Judul Cerpen The First Murder (A Killer In The School)
Detektif James. Demikian ia disebut. Detektif terbaik di kota ini. Sebetulnya James bukan nama asli, dan tidak ada manusia yang tahu nama asli James, kecuali dirinya sendiri. Hari ini, dia harus memecahkan kasus pembunuhan di sekolah unggulan kota itu.
Ya, kasus kali ini ada di sekolah. Tanpa menghabiskan waktu, Ia sudah menemukan bukti. Sebuah penghapus dengan bercak darah. Ia memerintahkan bercak darah itu dikirim ke lab. Hasilnya akhirnya diketahui. Golongan darah korban, yang bernama Tom, adalah B, sementara darah di penghapus golongannya AB. Jadi, darah ini pasti milik pelaku.
Detektif James menanyai salah seorang guru yang melihat pembunuhan itu.
“Dia memegang sesuatu, pecahan kaca. Dia menusuk kaca itu ke tubuh Tom.” kata guru itu. “Saya tidak melihat wajahnya, tapi saya dengar suaranya. Suara seorang perempuan yang masih muda, umurnya paling maksimal 15 tahun.” kata guru itu lagi.
“Baiklah, terima kasih.” Jawab Detektif James.
Semua anak perempuan di bawah usia 15 tahun dicek darahnya. Hasilnya 20 anak punya golongan darah AB. Detektif James menemukan surat di tempat kejadian. Isinya sudah nyaris tidak bisa dibaca lagi. Isinya kira-kira begini:
bun di
Dan aku membayar
ole J
Untuk S
“Hmmmm…. Berarti ada dua orang yang terlibat.” Pikir Detektif James.
Ada dua anak yang berpotensi adalah J. Jessica and Jesslyn. Ada dua anak yang berpotensi adalah S. Sapphire dan Susan.
Diam-diam, polisi memata-matai mereka. Akhirnya ada titik terang. Susan memiliki pecahan kaca yang sama persis dengan yang dipakai untuk membunuh Tom. Susan sekarang dituduh menjadi “S”. Tapi Detektif James memiliki kecurigaan lain. Ia melihat adanya perpindahan uang dalam jumlah cukup besar dari rekening bank anak Jessica ke rekening bank anak Sapphire.
Detektif James meng-hack komputer Jessica Dan Sapphire dan menemukan kode:
Auk uam kuam bnuhu adi keraan dai memprelamukanuk.
dira jsescai
pekdaa sapihper
Detektif James menemukan artinya:
aku mau kamu bunuh dia karena dia mempermalukanku.
Dari Jessica
Untuk Sapphire
“Selesai sudah.” Kata Detektif James.
Polisi segera menangkap Jessica dan Sapphire yang berada di rumah Jessica.
“Apa kesalahan kami?!” tanya Jessica.
“Kenapa kalian menangkap kami?!” Kali ini Sapphire yang bicara.
“Bicaranya nanti saja di pengadilan” Kata Detektif James.
Di Pengadilan
“Kami tidak punya salah apa-apa!” Kata Sapphire.
“Kami difitnah!” Jessica melanjutkan.
“Saya punya bukti. Ini e-mail yang dikirim Jessica kepada Sapphire. Selain itu, Jessica juga mengirim uang kepada Sapphire.” Kata Detektif James.
“Baik. Terdakwa, kenapa kalian melakukan pembunuhan?” Tanya hakim.
Hening sesaat.
“Dulu saya paling pandai di sekolah. Semenjak Tom datang, saya selalu dikalahkan Tom. Jadi saya meminta Sapphire membunuh dia.” Jawab Jessica.
“Saya ingin membeli Handphone baru, tapi tidak punya uang. Karena itu saya menerima tawaran Jessica.” Kata Sapphire.
“Cukup. Saya harap hukuman 10 tahun penjara cukup untuk menyadarkan kalian”. Kata hakim.
Demikianlah. Jessica dan Sapphire segera diborgol dan dibawa ke penjara, dimana mereka akan menghabiskan 10 tahun hidup mereka di sana.
