ini aku melihat ada kesempatan untuk mengungkapkannya. Tepat di kelas 9. Namun di saat aku ingin mengungkapkannya, ada seseorang yang telah lebih dulu mengungkapkan perasaannya pada Syifa. Aku merasa sakit hati, tentu. Semua orang pasti akan merasakannya jika melihat orang yang kita suka menyukai orang lain. Syifa dan orang itu pun saling menyukai. Apa yang harus kulakukan? Hanya bisa diam dan mengizinkan mereka bersama. Toh mereka saling menyukai, aku tidak bisa memaksakan Syifa agar menyukaiku.

    Aku meluapkan kekesalanku pada orang itu. Aku mengatakan “aku suka sama Syifa”, reaksinya? Hanya diam tak peduli. Aku pun mengatakan hal yang sama pada Syifa di hari perpisahan angkatan “aku suka sama kamu” reaksi Syifa? Dia terkejut dan memberitahu kelompok dramanya yang akan tampil di perpisahan itu. Aku tidak mengharapkan respon yang berlebih. Biarkan rasa ini terus terpendam dalam hatiku. Melihatnya bahagia sudah cukup bagiku, walaupun bersama orang lain, bukan aku.

    Cerpen Karangan: Antiek Widya
    Facebook: Antiek Widya N
    IG : @antiekn

    Artikel Terkait

    Tak Terbalas
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email