Judul Cerpen Ternyata Sahabatku Psikopat
Hai namaku Alicia Renaldi Mandy memang agak aneh kan namaku? ya udah panggil aja aku Mandy.
“Heh Man! kita ke kantin yuk!” ajak seseorang. Aku membalikan badanku ke belakang dan ternyata! oh Salsa dia temanku. “Iya” jawabku. Aku dan Salsa pun ke kantin. Dan disana aku dan Salsa bertemu oleh Rio, orang yang didambakkan oleh para wanita. “Hai, para gadis!” sapa Rio. Kami hanya membalasnya dengan senyuman kecil, setelah itu kami duduk di salah satu kursi kantin dan memesan bakso.
“Kriing… kriing…” bel pulang sekolah berbunyi.
“Mandy kita pulang bareng yuk!” ajak seseorang. Aku membalikkan badanku ke belakang ternyata Rio!. “Iya” jawabku dengan kegirangan. “Mandy kamu mau nggak jadi sahabat aku, soalnya aku dah nggak punya sahabat dari semasa kecil, pliiis ya, pliiis” ucap Rio dengan memohon. “Ya udah, aku mau jadi sahabat kamu” jawabku.
Sesampainya di rumah aku langsung mengganti pakaianku dengan baju rumah dan pergi ke ruang tv. Dan langsung menyalakan tv dengan remote. Aku menekan remote berkali-kali tapi yang kutemukan di sebuah tv hanya berita semua. Aku lalu menekan tombol off di remote dan langsung menuju ke kamarku.
“Kriing… kriing…” suara telepon rumahku berbunyi. Aku mengangkatnya dan megatakan “halo dengan siapa ya?” ucapku. “Ini Rio, boleh saya bertemu Mandy” ucap Rio. “Iya, ini Mandy, ada apa ya Rio?” tanyaku. “Kita bisa ketemuan di cafe THE DEATH OF CHILLDREEN nggak?” balas Rio. “Iya” jawabku.
Aku menstater gas motorku menuju ke cafe yang dibilang Rio tadi. Dan di sana ternyata Rio sudah sampai terlebih dahulu. Aku langsung menghampiri Rio. “Ada apa sih kamu ngajak aku ke sini?” tanyaku. Rio hanya diam saja dia tidak menyahut pertanyaanku. Dan apa yang dia lakukan?. Dia mengeluarkan pisau yang ada di sakunya dan langsung menusukku dengan pisau itu.
Dan sebelum aku meninggal aku mengucapkan kata-kata terakhir “TERNYATA KAU JAHAT!”. Dan setelah itu aku meninggal.
THE END
Cerpen Karangan: Sabila Salwa Putri Wahyuhadi
Hai namaku Alicia Renaldi Mandy memang agak aneh kan namaku? ya udah panggil aja aku Mandy.
“Heh Man! kita ke kantin yuk!” ajak seseorang. Aku membalikan badanku ke belakang dan ternyata! oh Salsa dia temanku. “Iya” jawabku. Aku dan Salsa pun ke kantin. Dan disana aku dan Salsa bertemu oleh Rio, orang yang didambakkan oleh para wanita. “Hai, para gadis!” sapa Rio. Kami hanya membalasnya dengan senyuman kecil, setelah itu kami duduk di salah satu kursi kantin dan memesan bakso.
“Kriing… kriing…” bel pulang sekolah berbunyi.
“Mandy kita pulang bareng yuk!” ajak seseorang. Aku membalikkan badanku ke belakang ternyata Rio!. “Iya” jawabku dengan kegirangan. “Mandy kamu mau nggak jadi sahabat aku, soalnya aku dah nggak punya sahabat dari semasa kecil, pliiis ya, pliiis” ucap Rio dengan memohon. “Ya udah, aku mau jadi sahabat kamu” jawabku.
Sesampainya di rumah aku langsung mengganti pakaianku dengan baju rumah dan pergi ke ruang tv. Dan langsung menyalakan tv dengan remote. Aku menekan remote berkali-kali tapi yang kutemukan di sebuah tv hanya berita semua. Aku lalu menekan tombol off di remote dan langsung menuju ke kamarku.
“Kriing… kriing…” suara telepon rumahku berbunyi. Aku mengangkatnya dan megatakan “halo dengan siapa ya?” ucapku. “Ini Rio, boleh saya bertemu Mandy” ucap Rio. “Iya, ini Mandy, ada apa ya Rio?” tanyaku. “Kita bisa ketemuan di cafe THE DEATH OF CHILLDREEN nggak?” balas Rio. “Iya” jawabku.
Aku menstater gas motorku menuju ke cafe yang dibilang Rio tadi. Dan di sana ternyata Rio sudah sampai terlebih dahulu. Aku langsung menghampiri Rio. “Ada apa sih kamu ngajak aku ke sini?” tanyaku. Rio hanya diam saja dia tidak menyahut pertanyaanku. Dan apa yang dia lakukan?. Dia mengeluarkan pisau yang ada di sakunya dan langsung menusukku dengan pisau itu.
Dan sebelum aku meninggal aku mengucapkan kata-kata terakhir “TERNYATA KAU JAHAT!”. Dan setelah itu aku meninggal.
THE END
Cerpen Karangan: Sabila Salwa Putri Wahyuhadi
Ternyata Sahabatku Psikopat
4/
5
Oleh
Unknown
