Judul Cerpen Jalan Pembawa Petaka
Kring… kring… kring…
Alarmku sudah bunyi saatnya aku bangun untuk ke sekolah. Jam 5.45 WIB aku menunggu bus yang selalu mengantarkanku ke sekolah tepatnya di salah satu SMK swasta di kota Lasem. Jarak antara rumahku dengan sekolah sangatlah jauh hingga membutuhkan waktu 1 jam jika naik angkutan umum.
“Pagi anak-anak..” sambut bu guru.
“Pagi juga bu…” jawab siswa serentak.
Pelajaran dimulai dengan tenang tetapi pikiranku ada yang mengganjal. Pikiranku tertuju pada jalan raya sebelah Smp n 1 kragan. Di jalan itu saya pernah mengalami kecelakaan hingga lutut saya patah.
“Eh gi, loe kenapa sih melamun gitu?” kata evi.
“Enggak kok. Aku cuma kepikiran jalan.” jawabku.
“Jalan…? Jalan apa?” tanya evi kepadaku.
“Emmm….jalan yang sering ada kecelakaan waktu aku jatuh kemaren” jawabku.
“Oh itu. Aku jadi pengen lihat deh gi” ajak evi.
“Oke entar sepulang sekolah ya” pintaku.
Jam pelajaran telah selesai waktunya murid untuk pulang.
“Gia ayo ke jalan itu” ajak evi.
“iya iya ayo” jawabku.
Setelah 45 menit sampai juga ke jalan yang kumaksud.
“Sore dek, kok kayaknya nyari sesuatu?” tanya seorang warga.
“ini pak saya bingung sama jalan ini kenapa ya sering terjadi kecelakaan?”. Tanyaku.
“Dulu di jalan ini ada seorang nenek yang ditabrak lari. dan sebelum nenek itu meninggal nenek itu mengutuk jalan ini setiap tahun pasti ada korban kecelakaan” jawabnya.
“Wah… ngeri” jawab evi.
“Kemarin juga baru aja ada korban yang meninggal” jawab warga itu.
“oh gitu ya pak” jawabku.
Setelah mendengar cerita tersebut saya kepikiran terus. sesampai di rumah suasana menjadi sunyi ayah ibu entah kemana. di kegelapan terdengar suara “tolooonngg… tolonnggg…” saya menoleh ke belakang dan ternyata makhluk-makhluk sangat menyeramkan menghampiriku. “Aaaaagghhh… tidaaak” dan ternyata mimpi buruk. Yang menjawab tragedi kecelakaan di jalan itu.
Cerpen Karangan: Lastri Violeta Rhica
Facebook: Lastri Mshadow Foldism
Kring… kring… kring…
Alarmku sudah bunyi saatnya aku bangun untuk ke sekolah. Jam 5.45 WIB aku menunggu bus yang selalu mengantarkanku ke sekolah tepatnya di salah satu SMK swasta di kota Lasem. Jarak antara rumahku dengan sekolah sangatlah jauh hingga membutuhkan waktu 1 jam jika naik angkutan umum.
“Pagi anak-anak..” sambut bu guru.
“Pagi juga bu…” jawab siswa serentak.
Pelajaran dimulai dengan tenang tetapi pikiranku ada yang mengganjal. Pikiranku tertuju pada jalan raya sebelah Smp n 1 kragan. Di jalan itu saya pernah mengalami kecelakaan hingga lutut saya patah.
“Eh gi, loe kenapa sih melamun gitu?” kata evi.
“Enggak kok. Aku cuma kepikiran jalan.” jawabku.
“Jalan…? Jalan apa?” tanya evi kepadaku.
“Emmm….jalan yang sering ada kecelakaan waktu aku jatuh kemaren” jawabku.
“Oh itu. Aku jadi pengen lihat deh gi” ajak evi.
“Oke entar sepulang sekolah ya” pintaku.
Jam pelajaran telah selesai waktunya murid untuk pulang.
“Gia ayo ke jalan itu” ajak evi.
“iya iya ayo” jawabku.
Setelah 45 menit sampai juga ke jalan yang kumaksud.
“Sore dek, kok kayaknya nyari sesuatu?” tanya seorang warga.
“ini pak saya bingung sama jalan ini kenapa ya sering terjadi kecelakaan?”. Tanyaku.
“Dulu di jalan ini ada seorang nenek yang ditabrak lari. dan sebelum nenek itu meninggal nenek itu mengutuk jalan ini setiap tahun pasti ada korban kecelakaan” jawabnya.
“Wah… ngeri” jawab evi.
“Kemarin juga baru aja ada korban yang meninggal” jawab warga itu.
“oh gitu ya pak” jawabku.
Setelah mendengar cerita tersebut saya kepikiran terus. sesampai di rumah suasana menjadi sunyi ayah ibu entah kemana. di kegelapan terdengar suara “tolooonngg… tolonnggg…” saya menoleh ke belakang dan ternyata makhluk-makhluk sangat menyeramkan menghampiriku. “Aaaaagghhh… tidaaak” dan ternyata mimpi buruk. Yang menjawab tragedi kecelakaan di jalan itu.
Cerpen Karangan: Lastri Violeta Rhica
Facebook: Lastri Mshadow Foldism
Jalan Pembawa Petaka
4/
5
Oleh
Unknown
