Don’t Give Up Clara

Baca Juga :
    Judul Cerpen Don’t Give Up Clara

    Namanya Clara, ia adalah sahabatku yang sangat pasrah akan segala hal. Ia tidak pernah percaya diri dan merasa terendah dari semua orang. Teman-teman sekolahku pun tak ada yang mau menemaninya kecuali aku. Namaku Cassandra, aku orangnya pantang menyerah dan Percaya diri. Aku sangat berbeda dengan Clara. Clara sudah ketinggalan jaman dan orangnya pemalu. Minta maaf aja harus ditemenin.

    Aku dan Dia mempunyai beberapa hobi yang sama. Salah satunya membaca buku. Kami sering membeli buku bersama dan pergi membaca di perpustakaan bersama. Aku tahu kenapa Clara kayak begini. Sebab penceraian ayah dan ibunya. Kini ia tinggal di rumahku untuk sementara waktu karena orangtuanya sedang menyelesaikan penceraian mereka. Katanya, ia akan ikut dengan Neneknya karena ia tidak mau punya ibu tiri dan ayah tiri.

    Suatu hari, saat aku melewati kamarnya. Aku mendengar suara tangisan di dalamnya “Hiks… hiks… hiks…” suara tangisan itu semakin besar dan terdengar di seluruh ruangan rumahku. Mama dan Papa datang menanyaiku kenapa ada suara tangisan

    “Clara, Ini tante nak. Kenapa Clara menangis?” tanya Mamaku lembut kepada keponakannya. Clara menghiraukan pertanyaan Mama dan makin menangis. Adik kecilku, Chorin terbangun dari tidurnya karena mendengar tangisan Clara. Mama menenangkan Chorin dan Papa mencari kunci cadangan kamar Clara “Cassandra, kamu lihat dimana Kunci cadangannya?” tanya Papa “aku lihat tadi diambil sama Clara” jawabku polos “aduh, clara… clara… dia trauma kali ya sama penceraian Mas Iqbal dan Mba Hana. Kasihan clara” kata Papa sanbil menepuk dahinya berkali-kali.

    Aku pun pergi ke suatu tempat. Disana aku membuka sebuah lubang dan masuk kesana. Yes! Berhasil ke luar dari lubang menuju dalam kamar Clara “Clara, kamu jangan pasrah gitu aja dong. Kamu masih ada aku, Chorin, Om Sabil dan Tante Kia. Jadi kamu masih punya keluarga dong? Iya kan?” tanyaku menasihati Clara.
    Clara tertegun dan menyeka air matanya yang terus mengalir deras dari matanya. Ia pun membuka pintu kamarnya dan memelukku “Terima kasih Cassandra, kamu memang yang terbaik!” bisik Clara
    “Sama-sama, Don’t Give up Clara” balasku

    Cerpen Karangan: Hanania

    Artikel Terkait

    Don’t Give Up Clara
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email