Judul Cerpen Hatiku Untukmu
Aku terdiam. Diam. Dan diam. Melihatnya jatuh ke pelukan, wanita itu.
Ya, ia melihatku. Wanita itu, menatap jahat padaku.
Lelaki itu, “ini bukan seperti kelihatannya!”
“Tidak, aku percaya. Yo, kalau bola mataku ini enggak buta. Padahal kemarin…” aku berteriak padanya.
Sampai temanku, Putri datang. “Udah, udah. Ayo, kita jalan aja yuk. Pulangnya, gak usah sama cowok itu ya? Yang sabar dong. Kan tadi dia bilang gak seperti kelihatannya, mungkin bener, Sha.” Ucapnya.
Aku pun tersenyum, “Ya. Makasih ya Put. Kamu selalu ada saat aku butuh.”
“Hn, gak papa kok.”
Aryo pergi mencari Shasa.
“Sha! Ayolah, aku gak bermaksud!” Serunya
Tiba tiba, ia menemukan sebuat kertas.
‘Yo, kamu bahagia, ya! Sama Nanda. Iya iya, aku tahu. Gak seperti kelihatannya. Tapi dia cinta banget sama kamu. ~ Shasa
“Wah, kasian..”
Keesokan harinya
“Apanya! Aku gak nulis apapun! Kamu juga tahu kan? Tulisan aku tuh kayak cakar bebek, bukan tulisan rapi bagai diprint punya Nanda, Yo!” kata Shasa menangis.
“Udah.. kamu denger ya, Nanda sendiri yang meluk aku. Tahu? Kalau cinta itu, aku balas peluk juga. Tapi kan ini enggak? Udah ya,” kata Aryo sambil memeluk Shasa.
“I-iya. Maaf.” “Tapi, kamu punya perasaan ke Nanda?” Tanya Shasa
“Tidak,”
“Oh ya,” “Kamu bisa keluar gak, malamnya?”
“Gak.. maaf, ada kasus, Sha.”
“Kasus bodoh lagi. Rasanya ingin sekali aku menjadi kasusmu itu, Yo.” Gumam Shasa saaaangat pelan.
“Aku mendengarnya, lhoo!”
“Eh- i..iya iya..”
“Kau selalu mendapat perhatian lebih dari kasusku, Sha.”
“Maaf.”
Begitu Aryo memeluk Shasa, Nanda langsung datang secara tiba tiba.
“Aryo…..” hampir menangis.
“Ini seperti kelihatannya” ucap Aryo singkat.
Nanda pun pergi.
“Kapan kamu punya waktu luang?”
“Minggu, aku janji, akan mengajakmu kemana saja kau mau”
“YEEEAAAY!!!”
FIN
Cerpen Karangan: Pearl Nafeesa
Facebook: Pearl Nafeesa
Aku terdiam. Diam. Dan diam. Melihatnya jatuh ke pelukan, wanita itu.
Ya, ia melihatku. Wanita itu, menatap jahat padaku.
Lelaki itu, “ini bukan seperti kelihatannya!”
“Tidak, aku percaya. Yo, kalau bola mataku ini enggak buta. Padahal kemarin…” aku berteriak padanya.
Sampai temanku, Putri datang. “Udah, udah. Ayo, kita jalan aja yuk. Pulangnya, gak usah sama cowok itu ya? Yang sabar dong. Kan tadi dia bilang gak seperti kelihatannya, mungkin bener, Sha.” Ucapnya.
Aku pun tersenyum, “Ya. Makasih ya Put. Kamu selalu ada saat aku butuh.”
“Hn, gak papa kok.”
Aryo pergi mencari Shasa.
“Sha! Ayolah, aku gak bermaksud!” Serunya
Tiba tiba, ia menemukan sebuat kertas.
‘Yo, kamu bahagia, ya! Sama Nanda. Iya iya, aku tahu. Gak seperti kelihatannya. Tapi dia cinta banget sama kamu. ~ Shasa
“Wah, kasian..”
Keesokan harinya
“Apanya! Aku gak nulis apapun! Kamu juga tahu kan? Tulisan aku tuh kayak cakar bebek, bukan tulisan rapi bagai diprint punya Nanda, Yo!” kata Shasa menangis.
“Udah.. kamu denger ya, Nanda sendiri yang meluk aku. Tahu? Kalau cinta itu, aku balas peluk juga. Tapi kan ini enggak? Udah ya,” kata Aryo sambil memeluk Shasa.
“I-iya. Maaf.” “Tapi, kamu punya perasaan ke Nanda?” Tanya Shasa
“Tidak,”
“Oh ya,” “Kamu bisa keluar gak, malamnya?”
“Gak.. maaf, ada kasus, Sha.”
“Kasus bodoh lagi. Rasanya ingin sekali aku menjadi kasusmu itu, Yo.” Gumam Shasa saaaangat pelan.
“Aku mendengarnya, lhoo!”
“Eh- i..iya iya..”
“Kau selalu mendapat perhatian lebih dari kasusku, Sha.”
“Maaf.”
Begitu Aryo memeluk Shasa, Nanda langsung datang secara tiba tiba.
“Aryo…..” hampir menangis.
“Ini seperti kelihatannya” ucap Aryo singkat.
Nanda pun pergi.
“Kapan kamu punya waktu luang?”
“Minggu, aku janji, akan mengajakmu kemana saja kau mau”
“YEEEAAAY!!!”
FIN
Cerpen Karangan: Pearl Nafeesa
Facebook: Pearl Nafeesa
Hatiku Untukmu
4/
5
Oleh
Unknown
