Judul Cerpen Cinta Yang Dibawa
Suatu hari.. Aku sedang membeli telur di warung, lalu aku pun pulang dengan terburu-buru sambil berlari. Dan tidak sengaja aku menabrak seorang laki-laki. Aku pun meminta maaf padanya.. “Maaf! Aku gak sengaja mas!”
“Iya dek gak papa kok.. Yang lebih penting itu telur kamu pecah dek” aku pun merasa sangat panik karena ibuku pasti akan memarahiku.
Pria itu bernama reisya.. Dia lebih tua dariku 5 tahun. Dia mengganti semua telur-telur yang pecah.
“Udah dek biar saya yang ganti telurnya”
“Makasih ya mas..”.
Aku pun jatuh cinta dengan pria itu.. Walaupun umur kami berbeda 5 tahun (13-18).. Tapi apa boleh buat? Namanya juga cinta.
Beberapa hari kemudian aku bertemu dengannya. Dan aku mengobrol bersama dengannya. Dan ternyata.. Pria itu menyatakan perasaannya padaku “Dek.. Saya cinta sama kamu..”
“Eh? Tapi kan aku beda 5 tahun sama mas..”
“Kalau sudah cinta.. Apa boleh buat..”.
Apa yang harus aku katakan? Apa aku harus katakan iya? Atau tidak?. Aku pun menjawabnya “Aku tidak tau.. Aku juga mencintai mas, tapi.. Aku tidak tau harus katakan apa.. Karena jika aku mengatakan ya.. Aku salah.. Tapi jika aku mengatakan tidak aku pasti akan menyesal karena telah mengatakannya..” kata aku.
“Baik.. Aku akan menunggu jawabanmu selama beberapa tahun..”
“Baiklah.. Jika aku sudah tau jawabannya.. Aku akan datang kepadamu”
“Iya.. Aku akan menunggu jawabanmu”
Beberapa tahun kemudian.. Umurku sudah 22 tahun.. Aku pun sudah tau jawabanku. Tetapi, aku sudah lupa dengan wajah orang yang kucintai.. Pada hari itu.. Aku sedang duduk di taman sendirian.. Dan ada seorang laki-laki yang sangat tampan memanggilku.. “Dek, apa kamu sudah mempunyai jawaban itu?” tanya seorang pria tampan.
“Siapa kamu?” tanya aku.
“Aku adalah orang yang mencitaimu.. Sampai sekarang, aku masih menunggu jawabanmu itu” jawab pria tampan.
“Kamu?! Kamu mas rei?!” tanya aku dengan perasaan kaget.
“Tentu saja.. Lalu apa jawabanmu terhadap perasaanku?” tanya pria tampan.
“Emmm.. Aku ingin menikah denganmu mas..” jawab aku.
“Tentu saja.. Aku juga ingin menikah denganmu..”
Hmm.. Mungkin inilah yang disebut “Cinta yang dibawa”
Cerpen Karangan: Devita Amalia
Facebook: Devita Amalia
Suatu hari.. Aku sedang membeli telur di warung, lalu aku pun pulang dengan terburu-buru sambil berlari. Dan tidak sengaja aku menabrak seorang laki-laki. Aku pun meminta maaf padanya.. “Maaf! Aku gak sengaja mas!”
“Iya dek gak papa kok.. Yang lebih penting itu telur kamu pecah dek” aku pun merasa sangat panik karena ibuku pasti akan memarahiku.
Pria itu bernama reisya.. Dia lebih tua dariku 5 tahun. Dia mengganti semua telur-telur yang pecah.
“Udah dek biar saya yang ganti telurnya”
“Makasih ya mas..”.
Aku pun jatuh cinta dengan pria itu.. Walaupun umur kami berbeda 5 tahun (13-18).. Tapi apa boleh buat? Namanya juga cinta.
Beberapa hari kemudian aku bertemu dengannya. Dan aku mengobrol bersama dengannya. Dan ternyata.. Pria itu menyatakan perasaannya padaku “Dek.. Saya cinta sama kamu..”
“Eh? Tapi kan aku beda 5 tahun sama mas..”
“Kalau sudah cinta.. Apa boleh buat..”.
Apa yang harus aku katakan? Apa aku harus katakan iya? Atau tidak?. Aku pun menjawabnya “Aku tidak tau.. Aku juga mencintai mas, tapi.. Aku tidak tau harus katakan apa.. Karena jika aku mengatakan ya.. Aku salah.. Tapi jika aku mengatakan tidak aku pasti akan menyesal karena telah mengatakannya..” kata aku.
“Baik.. Aku akan menunggu jawabanmu selama beberapa tahun..”
“Baiklah.. Jika aku sudah tau jawabannya.. Aku akan datang kepadamu”
“Iya.. Aku akan menunggu jawabanmu”
Beberapa tahun kemudian.. Umurku sudah 22 tahun.. Aku pun sudah tau jawabanku. Tetapi, aku sudah lupa dengan wajah orang yang kucintai.. Pada hari itu.. Aku sedang duduk di taman sendirian.. Dan ada seorang laki-laki yang sangat tampan memanggilku.. “Dek, apa kamu sudah mempunyai jawaban itu?” tanya seorang pria tampan.
“Siapa kamu?” tanya aku.
“Aku adalah orang yang mencitaimu.. Sampai sekarang, aku masih menunggu jawabanmu itu” jawab pria tampan.
“Kamu?! Kamu mas rei?!” tanya aku dengan perasaan kaget.
“Tentu saja.. Lalu apa jawabanmu terhadap perasaanku?” tanya pria tampan.
“Emmm.. Aku ingin menikah denganmu mas..” jawab aku.
“Tentu saja.. Aku juga ingin menikah denganmu..”
Hmm.. Mungkin inilah yang disebut “Cinta yang dibawa”
Cerpen Karangan: Devita Amalia
Facebook: Devita Amalia
Cinta Yang Dibawa
4/
5
Oleh
Unknown