THE END
Cerpen Karangan: Daniel Lie
Facebook: Daniel Lie
Detektif James. Demikian ia disebut. Detektif terbaik di kota ini. Sebetulnya James bukan nama asli, dan tidak ada manusia yang tahu nama asli James, kecuali dirinya sendiri. Hari ini, dia harus memecahkan kasus pembunuhan di sekolah unggulan kota itu.
Ya, kasus kali ini ada di sekolah. Tanpa menghabiskan waktu, Ia sudah menemukan bukti. Sebuah penghapus dengan bercak darah. Ia memerintahkan bercak darah itu dikirim ke lab. Hasilnya akhirnya diketahui. Golongan darah korban, yang bernama Tom, adalah B, sementara darah di penghapus golongannya AB. Jadi, darah ini pasti milik pelaku.
Detektif James menanyai salah seorang guru yang melihat pembunuhan itu.
“Dia memegang sesuatu, pecahan kaca. Dia menusuk kaca itu ke tubuh Tom.” kata guru itu. “Saya tidak melihat wajahnya, tapi saya dengar suaranya. Suara seorang perempuan yang masih muda, umurnya paling maksimal 15 tahun.” kata guru itu lagi.
“Baiklah, terima kasih.” Jawab Detektif James.
Semua anak perempuan di bawah usia 15 tahun dicek darahnya. Hasilnya 20 anak punya golongan darah AB. Detektif James menemukan surat di tempat kejadian. Isinya sudah nyaris tidak bisa dibaca lagi. Isinya kira-kira begini:
bun di
Dan aku membayar
ole J
Untuk S
“Hmmmm…. Berarti ada dua orang yang terlibat.” Pikir Detektif James.
Ada dua anak yang berpotensi adalah J. Jessica and Jesslyn. Ada dua anak yang berpotensi adalah S. Sapphire dan Susan.
Diam-diam, polisi memata-matai mereka. Akhirnya ada titik terang. Susan memiliki pecahan kaca yang sama persis dengan yang dipakai untuk membunuh Tom. Susan sekarang dituduh menjadi “S”. Tapi Detektif James memiliki kecurigaan lain. Ia melihat adanya perpindahan uang dalam jumlah cukup besar dari rekening bank anak Jessica ke rekening bank anak Sapphire.
Detektif James meng-hack komputer Jessica Dan Sapphire dan menemukan kode:
Auk uam kuam bnuhu adi keraan dai memprelamukanuk.
dira jsescai
pekdaa sapihper
Detektif James menemukan artinya:
aku mau kamu bunuh dia karena dia mempermalukanku.
Dari Jessica
Untuk Sapphire
“Selesai sudah.” Kata Detektif James.
Polisi segera menangkap Jessica dan Sapphire yang berada di rumah Jessica.
“Apa kesalahan kami?!” tanya Jessica.
“Kenapa kalian menangkap kami?!” Kali ini Sapphire yang bicara.
“Bicaranya nanti saja di pengadilan” Kata Detektif James.
Di Pengadilan
“Kami tidak punya salah apa-apa!” Kata Sapphire.
“Kami difitnah!” Jessica melanjutkan.
“Saya punya bukti. Ini e-mail yang dikirim Jessica kepada Sapphire. Selain itu, Jessica juga mengirim uang kepada Sapphire.” Kata Detektif James.
“Baik. Terdakwa, kenapa kalian melakukan pembunuhan?” Tanya hakim.
Hening sesaat.
“Dulu saya paling pandai di sekolah. Semenjak Tom datang, saya selalu dikalahkan Tom. Jadi saya meminta Sapphire membunuh dia.” Jawab Jessica.
“Saya ingin membeli Handphone baru, tapi tidak punya uang. Karena itu saya menerima tawaran Jessica.” Kata Sapphire.
“Cukup. Saya harap hukuman 10 tahun penjara cukup untuk menyadarkan kalian”. Kata hakim.
Demikianlah. Jessica dan Sapphire segera diborgol dan dibawa ke penjara, dimana mereka akan menghabiskan 10 tahun hidup mereka di sana.
THE END
Cerpen Karangan: Daniel Lie
Facebook: Daniel Lie
The First Murder (A Killer In The School)
4/
5
Oleh
Unknown
